Beranda blog Halaman 889

Dispopar Rapat Koordinasi, Matangkan Persiapan Sambut Juri ADWI

0
Dispopar Rapat Koordinasi, Matangkan Persiapan Sambut Juri ADWI
Rapat koordinasi dihadiri Sekda, Aji Erylnawati, Asisten II Perekonomian Pembangunan, Lukman, dan seluruh stakeholder. (Lalu Dispopar)

BONTANG – Pemkot Bontang terus mematangkan persiapan untuk menyambut Tim Juri Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2023 dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang diwakili Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI.

Kehadiran Tim Juri ADWI dan Kemenparekraf dalam rangka penilaian Kampung Malahing, yang telah berhasil masuk 75 besar ADWI tahun 2023 ini.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang selaku koordinator tim persiapan ADWI, menggelar kembali rapat persiapan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Aji Erylnawati, Asisten II Perekonomian Pembangunan, Lukman, dan seluruh forkopimda, stakeholder, serta perangkat pendukung lainnya seperti Pokdarwis Malahing dan Bontang Kuala, Masata, ASIK, Selasa (20/6/2023) di Ruang Rapat Dispopar.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan Dispopar dengan Kemenparekraf, kedatangan Tim Juri ADWI 2023 dan rombongan Kemenparekraf dijadwalkan pada tanggal 23-24 Juni.

“Semua persiapan sudah dioptimalkan,” ujar Aznem singkat.

“Kampung Malahing sudah dipercantik, atribut pendukung seperti umbul-umbul juga sudah terpasang sepanjang jembatan,” imbuhnya.

Spot-spot terbaru juga sudah diberikan sentuhan warna yang segar. Penginapan untuk wisatawan juga sudah tersedia untuk menikmati keindahan Kampung malahing di pagi ataupun malam hari.

Nantinya, selain Kampung Malahing yang menjadi tujuan utama, Dispopar Bontang juga sudah mengagendakan kunjungan Tim ADWI 2023 untuk bertandang ke Bontang Kuala, yang merupakan salah satu wisata favorit masyarakat Bontang.

“Hal ini juga sebagai bahan untuk mempromosikan Bontang Kuala kepada para pejabat di tingkat nasional, dan memperkenalkan keunikan yang dimiliki Bontang Kuala, salah satunya BMW (Becak Motor Wisata). Harapannya, Bontang Kuala ke depannya dipersiapkan untuk masuk sebagai ADWI selanjutnya,” bebernya. (adv/al)

Gencar Berbenah, Kampung Malahing Malahing Siap Sambut Juri ADWI

0
Gencar Berbenah, Kampung Malahing Malahing Siap Sambut Juri ADWI
Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem bersama tim terus memantau perkembangan di Kampung Malahing. (Lalu Dispopar)

BONTANG – Kampung Malahing telah dinobatkan masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023. Kampung pesisir ini pun terus berbenah, untuk menyambut kehadiran para tim dewan juri ADWI tahun 2023, yang akan menyambangi pemukiman di atas air itu.

Beberapa fasilitas mulai diperbaiki bahkan ditambah, seperti jembatan dan spot foto terbaru. Selain itu, ada pula homestay yang bisa digunakan wisatawan untuk menikmati suasana Kampung Malahing.

Saat ini, Pemerintah Kota Bontang dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang terus menggenjot persiapan kehadiran Juri yang direncanakan kedatangannya pada 23-24 Juni mendatang.

Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem bersama tim terus memantau perkembangan di Kampung Malahing. Terbaru beliau didampingi dengan Kepala Bidang Olahraga, Muhtar bertandang ke Kampung Malahing, Senin (19/6/2023) untuk memastikan persiapan berjalan dengan baik.

Dari hasil pantauan di lapangan, saat ini beberapa tenda kerucut sudah mulai didirikan, umbul-umbul sudah terpasang sepanjang jembatan kampung tersebut. Spot foto dan jembatan juga sudah dipercantik.

“Berbenahnya Kampung Malahing ini diharapkan bisa menjadikan wisata di Kota Bontang terus berkembang, sehingga bisa menarik perhatian masyarakat, khususnya khalayak dari luar daerah. Dengan begitu, ekonomi masyarakat terutama di Kampung Malahing bisa berjalan dengan baik,” beber Aznem di sela-sela kunjungannya ke Malahing. (adv/al)

Pembebasan Lahan Labkes Bontang Dikorupsi Rp 3,9 M

0
Pembebasan Lahan Labkes Bontang Dikorupsi Rp 3,9 M
Kapolres Bontang, Yusep Dwi Prastiya (kiri) bersama Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto saat memberikan keterangan. (ist)

BONTANG – Polres Bontang saat ini tengah menangani tindak pidana korupsi pembebasan lahan, untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Bontang yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Labkes itu terletak di Jalan DI Panjaitan RT 2, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Kapolres Bontang, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto mengatakan, dari hasil tindak pidana korupsi pembebasan lahan, negara mengalami kerugian sebesar Rp 3,9 milyar. Tindak pidana korupsi saat ini masih dilakukan penyidikan dan pendalaman.

“Masih dilakukan pendalaman kepada terduga, akan kami beritahu ketika ada kenaikan status tersangka,” kata Iptu Hari Supranoto.

Barang bukti yang diamankan Polres Bontang yakni SK Wali Kota Bontang penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tahun 2012, berita acara pembayaran lahan laboratorium, kwintasi pembayaran sebesar Rp 7 juta, dan pembayaran kepada inisial SM.

“Kronologi kasus yakni pengadaan lahan yang dilakukan secara langsung tanpa bantuan panitia pengadaan. Kemudian tanah yang dilakukan pengadaan seharusnya dilakukan oleh panitia tanpa adanya perantara. Faktanya tanah yang dibebaskan tersebut dilakukan pada pihak yang tidak sesuai,” kata Iptu Hari Supranoto.

Hari menambahkan, modus operandi saat pengadaan lahan tidak sesuai dengan adanya dugaan pengaturan beberapa pihak dalam pembebasan lahan.

“30 saksi dan 2 saksi ahli diperiksa. Tersangka bisa bertambah. Semua diperiksa dari pemilik lahan dan pejabat sebagai saksi. Tipikor menangani dengan kehati-hatian, kita maksimalkan pengumpulan bukti dan pemeriksaan,” tambah Hari.

Pasal yang disangkakan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999  pemberantasan tindak pidana korupsi diubah menjadi undang-undang nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman seumur hidup atau paling singkat 4 tahun. (yah)

Mantan Pj Kepala Desa di Kukar Korupsi Rp 885 Juta

0
Mantan Pj Kepala Desa di Kukar Korupsi Rp 885 Juta
Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto (tengah) saat membeberkan kronologi korupsi dana desa. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Polres Bontang mengungkap tindak pidana korupsi dana desa. Dilakukan tersangka inisial FS (40), yang menjabat sebagai Pj Kepala Desa 2018-2019 Sambera Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto mengatakan, FS melakukan korupsi dana desa dan alokasi dana desa pada rentang 2018-2019, yang kemudian mendapati kerugian negara sebesar Rp 885 juta.

“Kerugian negara sebesar Rp 885.289.293 juta. Pelaku melakukan penyelewengan dana desa,” kata Kasat Reskrim Iptu Hari Supranoto, Rabu (21/6/2023).

Adapun barang bukti yang diamankan berupa nota-nota pembelian bahan material, SK Bupati pengangkatan dan pemberhentian PJ dan uang senilai Rp 24 juta.

Modus pelaku memiliki kewenangan dalam penggunaan dana desa. Dari dana desa tahun 2018 senilai Rp 2,1 milyar dan 2019 senilai Rp 2,6 milyar.

“Pada tahun 2018-2019 menggunakan dana desa dengan indikasi tidak sesuai kegiatan dan tidak dilaksanakan kegiatan. Melakukan gelar perkara beberapa kali, sehingga menaikkan status yang bersangkutan menjadi tersangka. Modus melakukan pembuatan laporan fiktif nota-nota bangunan dan stempel palsu,” jelas Iptu Hari.

Fs kemudian disangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan pasal 9 undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sesuai yang telah diubah dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman 4 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (yah)

Kolaborasi BUMN Majukan UMKM, Pupuk Kaltim Hadirkan Produk Wastra di PaDi UMKM Expo 2023

0

Tingkatkan daya saing dan peluang pasar UMKM lokal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) fasilitasi tiga usaha binaan pada gelaran Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM) Expo 2023 yang berlangsung secara hybrid di Gedung Sarinah Jakarta, mulai Rabu (14/6/2023).

Pada expo ini, tiga UMKM binaan yang difasilitasi Pupuk Kaltim merupakan usaha yang bergerak di bidang wastra, masing-masing Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah dari Kota Bontang, serta usaha Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan. Seluruhnya tergabung dalam satu paviliun Rumah BUMN bersama mitra binaan Pupuk Indonesia Grup, sebagai wujud harmonisasi antar perusahaan dalam memajukan UMKM di Indonesia.

Selain itu Pupuk Kaltim juga memfasilitasi promosi 14 UMKM binaan lainnya secara daring selama kegiatan, mulai dari sektor usaha makanan ringan dan oleh-oleh, minyak tradisional hingga minuman herbal.

Tak ketinggalan berbagai kegiatan dan hiburan menarik juga digelar Pupuk Kaltim selama agenda berlangsung, seperti performance Amurea Band and Friends dengan special guest Sandhy Sondoro, yang berhasil menyedot antusias para pengunjung yang hadir.

“Seluruhnya bisa diakses pengunjung yang datang ke lokasi, di area pusaka lantai dasar Sarinah,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, Kamis (15/6/2023).

Dijelaskan Qomaruzzaman, pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus implementasi TJSL Pupuk Kaltim, dengan mendorong seluruh pelaku usaha binaan menghasilkan karya berkualitas melalui serangkaian pendampingan yang diberikan. Seperti halnya Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah, merupakan produk UMKM lokal Bontang yang telah meraih Sertifikat Produk Pengguna Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), dengan kualitas yang juga telah diakui secara Nasional.

“Kedua produk batik ini tak hanya eksis di tataran lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional serta bersaing dengan kerajinan serupa dari berbagai daerah di Indonesia,” tandas Qomaruzzaman.

Bahkan dalam sejumlah event berskala internasional, dua produk batik binaan Pupuk Kaltim ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa hasil produk kreatif asli Bontang mampu bersaing dan siap naik kelas ke level internasional. Sehingga pengembangan potensi untuk membuka peluang yang lebih luas terus didorong perusahaan, agar UMKM binaan bisa menembus pasar global.

Beberapa event yang difasilitasi diantaranya side event KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, serta expo UMKM yang digelar dalam rangka MotoGP Mandalika tahun 2022. Dimana UMKM binaan Pupuk Kaltim dinyatakan lolos kurasi, sebagai salah satu produk unggulan hasil karya Indonesia.

“Potensi pasar inilah yang diharap bisa terus diperluas UMKM binaan, dengan berbagai pameran maupun kegiatan yang difasilitasi Pupuk Kaltim. Dari hal ini kita bisa membuktikan jika produk lokal tidak kalah bersaing dari produk sejenis dari luar,” papar Qomaruzzaman.

Dirinya menyebut Pupuk Kaltim akan terus fokus pada tiga program utama implementasi TJSL sesuai amanat Kementerian BUMN, yakni pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMKM. Sehingga pengembangan pelaku usaha lokal yang berdaya saing semakin tercapai, diiringi peningkatan sumberdaya manusia serta kualitas lingkungan yang lebih optimal.

Seluruh UMKM binaan terus didorong menghasilkan karya berkualitas, agar mampu bersaing dengan produk sejenis dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan hingga penciptaan lapangan usaha mandiri melalui pendampingan berkelanjutan.

“Secara bertahap Pupuk Kaltim terus mendorong dan memfasilitasi UMKM binaan bisa mendapatkan SPPT SNI, sehingga daya saing pelaku usaha lokal makin tumbuh dan berkembang. Tak hanya di sektor wastra, tapi juga seluruh bidang seperti makanan dan minuman maupun produk lainnya,” lanjut Qomaruzzaman.

Terkait digitalisasi UMKM, juga telah dikembangkan Pupuk Kaltim secara terintegrasi melalui marketplace binaan yang menaungi ratusan pelaku UMKM di Kota Bontang. Hal ini bentuk keseriusan perusahaan dalam pengembangan potensi pelaku usaha, sehingga bisa menjangkau pasar yang jauh lebih signifikan.

Hal ini sejalan dengan semangat PaDi UMKM dalam mendorong digitalisasi UMKM di Indonesia, sehingga produk dan layanan yang ditawarkan mampu terserap pasar secara optimal.

“Para pelaku usaha pun dibekali pengetahuan dan keterampilan pengelolaan usaha secara digital, sehingga mampu mengadopsi perkembangan teknologi saat ini untuk mendongkrak potensi pasar. Ini menjadi kesinambungan pembinaan secara terarah yang terus difokuskan Pupuk Kaltim bagi UMKM binaan,” pungkas Qomaruzzaman.

PaDi UMKM Expo 2023 batch ke-4 berlangsung hingga 18 Juni 2023, diikuti sebanyak 669 UMKM binaan dari berbagai instansi, lembaga hingga Kementerian Koperasi dan UMKM hingga Pupuk Indonesia Grup. Melalui kegiatan ini pelaku UMKM didorong untuk masuk ekosistem digital, dan mampu memperluas pasar hingga global. (adv)

Pengurus Pemuda Ikapakarti Dikukuhkan

0
Pengurus Pemuda Ikapakarti Dikukuhkan
Pengukuhan para pengurus Pemuda Ikapakarti yang dihadiri Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Pengurus Pemuda Ikapakarti dikukuhkan Ketua DPD Ikapakarti Bontang, Harsono, Senin (19/6/2023) malam, di Stadion Bessai Berinta.

Pengukuhan tersebut diisi dengan kegiatan pembacaan naskah pengukuhan Pemuda Ikapakarti oleh Sekretaris DPD Ikapakarti, Sutrisno. Serta pembacaan sumpah oleh Ketua DPD Ikapakarti, Harsono yang diikuti Ketua Pemuda Ikapakarti, Sulistyo bersama anggotanya.

Pembina DPD Ikapakarti, Dasuki menitipkan ke wali kota dan wakil walikota agar dididik, dibina, dan didorong, sehingga programnya berjalan dengan lancar dan sinergi dengan Pemkot Bontang.

Sementara itu Wali Kota Basri Rase dalam sambutannya mengatakan, Pemuda Ikapakarti diharapkan agar bersinergi di segala bidang dengan Pemerintah Kota Bontang.

Hadir dalam pengukuhan tersebut, Kadisdikbud Bambang Cipto Mulyono, para ketua paguyuban di bawah Ikapakarti, ketua komunitas seni di Kota Bontang, Pembina Paguyuban Tosan Aji Besai Berinta (Panji Beber), Tomy Johan Agusta atau yang akrab disapa Begawan Ciptaning Mintorogo.

Di kegiatan tersebut diisi pula dengan penampilan pentas seni dari Minahasa dan seni dari daerah Banyuwangi. (rls)

Seragam Gratis untuk SMP Sudah 75 Persen

0
Seragam Gratis untuk SMP Sudah 75 Persen
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparuddin. (ist)

BONTANG – Tahun 2023 ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan seragam gratis kepada pelajar SD dan SMP yang kini sudah memasuki proses pembuatan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan, bahwa seragam putih biru untuk pelajar SMP sudah dalam proses penjahitan, dan seragam putih merah untuk SD sudah mulai proses pengukuran.

“Seragam SMP sudah 75 persen dan target bisa dibagikan bulan depan, untuk seragam SD baru pengukuran,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Selasa (20/6/23).

Total untuk seragam SD tercatat sebanyak  3.456 pasang dan seragam SMP sebanyak 3.250 pasang. “Untuk seragam SD kemungkinan Juli akan selesai,” tambahnya.

Seragam sekolah ini dikerjakan di LPK Ayulia dengan memberdayakan penjahit-penjahit lokal, dalam membantu untuk membuat seragam sekolah tersebut

“Untuk bahan-bahannya sendiri sudah dipilih, dan memang yang mengerjakannya disebar memberdayakan penjahit-penjahit lokal,” jelasnya.

Dengan adanya program seragam gratis dari pemerintah ini, tentu diharapkan banyak pekerja rumahan yang terbantu dan merasakan manfaat program tersebut. Itu sebabnya, penjahit rumahan ikut tergabung dalam program tersebut. (sya)

Sosialisasi PRA, Cegah Kekerasan pada Anak di Lingkungan Pesantren

0
Sosialisasi PRA, Cegah Kekerasan pada Anak di Lingkungan Pesantren
Pelaksanaan sosialisasi pesantren ramah anak. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG –Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) mensosialisasikan pesantren ramah anak kepada seluruh pesantren di Bontang, Selasa (20/6/2023) di Auditorium Dispopar Bontang. Hal itu dilakukan sebagai salahsatu upaya mewujudkan raihan predikat Kota Layak Anak (KLA).

Kegiatan ini menghadirkan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara daring (online).

Kepala DPPKB Bontang, Bahauddin mengatakan, nantinya pasca sosialisasi ini pesantren dapat melaksanakan pesantren ramah anak sesuai dengan konvensi hak anak nasional.

Implementasi pesantren ramah anak pun akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun tidak semua pesantren, tapi akan dilihat bagaimana sistem pendidikan dan sarana prasarana yang ada.

“Bukan hanya belajar, tapi ada juga hak anak bermain, berkumpul, bersosialisasi sesama teman, supaya psikologi anak berkembang. Setelah ini akan kita follow up, kira-kira pesantren mana yang akan kita survei dulu mengenai sistem pembelajarannya, dan sarana prasarananya yang akan kita bantu benahi menjadi pesantren ramah anak,” kata Bahauddin.

Bahauddin juga berharap, agar ke depannya peran orang tua dan pondok pesantren dapat memberikan perlindungan bagi siswa pesantren, terlebih ketika pesantren ramah anak sudah terbentuk.

“Orang tua tidak takut lagi memasukkan anak-anaknya ke pesantren. Sehingga ketika pesantren ramah anak terbentuk, maka benar-benar ramah pada anak. Pengawasannya kita akan berkolaborasi dengan Kemenag dan dinas pendidikan,” tutur Bahauddin.

Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Deddy Hariyanto mengungkapkan, dalam rangka mempercepat terwujudnya KLA, salah satu indikatornya yaitu penyediaan pendidikan maupun pengasuhan yang ramah anak di lingkungan pesantren.

Deddy menambahkan, kasus kekerasan terhadap anak, terutama berbasis kekerasan seksual masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Kejahatan seperti itu tidak melihat potensi latar belakang pelaku maupun tempat peristiwa, termasuk di institusi berbasis agama, seperti pondok pesantren.

“Kekerasan terhadap santri yang dilakukan oleh oknum sesama santri, oknum tenaga pendidik, maupun lingkungan di sekitar pesantren bisa kita jumpai di pemberitaan media massa. Kekerasan seksual, perundungan verbal maupun fisik, yang mengakibatkan luka ringan, luka berat, apalagi kematian harus menjadi perhatian bersama dan dicegah,” jelas Deddy.

Melalui pesantren ramah anak, diharapkan pesantren di Bontang dapat tumbuh dan berkembang menjadi tempat yang mampu memperkuat peran orangtua, penghuni pesantren (guru, pendamping asrama dan santri) dalam melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pesantren. (yah)

Pemilik Wisma di Prakla Kedapatan Jual Wanita Rp 550 Ribu

0
Pemilik Wisma di Prakla Kedapatan Jual Wanita Rp 550 Ribu
Pelaku saat diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Usai menangkap pemilik wisma beberapa waktu lalu, Polres Bontang kembali membongkar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Prakla, Berbas Pantai, Selasa (20/6/2023) pukul 00.30 Wita.

Tim Rajawali Polres Bontang menangkap A, pria 41 tahun salah satu pemilik wisma di Prakla. Tersangka ketahuan menjual seorang wanita kepada tamu wismanya seharga Rp 550 ribu.

Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Hari Supranoto, sekali kencan tersangka mendapat upah Rp 150 ribu.

“Kami amankan nota dan uang tunai, juga buku list pemandu karaoke,” ungkapnya.

Diketahui, korbannya merupakan warga Sulawesi Selatan. Dia baru 10 hari bekerja di tempat tersangka.

“Untuk berapa banyak korbannya, masih kami dalami, yang jelas korban kali ini baru bekerja sama dia,” katanya.

Tersangka dijerat pasal 2 Ayat 1 UU nomot 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (hms)

Malam Ini Grand Final Putra Putri Pariwisata Bontang 2023!

0
Malam Ini Grand Final Putra Putri Pariwisata Bontang 2023!
Kegiatan unjuk bakat talent show Putra Putri Pariwisata Bontang 2023 di Bontang Citi Mall, Minggu (18/6/2023). (ist)

BONTANG – Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kota Bontang Tahun 2023 mendekati puncaknya. Malam ini, Selasa (20/6/2023) para finalis dijadwalkan akan mengikuti tahap akhir, yaitu babak grand final, yang akan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang.

Ketua Ikatan Alumni Putra Putri Wisata Bontang, Trendy Polkanov menjelaskan, bahwa event garapan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang ini sudah berlangsung sejak tanggal 10 Juni 2023 lalu dan akan berakhir Rabu (21/6/2023).

Diceritakan, awalnya audisi diikuti sebanyak 72 peserta yang terdiri dari 20 peserta laki-laki dan 52 peserta perempuan. Seluruh peserta mengikuti tahapan audisi yang berlangsung selama 2 hari 10-11 Juni di Auditorium Dispopar Bontang.

“Tanggal 10 Juni peserta mengikuti tes tulis dan performance. Kemudian tanggal 11 interview sekaligus pengumuman 10 putra dan 10 putri yang terpilih sebagai finalis,” ujarnya.

Berikutnya, ke-20 finalis menjalani pra karantina yang berlangsung tanggal 12-16 Juni. Para finalis mengikuti kegiatan foto shoot, koreografi, dan kunjungan ke spot-spot wisata di Bontang seperti Kampung Malahing.

Lalu di tanggal 17-21 Juni para peserta mengikuti tahap karantina di Hotel Bintang Sintuk.

“Tanggal 18 Juni kemarin para peserta mengikuti unjuk bakat talent show Putra Putri Pariwisata Bontang 2023 di Bontang Citi Mall. Dan malam ini puncak acara babak grand final,” bebernya.

Kegiatan ini rutin diadakan 2 tahun sekali. Namun karena wabah covid-19 lalu kegiatan ini terhenti sementara. Diadakan untuk memilih role model dan icon untuk pariwisata Bontang. Di akhir acara akan dipilih sepasang Duta Wisata Putra Putri dan Putri Pariwisata Bontang di tahun 2023 ini.

“Para pemenang akan mengikuti segala kegiatan pemerintahan yang berhubungan dengan pariwisata Bontang atau yang diadakan oleh Dispopar Bontang selama 2 tahun ke depan,” pungkasnya. (adv/al)