Beranda blog Halaman 783

Awal Juni, Atlit Peraih Medali Porprov VII Terima Besaran Bonus Secara Simbolis

0
Awal Juni, Atlit Peraih Medali Porprov VII Terima Besaran Bonus Secara Simbolis
Pelepasan atlit Bontang ke Porprov VII beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang berharap para atlet peraih medali yang berlaga di Porprov VII di Berau pada 2022 agar bersabar menunggu bonus. Pemkot Bontang dan KONI tengah menyiapkan besaran bonus yang bakal diterima dalam waktu dekat.

Jamaluddin Ketua KONI Bontang memastikan, besaran bonus akan diketahui pada pelantikan pengurus pada Sabtu (3/6/2023) bulan depan. Nantinya besaran bonus bakal diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang Basri Rase.

“Yakinlah Pemkot Bontang tidak pernah menutup mata pada atlet kita. Kondisi ini akan terjawab saat pelantikan pengurus KONI yang baru,” ujarnya, Senin (29/5/2023).

Jamal berharap kondisi keterlambatan bonus tidak menjadi penghalang bagi atlet untuk terus berlatih. Terkhusus untuk persiapan menjelang PON di Aceh 2024.

Terkhusus untuk persiapan Pra PON. Perihal bonus, pihaknya dan Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) sedang menyusun data salinan SK dari Provinsi terkait nama-nama atlet peraih medali.

“Jadi kita harap kesabarannya. Untuk besaran bonus kemungkinan sama dengan Porprov beberapa waktu yang lalu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, selama Porprov VII berlangsung kontingen Bontang bercokol di posisi keenam dengan raihan medali 53 emas, 77 perak, dan 147 perunggu. (nug)

Ada Warga Tolak Penarikan Bak Sampah, Ketua Komisi III Minta DLH Cari Solusi

0
Ada Warga Tolak Penarikan Bak Sampah, Ketua Komisi III Minta DLH Cari Solusi
Rapat Dengar Pendapat Komisi III bersama DLH Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Penarikan bak sampah di pinggir jalan menuai pro dan kontra di masyarakat. Alhasil masalah tersebut berlanjut ke parlemen.

Legislator di Bontang Lestari memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (29/5/2023). Ini menyusul kebijakan tersebut memicu pro dan kontra masyarakat.

Ketua Komisi III Amir Tosina mengatakan, kekosongan bak sampah justru membuat masyarakat menjadi sulit diatur. Sampah jadi terbuang di mana-mana.

“Saat kami reses ada banyak masukan. Ada yang setuju dan tidak. Apakah dengan penarikan bak sampah ini satu-satunya cara penilaian Adipura,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemkot mesti memikirkan solusi bagi masyarakat yang menolak penarikan. Kondisi ini jika dibiarkan, tentu akan membuat warga makin malas.

“Setelah dapat Adipura kok bak sampah malah ditarik. Bikin masyarakat bingung,” ungkapnya.

Syahruddin, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan, ada banyak alasan pemerintah meniadakan bak sampah di pinggir jalan. Pertama, keberadaan bak sampah dipastikan merusak estetika kota. Arahan dari pemerintah pusat salah satunya adalah mengurangi bak sampah.

“Kami cari referensi ke beberapa daerah. Balikpapan dan Surabaya yang juga penerima Adipura. Di sana sudah melakukan hal demikian,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tidak sekonyong-konyong hanya melakukan penarikan tanpa solusi. Untuk itu, pemerintah memusatkan sejumlah lokasi agar sampah bisa disatukan. Penyediaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST3R).

“Di Loktuan kebijakan ini berhasil. Meskipun sempat ada pro dan kontra. Jadi ini alasan sampah harus dikurangi. Mengingat juga tempat pembuangan sampah akhir yang sudah penuh. Kementerian Lingkungan Hidup menginstruksikan mengurangi bak sampah,” bebernya.

Syahruddin menyebut, di kawasan Kampung Baru dan Jalan Ir Juanda di Bontang Selatan, malah warga setempat yang meminta bak sampah untuk ditiadakan di pinggir jalan. Petugas pengangkut sampah bahkan sampai lima kali sehari mengatur bak sampah di lokasi itu.

Alasan lain penarikan kata dia, karena meminimalisir risiko lakalantas. Semisal di depan Telkom. Tercatat sudah ada dua kasus lakalantas di lokasi tersebut yang menyebabkan warga meninggal.

“Ada beberapa titik yang sangat berisiko masih dipertahankan. Di depan terminal Km 6 dan di Jalan Ahmad Yani depan Kompleks Halal Square,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait solusi yang bisa diberikan pemerintah bagi warga yang merasa lokasi TPST cukup jauh cukup taruh sampah di depang gang. Pihaknya akan mengangkut. (adv/al)

PPDB Jalur Zonasi dan Afirmasi SD Dibuka Mulai 29 Mei

0
PPDB Jalur Zonasi dan Afirmasi SD Dibuka Mulai 29 Mei
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin saat ditemui Mediakaltim.com. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang telah mengeluarkan jadwal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Jadwal penerimaan peserta didik baru memiliki beberapa kategori, seperti jalur disabilitas, jalur afirmasi kategori anak miskin, jalur anak tenaga kependidikan, dan jalur zonasi sekolah, serta jalur zona pilihan.

Untuk jalur disabilitas telah di buka pada 22 – 24 Mei 2023 lalu. Sedangkan untuk jalur zonasi sekolah dan afirmasi baru dibuka pada 29 Mei 2023 hingga 2 Juni 2023. Untuk kuota penerimaannya pun diatur sebanyak 75 persen zonasi, 20 persen afirmasi dan 5 persen untuk anak tenaga kependidikan.

Sedangkan untuk zonasi sekolah dan afirmasi bagi SMP dilaksanakan pada 5 Juni hingga 9 Juni 2023. Untuk jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua dilaksanakan pada 12 Juni hingga 16 Juni 2023.

Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin menerangkan, pelaksanaan PPDB saat ini telah berjalan tanpa hambatan dan tidak ada laporan permasalahan. Saparudin juga mengatakan pelaksanaan PPDB tetap mengacu sesuai jadwal.

“Saat ini pelaksanaannya masih di SD pada jalur zonasi dan afirmasi,” kata Saparudin ditemui Mediakaltim.com, Senin (29/5/2023).

Saparudin menambahkan, Ia akan diundang pemerintah pusat menjadi narasumber terkait pelaksanaan PPDB di Bontang, yang selama ini diklaim tidak memiliki permasalahan.

“Kota Bontang dipanggil untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan PPDB di Kota Bontang. PPDB kan’ indikatornya pelayanan dan tidak ada keluhan, kalaupun ada keluhan tidak sebanyak di kota lainnya karena kami memberikan kesempatan untuk tetap ikut pada setiap zona pendaftaran,”  ujar Saparudin.

Lanjut Saparudin, Kota Bontang sendiri tiap sekolah memiliki zona wilayahnya masing-masing yang terdiri dari jarak 400 meter.

“Kalau zona SD zona kecilnya kan’ 400 meter. Nanti zona dua baru ada gabungan kelurahan atau sekolah jadi satu,” ungkap Saparudin.

Tahun ini PPDB dimajukan, dikarenakan untuk memberikan kesempatan pengukuran baju seragam dan sepatu sekolah yang akan dibagikan pada tahun ajaran baru. Sedangkan untuk siswa-siswi di pesisir juga mendapatkan prioritas.

“Kita majukan karena untuk mengukur seragam sekolah siswa-siswi, agar pada saat anak masuk sekolah bisa digunakan,” sebutnya.

Saparudin mengimbau kepada masyarakat, agar tetap melaksanakan pendaftaran secara online dan tidak harus mendatangi sekolah-sekolah yang diinginkan, namun dikecualikan bagi siswa yang masuk SD di wilayah pesisir yang dilaksanakan secara offline. (yah)

PKK Gelar Penyuluhan Pokja II, Hapidah: Membaca Mampu Tingkatkan Kualitas Diri

0
PKK Gelar Penyuluhan Pokja II, Hapidah: Membaca Mampu Tingkatkan Kualitas Diri
Kegiatan Penyuluhan Pokka II di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – PKK Kota Bontang bersama Pemkot Bontang khususnya Pokja II, menyelenggarakan penyuluhan Gelar Pelangi tingkat Kota bertema Gerakan Gemar Membaca, yang dilaksanakan di Pendopo Rujab Wali Kota, Senin (29/5/23).

Peserta penyuluhan ini adalah perwakilan dari masing-masing 15 kelurahan di Bontang. Menghadirkan juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Ketua Pokja II Bontang.

Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase berharap, dengan tema tersebut apa yang disampaikan nanti dapat diimplementasikan ke dalam masyarakat tidak hanya di lomba saja. Nantinya peserta lomba dapat diberdayakan di kelurahan atau kecamatan, dengan mengadakan penyuluhan atau kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat terkait gerakan gemar membaca ini, sehingga ilmu ini dapat terus tersambung.

“Di sini peserta belajar untuk tampil sekaligus menguasai materi, dan walaupun tidak menang, itu harus tetap diolah dan dilatih,” jelasnya

Tema tersebut dirasa sangat bagus karena mengingatkan kembali ke masyarakat, bahwa membaca adalah jendela dunia. Dengan hanya membaca, kita mendapatkan pengetahuan di luar sana tanpa harus bepergian.

Gemar membaca tentu diingatkan untuk anak-anak dan orang dewasa, karena dengan masyarakat Bontang yang gemar membaca, kita dapat meningkatkan kualitas pembangunan yang ada di kelurahan maupun kecamatan.

Perpustakaan sekarang sudah tersedia di kelurahan-kelurahan, dengan begitu pegawai pun memiliki informasi yang banyak dari luar sana.

“Sederhananya saja dengan buku masakan, kita dapat mengetahui cara-cara masak makanan dari luar daerah, dengan begitu kita secara tidak langsung mengupgrade diri kita sendiri,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Hapidah berharap kepada para peserta dapat memenuhi semua kriteria dan tampil dengan baik di tingkat provinsi. (adv/sya)

PKK Bontang Utara Juara Lomba Peragaan Busana dan Sekretariat

0
PKK Bontang Utara Juara Lomba Peragaan Busana dan Sekretariat
Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara, Samatang Masse dan penyerahan hadiah lomba. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Tim Penggerak PKK Kecamatan Bontang Utara berhasil memenangkan lomba peragaan busana pokja III dan lomba sekretariat sekaligus. Lomba ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (27/5/23) lalu.

Alhasil, Tim Penggerak PKK Kecamatan Bontang Utara akan mewakili Kota Bontang, dalam peringatan HKG PKK ke 51 tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara Juli mendatang.

Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara, Samatang Masse mengatakan, tim PKK Kecamatan telah melakukan persiapan yang cukup matang untuk busana yang digunakan dalam peragaan.

“Walaupun hanya memiliki waktu seminggu, tapi kami memaksimalkan waktu agar baju yang dikenakan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Itu sudah diberitahu saat technical meeting,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua PKK sempat diganti seminggu sebelum acara berlangsung, namun ia tetap dapat mengikuti perlombaan secara maksimal.

Untuk lomba sekretariat ia juga merasa tidak terbebani dengan waktu singkat yang diberikan, karena sebelum menjadi ketua PKK Kecamatan ia sudah aktif dalam menerapkan 10 program pokok PKK.

“Untuk pemaparan yang saya berikan dalam lomba sekretariat, saya rasa cukup jelas, karena saya sendiri turut mengaplikasikan dalam kegiatan PKK yang saya juga aktif di dalamnya,” ucapnya.

Ditanyai terkait kesiapan untuk mewakili Tim penggerak PKK Bontang menuju provinsi, Samatang cukup percaya diri untuk berangkat pada Juli mendatang.

“Saya siap mewakili ke provinsi. Dipastikan tidak ada kendala, tentu kami berharap agar bisa mendapatkan juara, dan nama Bontang dapat semakin dikenal dengan prestasi,” bebernya. (adv/sya)

Penyebarluasan Perda tentang Perlindungan Disabilitas, Kadir Tappa: Ada Hak-hak Disabilitas untuk Hidup Berdampingan

0

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, melaksanakan sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, yang dilaksanakan di Hotel Andika, Minggu (28/5/2023).

Dalam sosialisasi Perda ini, komunitas disabilitas juga diundang untuk turut berpartisipasi. Kadir menjelaskan bahwa banyak Perda yang telah dibuat namun belum pernah disosialisasikan, sehingga masyarakat belum mengetahui isi Perda tertentu.

Dengan mengadakan sosialisasi yang melibatkan masyarakat Bontang dan komunitas disabilitas, diharapkan adanya masukan dari mereka.

“Jadi, sosialisasi ini juga dapat dijadikan sebagai diskusi bagi kita, untuk mengetahui pandangan masyarakat terkait keberlanjutan Perda ini. Jika ada kebutuhan perubahan, hal tersebut masih dapat diajukan,” ungkapnya.

Perda ini membahas hak-hak disabilitas yang ada di Bontang, dengan tujuan agar disabilitas dapat hidup berdampingan dengan baik.

“SDM di Bontang harus ditingkatkan, sehingga seluruh kalangan dapat mendapatkan pendidikan yang baik,” jelasnya.

Selamet Sanib Said, seorang narasumber dan motivator, menyatakan bahwa keberadaan Perda ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan disabilitas.

“Perda ini membantu menghilangkan stigma bahwa disabilitas berbeda dari masyarakat, dan memberikan kesempatan yang sama bagi disabilitas,” jelasnya.

Abdullah, seorang pekerja sosial ahli muda dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang, juga dihadirkan sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa keberadaan DSPM dalam masyarakat bertujuan untuk mengimplementasikan Perda yang ada.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ma’ruf, mengungkapkan keluhannya dalam sesi tanya jawab terkait ketentuan bagi disabilitas untuk bekerja di perusahaan.

“Perusahaan swasta maupun negara seharusnya memberikan kuota sebanyak 2 persen bagi disabilitas, tetapi hal ini belum terealisasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kadir Tappa berencana untuk mengirim surat kepada pemerintah dan perusahaan terkait untuk melakukan kunjungan lapangan, guna memastikan bahwa pekerjaan bagi disabilitas dapat tersedia di perusahaan-perusahaan tersebut. (Adv/sya)

Fakta-fakta Kematian YC, Lansia yang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

0
Fakta-fakta Kematian YC, Lansia yang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
Proses pemindahan mayat YC. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kematian YC di kamar mandi masih dalam penyelidikan polisi. Mantan istrinya, Lulu dan sang anak masih ditanyai terkait kejadian penemuan jasad mantan suaminya di rumah yang terletak di Gang Atletik 8 tersebut.

Awalnya tercium aroma busuk dalam rumah tersebut. Dikira Lulu karena ada bangkai tikus, namun saat dicari ia tidak menemukan bangkai apapun.

Aroma busuk tersebut diketahui sudah tercium oleh tetangga sejak hari Jum’at kemarin. Namun, Sabtu (27/5/23) pagi ini baru didapati  kondisi YC (61) sudah meninggal di dalam kamar mandi tersebut, bahkan membusuk.

Beberapa tetangga mengatakan, memang sudah beberapa hari tidak melihat YC berada di sekitar rumah tersebut, namun tak menyangka bahwa YC telah meninggal.

“Kan ada pintu samping yang menghadap ke gang, biasa kita masih liat beliau, sudah beberapa hari nggak keliatan, ternyata meninggal,” jelas salah seorang tetangga.

Lulu mengatakan, bahwa keseharian YC selalu dilakukan di dalam kamar mandi tersebut. Mulai dari makan hingga tidur. Bahkan terdapat banyak sampah sisa makanan ditemukan di dalam kamar mandi tersebut.

Ia tidak sempat memeriksa langsung ke dalam kamar mandi, karena kerap sibuk untuk berjualan di Lang-lang, sehingga makanan yang diberikan seringkali hanya diletakkan di depan pintu.

“Pasti saya taruh makan depan pintunya, kadang saya ketok aja, kalau tidak menjawab saya pikir tidur,” jelasnya.

Saat identifikasi dilakukan, polisi menemukan borgol. Saat ditanya, Lulu mengaku kerap memborgol YC yang saat sibuk melakukan pekerjaan rumah.

“Saya borgol satu tangannya, soalnya dia suka lempar-lempar barang,” lanjutnya.

Mantan istrinya menjelaskan, bahwa YC menderita diabetes dan pikun, sehingga ia memiliki kesulitan untuk merawat YC sementara ia harus sibuk berjualan.

Fakta lainnya, Suyono Ketua RT 42 yang merupakan RT tempat YC tinggal dulu mengatakan, YC merupakan salahsatu penerima Rantang Kasih. Penerimaan rantang kasih tersebut diminta Lulu untuk diantar ke Lang-lang dahulu.

Sebelumnya, YC sering diajak berjualan di Lang-lang, agar Lulu dapat memantau langsung, namun karena kondisi YC yang melemah ia ditinggal saja di rumah.

Pemeriksaan TKP berlangsung cukup lama dilakukan oleh tim Inafis. Hingga saat ini mereka masih menyelidiki penyebab pasti kematian YC. Kini mayat YC sudah berada di RSUD untuk dilakukan otopsi. (sya)

Komisi I Sebut Masih Ada Celah Hukum Pengembalian Insentif Guru SMA/SMK Swasta

0
Komisi I Sebut Masih Ada Celah Hukum Pengembalian Insentif Guru SMA/SMK Swasta
RDP Komisi I dengan perwakilan guru SMA/SMK swasta di Kantor DPRD Bontang, beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Meski upaya mengembalikan kembali insentif guru swasta jenjang SMA/SMK belum membuahkan hasil positif, namun Komisi I DPRD Bontang menyebut masih ada celah hukum untuk memperjuangkannya. Hal itu disampaikan Ketua Komisi I, Muslimin.

Politisi Golkar itu mengatakan, pihaknya belum lama ini telah bertandang ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim, untuk menanyakan terkait regulasi ini.

Meski belum mendapat jawaban yang gamblang, namun Komisi I menyimpulkan jika skema hibah pemberian insentif guru SMA/SMK swasta oleh Pemkot Bontang tetap bisa dilakukan.

“Ini yang masih akan dijajaki nantinya, termasuk memperjuangkan diskresi agar bantuan bisa diberikan setiap tahunnya. Untuk itu, kami minta bagian hukum Pemkot Bontang nanti membuat analisa hukumnya,” ungkapnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan guru SMA/SMK swasta di Kantor DPRD Bontang, Senin (22/5/2023).

Pihaknya juga meminta Disdikbud Bontang agar mendorong wali kota untuk ikut merealisasikan hal tersebut. Mengingat, nasib guru swasta jauh berbeda dengan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jumlahnya di Kota Taman pun tak terlalu banyak, hanya sekitar 500 orang.

“Meskipun mereka (guru swasta SMA/SMK) swasta sudah mendapatkan insentif dari provinsi, namun mereka juga meminta agar Pemkot Bontang juga ikut peduli. Kalau memang daerah (Bontang) mampu, mengapa tidak. Mengingat yang mereka didik juga anak Bontang,” tandas Muslimin.

Sebagai tindak lanjutnya, Bulan Juni mendatang, Komisi I menjadwalkan bertandang ke Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim yang membidangi masalah pendidikan, untuk kembali memperjuangkan pengembalian insentif ini. Diharapkan nantinya, perwakilan rakyat yang ada di Pemprov Kaltim bisa ikut membantu mempermudah mencarikan regulasi agar tak menjadi temuan hukum di kemudian hari.

Diketahui, guru swasta SMA/SMK terakhir mendapat insentif tahun 2020 lalu. Pemberian insentif kemudian disetop karena terkendala regulasi, akibat kewenangan SMA sederajat baik negeri maupun swasta diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Pada tahun 2021, para pahlawan tanpa tanda jasa alias guru itu tak mendapatkan lagi insentif tersebut. Penyebabnya regulasi hibah tidak bisa dilakukan dua kali berturut-turut. Keadaan itu berlanjut kembali hingga saat ini. Sebab pemkot takut hal itu bisa menjadi temuan di kemudian hari.

Apalagi sebenarnya, para pendidik tersebut sudah mendapatkan insentif dari Pemprov Kaltim senilai Rp 1 juta per bulan. Kendati demikian, hal tersebut masih dinilai kurang sebab kondisi sekolah swasta jauh berbeda dengan sekolah negeri. (adv/al)

Distributor Bontang Protes Distribusi Minyak Goreng PT EUP

0
Distributor Bontang Protes Distribusi Minyak Goreng PT EUP
Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Bontang bersama distributor minyak goreng di Bontang beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Pendistribusian minyak goreng PT Energi Unggul Persada (EUP) disoal oleh para distributor Bontang.

Direktur PT Setia Cipta Loka, Eko Yulianto mengeluhkan pendistribusian minyak goreng yang diterima ialah non DMO atau industri yang mengakibatkan harga minyak goreng diatas HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp 14.300 per liter.

Sebelumnya, pada Juli 2022 hingga Maret 2023 lalu, pihaknya masih menerima minyak goreng DMO (Domestic Market Obligation) dengan harga Rp 11.700 hingga Rp 11.800 per liter.

“Ini kalau harganya terus melambung maka imbasnya masyarakat juga akan mendapatkan harga minyak yang tinggi. Dugaan kami sih DMO ini di ekspor,” ungkapnya saat rapat dengar pendapat di sekertariat DPRD Bontang, Senin (22/5/2023).

Sementara itu, DMO (Domestic Market Obligation) mencapai 20 persen dari hasil produksi. Jika dikalkulasikan dengan produksi PT EUP perbulan maka mencapai 18.000 ton.

“Kami ini hanya minta kuota 10 persen DMO untuk warga Bontang. Bahkan saat Maret lalu kami PO tapi tidak ada jawaban dari PT EUP akhirnya di bulan puasa kami tidak berjualan,” imbuhnya.

Menjawab protes tersebut, perwakilan PT EUP, Edi menjelaskan terkait kewajiban DMO 20 persen tersebut sudah tercantum dalam aturan yang menyebutkan, jika DMO lokal tidak terpenuhi maka tidak bisa melakukan ekspor minyak, dan hal itu dipantau oleh Kementerian Perdagangan.

“Kalau berbicara kuota 3.000 ton per hari itu sebenarnya hanya kapasitas produksi per hari, tetapi jika bahan baku tidak mencukupi maka produksi sesuai dengan ketersediaan bahan baku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam dalam RDP mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan menghadirkan seluruh stakeholder termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke pusat untuk bertemu dengan petinggi PT EUP.

“Kalau yang datang selalu tidak sesuai dengan tupoksinya, maka akan seperti ini tidak ada titik temunya. Soalnya yang hadir juga tidak bisa mengambil keputusan,” sebutnya. (adv/al)

Ketua DPRD Setuju Pemberian Bonus untuk Kafilah Bontang

0
Ketua DPRD Setuju Pemberian Bonus untuk Kafilah Bontang
Para juara di MTQ ke-44 tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menyetujui rencana wali kota, yang akan memberikan bonus tambahan kepada Kafilah Bontang pasca juara 2 di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pembinaan dari Pemkot Bontang kepada masyarakat berprestasi. Hal itu dilakukan agar memicu masyarakat Bontang lebih berprestasi lagi.

Menurutnya, hal itu wajar dilakukan wali kota, karena saat ini Bontang memiliki silpa besar yang mencapai Rp 400 miliar. Kelebihan anggaran itu sangat tepat dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk reward-reward.

“Tepat saja dibagikan jadi reward. Seperti reward untuk kafilah berprestasi, bonus atlit porprov, dan lain sebagainya. Bisa juga untuk tambahan insentif Ketua RT atau tenaga honorer,” ujarnya.

Pembagian reward itu salahsatu bentuk peningkatan SDM masyarakat Bontang. Agar SDM masyarakat Bontang mampu terus meningkatkan kompetensinya, yang diharapkan dapat menyumbang untuk pembangunan Bontang.

“Uang kita besar, sudah seharusnya kita manfaatkan untuk kebaikan masyarakat,” pungkasnya.

Diberitakan, Kontingen Bontang berhasil kembali raih juara dua di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-44 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Kota Balikpapan.

Posisi Bontang menjadi juara lantaran berhasil mengumpulkan 90 poin. Dengan rincian juara satu sebanyak 11 kali, juara dua sebanyak sebelas kali, dan juara tiga sebanyak satu kali.

Diketahui Bontang sendiri memboyong 60 khafilah untuk mengikuti MTQ ke 44 di Kota Balikpapan dan mengikuti semua nomor perlombaan. (adv/al)