Beranda blog Halaman 784

ASN Bontang Diminta Patuhi Aturan Berpakaian dan Jam Kerja

0
ASN Bontang Diminta Patuhi Aturan Berpakaian dan Jam Kerja
Basri Rase saat menjadi pembina upacara. (ist)

BONTANG – Apel seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilangsungkan Selasa (16/4/24) pagi di halaman Kantor Wali Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Basri Rase memberi peringatan kepada seluruh ASN untuk tetap menaati peraturan yang belaku, mulai dari aturan berseragam hingga jam kerja pelayanan.

Ia tidak ingin mendapati ada pegawai yang menggunakan seragam seenaknya, dan berkeliaran saat masih jam kerja berlangsung. Sehingga aturan kemendagri harus dilaksanakan.

“Warna pakaian sudah ditentukan, ya harus ditaati. Kalau mau bergaya boleh, tapi kalo sudah tidak kerja,” jelasnya.

Bagi instansi bagian pelayanan masyarakat khususnya, agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan ramah, jadikan kota Bontang sebagai kota yang beradab karena pemerintah bertugas untuk melayani masyarakat.

“Semua OPD yang berada di lingkup kerja Bontang, khususnya pelayanan masyarakat harus ramah, jangan kebanyakan main hp,” tambahnya.

Demi mewujudkan kedisiplinan tersebut, Basri mengatakan bahwa pihaknya sesekali akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak.(sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Halal Bihalal bersama Seluruh ASN, Basri Tekankan Sinergi antar OPD

0
Pemkot Gelar Halal Bihalal bersama Seluruh ASN, Basri Tekankan Sinergi antar OPD
Suasana halal bihalal Pemkot Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar halal bihalal, Selasa (16/4/24). Sebelumnya, Wali Kota Bontang, Basri Rase melaksanakan apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam apel yang dilaksanakan di Halaman Kantor Wali Kota tersebut, Basri menyampaikan kepada seluruh ASN untuk meningkatkan sinergitas antar OPD.

“Kita harus saling memaafkan. Sehingga terjalin lingkungan kerja yang sehat,” ujarnya.

Prestasi yang didapat oleh Kota Bontang, juga merupakan hasil dari kerjasama antar OPD dari berbagai sektor. Dengan banyak prestasi kita bisa menjadi ASN yang terbaik.

Ia juga berharap kepada seluruh kepala dinas, harus mengayomi dan tidak membuat sekat, selain itu pegawai juga harus dilindungi, jangan hanya faktor kedekatan.

“Berikan terus pembelajaran pada anak-anak kita, agar mereka dapat menggantikan kita suatu hari nanti,” katanya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kendarai Motor Sambil Main Hape, Bocah 12 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk Parkir

0
Kendarai Motor Sambil Main Hape, Bocah 12 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk Parkir
Kondisi korban usai menabrak truk parkir. (ist)

BONTANG – Seorang anak berusia 12 tahun meninggal usai menabrak truk yang sedang parkir di Jalan Arief Rahman Hakim, lebih tepatnya di dekat SPBU KM 3, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Senin (15/4/2024).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas, AKP MD Djauhari menjelaskan, anak tersebut mengendarai motor dengan kecepatan yang cukup laju, hingga akhirnya menabrak truk bagian belakang yang sedang parkir.

“Dari keterangan yang didapat di lokasi, anak tersebut mengendarai motornya sambil bermain handphone. Bahkan anak tersebut juga tidak menggunakan helm,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dirinya menjelaskan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan penanganan medis, yang dimana kondisi anak mengalami luka yang cukup parah akibat benturan yang sangat keras.

“Kondisi anak juga tidak bisa diselamatkan. Usai dibawa ke RS, ternyata korban sudah meninggal dunia,” paparnya.

Adanya kejadian seperti ini, Djauhari sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kepada orang tua agar bisa lebih mengawasi anak-anaknya. Apalagi membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan yang belum cukup memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sudah sering kali mengadakan sosialisasi, kita berusaha untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Terutama peran orangtua sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya, tidak membiarkan berkendara jika masih di bawah umur. Karena kalau sudah kecelakaan nyawa yang menjadi taruhannya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

ASN Bontang Tetap Wajib Ngantor Tanggal 16 April

0
ASN Bontang Tetap Wajib Ngantor Tanggal 16 April
Sekda Bontang, Aji Erlynawati. (ist)

BONTANG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi Aparatur Sipil Negara (ASN) diperbolehkan Work From Home (WFH) selama arus mudik. Namun hal tersebut tidak berlaku di Kota Bontang.

Saat dikonfirmasi Sekretaris Daerah Pemerintah Bontang, Aji Erlynawati, Senin (15/4/23) mengatakan, bahwa ASN di Bontang masuk seperti biasa.

“Masuk normal seperti biasa. Pagi 07.30 wita akan ada apel gabungan seluruh ASN di halaman Gedung Wali Kota Bontang Lestari yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Wali Kota Bontang,” ujarnya.

Jika mendapati ASN yang bolos maka akan diberikan sanksi, berupa pemotongan uang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Sehingga ia berharap para ASN dapat disiplin.

“Kalau untuk pelayanan publik tidak wajib upacara,” tambahnya.

 

Sebelumnya, SE yang dikeluarkan Menpan RB Nomor 1 Tahun 2024 untuk pejabat pembina kepegawaian di seluruh instansi pemerintah, tentang pengaturan kerja dari rumah WFH dan bekerja di kantor Work From Office (WFO) diterapkan secara ketat. Dijelaskan, pemerintah memperbolehkan maksimal 50 persen ASN untuk bekerja dari rumah pada 16-17 April 2024 hal tersebut bertujuan untuk mencegah kemacetan selama arus balik lebaran. (adv/sya)

Editor: Yusva Alam

Penyedia Jasa Transportasi Wisata Beras Basah Diimbau Terapkan Standar Keselamatan Berlayar

0
Penyedia Jasa Transportasi Wisata Beras Basah Diimbau Terapkan Standar Keselamatan Berlayar
Sosialisasi kepada penyedia transportasi. (ist)

BONTANG – Sabtu (13/4/24) kemarin di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan telah berlangsung kegiatan pemberian himbauan kepada Penyedia Jasa Transportasi Wisata Beras Basah, agar tetap menerapkan standar keselamatan dalam berlayar.

Adapun tim gabungan yang terlibat antara lain, personel TNI AL Bontang, Polairud Bontang, dan Personel Penyedia Jasa Transportasi Wisata Beras Basah.

“Dengan meningkatnya pengunjung ke Beras Basah, membuat pemilik kapal menyiapkan lebih banyak life jacket alias pelampung jaket. Hal itu diharapkan mampu memberikan rasa aman, pada para pengunjung yang akan menyeberang menggunakan kapal,” jelas Anggota TNI AL, Ibnu saat melaksanakan pemeriksaan.

Penerapan tersebut mengacu pada pasal 303 UU No 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, di mana pemilik transportasi laut yang melanggar akan dipidana penjara paling lama dua tahun, serta denda paling banyak sekira Rp 300 juta. Aturan itu berlaku untuk semua kegiatan angkutan di perairan.

Sanksi tersebut telah disosialisasikan kepala pemilik layanan transportasi. Imbauan itu juga ditempel di penjuru pelabuhan agar dapat diterapkan tanpa pengecualian.

Setelah memberikan imbauan, tim gabungan melaksanakan monitoring dan pengecekan terhadap kapal wisata beras basah di Pelabuhan Umum Tanjung Laut Indah.

Saat pengecekan berlangsung, didapati beberapa pengunjung tidak mengenakan pelampung. Padahal, pemilik kapal telah menyediakan. Petugas pun mengutamakan sosialisasi kepada pemilik kapal, agar penumpang juga sadar dengan keselamatannya sendiri.

Sebagai informasi, jumlah baju pelampung sesuai dengan daya muat penumpang. Untuk speedboat reguler dengan kapasitas dua unit mesin masing-masing 250 PK biasa, mampu memuat 28 hingga 43 penumpang. Sedangkan speedboat non reguler bermesin satu unit 250 PK dengan 18 sampai 20 penumpang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diduga Akibat Pembersihan Lahan, Kebakaran Terjadi di Sekitaran Jalan Hauling Batubara

0
Diduga Akibat Pembersihan Lahan, Kebakaran Terjadi di Sekitaran Jalan Hauling Batubara
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Bontang Lestari. (Dok. Disdamkartan Bontang).

BONTANG – Kobaran api kembali membakar lahan di Bontang Lestari, lebih tepatnya di jalan hauling batubara, pinggir jalan Tambang PT. Indominco, Sabtu (13/4/2024) kemarin, sekitar pukul 16.50 Wita.

Komandan Kompi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Norman menjelaskan, adanya laporan masuk dari warga sekitar yang sedang melintas, dimana mereka melihat sekumpulan asap tebal yang berasal dari lahan tersebut, sehingga langsung menghubungi pihak Disdamkartan untuk memadamkan api.

“Karena lokasi dekat dengan pos kami, maka kami langsung bergerak cepat. Hingga saat ini pun, kami belum mengetahui apa penyebab terjadinya kebakaran lahan tersebut,” ucapnya saat diwawancarai, Minggu (14/4/2024).

Dilihat dari lokasi kejadian, adanya aktivitas lahan yang telah selesai dibersihkan. Bahkan banyaknya potongan kayu besar yang habis ditebang. Sehingga petugas menyimpulkan jika kebakaran tersebut berasal dari pembersihan lahan.

“Saya langsung kerahkan para petugas untuk langsung turun ke lokasi. Untungnya tidak ada kendala dalam pemadaman api, karena lokasi berada di pinggir jalan,” paparnya.

Tim Disdamkartan Bontang pun menurunkan 6 petugas dengan satu unit armada.

“Sebenarnya ini bukan tugas kami, lebih tepatnya tugas BPBD terkait lahan yang terbakar, akan tetapi mereka langsung meminta bantuan kepada kami, yang kebetulan pos kami dekat dengan lokasi kejadian,” jelasnya.

Dijelaskannya, jika ada lahan yang terbakar bukan sepenuhnya wewenang Disdamkartan untuk menangani, akan tetapi jika diminta bantuan untuk membantu pemadaman api pastinya petugas langsung bergerak cepat turun ke lokasi.

“Sebenarnya kami sedikit takut untuk langsung terjun ke lokasi, seperti kebakaran lahan ini karena bukan wilayah kekuasaan kami, akan tetapi jika diminta untuk membantu pemadaman api, baru kita langsung bergegas turun, karena wilayah kami di pemukiman,” ungkapnya.

Norman juga berpesan, dengan cuaca yang sangat ekstrim ini jangan coba-coba untuk membakar sampah atau sebagainya. Karena takut akan berdampak besar nantinya, seperti kebakaran lahan. Apalagi membuat bakaran yang dekat dengan pemukiman.

“Untuk warga yang ingin membakar sampah atau yang sedang niat membersihkan lahan, agar bisa berhati-hati lagi. Karena kita tidak akan tahu dampaknya nanti seperti apa, apalagi jika tidak diawasi. Karena kondisi cuaca sedang terik matahari, jadi jangan asal membakar saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Sampah, Lahan 1,5 Hektar Ludes Dilalap Api

0
Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Sampah, Lahan 1,5 Hektar Ludes Dilalap Api
Petugas usai memadamkan api di Jalan Batu Ampar, Bontang. (Dok).

BONTANG – Lahan seluas 1,5 hektar hangus dilalap api, di Jalan Batu Ampar, RT. 09, Kelurahan Bontang Kuala, lebih tepatnya belakang Apotik Sambera, Jumat (12/4/2024) kemarin, sekitar pukul 14.15 Wita.

Yuliansari, salah satu warga setempat mengatakan, asal mula api berawal dari pinggir jalan, lalu api semakin lama semakin menyebar luas dan juga membesar. Hingga warga pun langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, untuk melakukan pemadaman karena takut api akan meluas ke pemukiman yang tak jauh dari lahan tersebut

“Kemungkinan ada orang yang membakar sampah, sebab di tempat awal munculnya api berada pada tempat pembuangan sampah. Lalu kami berusaha hubungi pihak Damkar,” ucapnya.

Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung bergegas menuju tempat kejadian dan masuk ke dalam semak-semak sembari membawa selang untuk menyemprotkan air ke arah api yang mulai membesar.

“Saat pemadaman api pun, petugas membutuh waktu kurang lebih satu jam,” paparnya.

Komandan Regu Disdamkartan Bontang, Muhammad Ramli mengatakan, pemadaman api membutuhkan banyak petugas, agar api segera padam dan tidak semakin meluas. Sehingga ada sebanyak 16 petugas yang turun serta petugas yang sedang piket.

“Ada sebanyak empat truk pemadam kebakaran dan dua unit pick up yang mengangkut petugas juga ikut dikerahkan, untuk menangani kebakaran tersebut. Lahan yang terbakar pun satu setengah hektar,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa mendapatkan info melalui radio sekitar jam dua siang lalu, sehingga petugas pun segera meluncur ke lokasi. Menurut informasi yang kami terima api mulai melebar hampir mendekati pemukiman padat penduduk.

“Petugas juga sedikit mengalami kendala dikarenakan kondisi lapangan adalah sebagian rawa, yang menyebabkan petugas lumayan susah menuju titik yang sudah berada di tengah lahan tersebut,” jelasnya.

Untuk kebakaran tersebut, dirinya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Akan tetapi menurut informasi dari yang didapatkan, api berasal dari tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan tersebut.

“Kami belum tahu pasti apa penyebab terjadi kebakaran, karena beberapa warga saat kami tanya api berasal dari tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan. Yang jelas kami sudah menangani dan syukurnya tidak sampai ke pemukiman warga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lebaran Idulfitri, Ribuan Pengunjung Padati Pulau Beras Basah

0
Lebaran Idulfitri, Ribuan Pengunjung Padati Pulau Beras Basah
Kondisi pengunjung Beras Basah di hari libur lebaran. (ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Sabtu (13/4/24) melaksanakan pengawasan dan pemantauan pengunjung di Pulau Beras Basah.

Dalam sehari pengunjung mencapai 750 orang. Para pengunjung berangkat dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Berbas Pantai, bahkan dari Bontang Lestari.

“Total 2 hari pengunjung sudah mencapai 1500 pengunjung,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Eko Mashudi.

Pada lebaran ketiga ini mulai dari pukul 07.00 hingga 12.00 Wita, jumlah pengunjung dari Bontang sebanyak 1128 orang. Kemudian pengunjung dari luar Bontang berjumlah 218 orang. Adapun jumlah kapal asosiasi yang beroperasi sebanyak 68 kapal.

“Kondisi per jam 14.00 wita padat merayap, dan pengunjung sudah mencapai 1.346 orang dengan kondisi yang kondusif aman,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Korban Tenggelam Berulang, Kahar Kalam Minta Pengawasan Kapal Diperketat

0
Korban Tenggelam Berulang, Kahar Kalam Minta Pengawasan Kapal Diperketat
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kahar kalam selaku pemerhati keselamatan masyarakat, menanggapi kejadian orang tenggelam yang sudah terjadi beberapa kali di jalur laut menuju Pulau Beras Basah.

Ia mengatakan, Beras Basah sudah menjadi ikon wisata favorit di Kota Bontang, dan setiap liburan tahun baru, Idulfitri, maupun Iduladha selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Namun sayangnya, menurutnya pengawasan di pelabuhan penyebrangan menuju Beras Basah tidak maksimal.

“Seharusnya pemerintah pihak yang terkait, membuat pos sementara untuk pengawasan kapal yang tidak memiliki ijin memuat penumpang. Seharusnya wajib instasi terkait membuatkan stiker kapal, tempel di lambung kanan kiri kapal untuk memudahkan pengawasan dari jauh berukuran 30×50 cm untuk memudahkan pengawasan petugas,” ujarnya.

Ia ingin menjaga hal-hal seperti di atas tidak terulang kembali setiap libur panjang. Karena yang selalu disalahkan masyarakat yang memiliki kapal tak berijin, kenapa kapal tak berijin bisa muat penumpang. Menurutnya hal tersebut karena pengawasan tidak bekerja maksimal, pengawasannya tentang keselamatan penumpang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Bontang Kunjungi Pj Gubernur Kaltim di Hari Kedua Lebaran

0
Wali Kota Bontang Kunjungi Pj Gubernur Kaltim di Hari Kedua Lebaran
Silaturahmi Wali Kota Bontang ke Pj Gubernur Kaltim di hari kedua lebaran. (ist)

BONTANG – Hari kedua Idulfitri 1445 Hijriah, Kamis (11/4/24), Wali Kota Bontang Basri Rase beserta keluarga didampingi Wakil Wali Kota Bontang, Najirah dan Sekda Aji Erlynawati bersilaturahmi di Lamin Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gadjah Mada, Samarinda.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik dan Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni. Silaturahmi ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Bontang dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah itu, rombongan Wali Kota Bontang juga mengunjungi kediaman pribadi Gubernur Kaltim periode 2018-2023, Isran Noor di Jalan Adipura, Sungai Kunjang, Samarinda.

Kegiatan silaturahmi ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak.

“Dengan ini dapat memperkuat sinergitas pembangunan Kota Bontang dan Provinsi Kalimantan Timur,” tutur Basri. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam