Beranda blog Halaman 922

Kemenlu Larang Pemkot Bayar Tebusan Ayu

0
Kemenlu Larang Pemkot Bayar Tebusan Ayu
Perwakilan Disnaker Bontang saat konsultasi di Kemenlu. (ist)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang membeberkan poin-poin hasil pertemuannya dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) beberapa waktu lalu. Dimana pertemuan tersebut guna membahas persoalan Ayu Febriani, TKW asal Bontang yang mengaku ditipu oleh seorang agen tenaga kerja.

Terdapat 8 poin dibeberkan Oleh Kadisnaker Bontang, Abdu Safa Muha. Di antaranya:

  1. Untuk permasalahan Ayu Febriani sudah ditangani oleh KBRI Damaskus.
  2. Untuk proses pemulangan tidak seperti merta dapat dilakukan, lantaran ada Konvensi Mina, aturan hukum internasional tentang perjanjian antar negara.

Dalam perjanjian itu mengatur pekerja migran di Suriah adalah legal dan terikat kontrak. Apabila ingin mengakhiri kontrak secara sepihak, harus mengganti biaya perekrutan dan biaya ganti rugi yang nilainya sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.

“KBRI tidak boleh memaksa mengambil pekerja dari majikan, tanpa memperhatikan kontrak dan klausul ganti rugi yang ada dalam kontrak tersebut,” ujarnya.

  1. Perlu diketahui bahwa dengan status Ayu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dinyatakan sah/resmi di mata hukum Suriah.

“Penjemputan ke rumah majikan oleh KBRI merupakan tindakan yang bertentangan dengan aturan dan hukum Suriah. KBRI harus mendekati agen di Suriah untuk memindahkan PMI tersebut ke kantornya, atau jika memungkinkan PMI tersebut datang ke KBRI secara mandiri,” bebernya.

  1. Untuk PMI yang minta dipulangkan ke tanah air, yang dilakukan KBRI adalah mengupayakan agar agen dan majikan di Suriah memberikan exit permit bagi PMI tersebut. Ini merupakan tahap yang paling rumit dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, karena KBRI harus bernegosiasi dengan agen dan majikan yang merasa dirugikan oleh PMI yang kabur sebelum menyelesaikan kontraknya.
  2. Apabila permohonan exit permit dikabulkan, KBRI dapat melanjutkan proses pemulangan PMI dengan mengurus syarat-syarat keimigrasian dan kebutuhan administrasi lainnya, seperti paspor/SPLP, tiket pesawat, sertifikat PCR/vaksin, dsb.
  3. Kemenlu mendorong keluarga untuk memproses hukum penyalur tenaga kerja, agar bertanggung jawab atas proses pemulangan dan pembayaran ganti rugi kepada majikan.
  4. Tidak menyarankan pemerintah kota untuk membayarkan ganti rugi kepada majikan, karena akan terulang lagi di waktu mendatang dan tidak akan membuat efek jera bagi penyalur-penyalur TKI ilegal.
  5. Dir PWNI berencana akan ke Bontang untuk menemui keluarga tenaga Migran Indonesia, untuk menjelaskan mengenai proses yang sedang terjadi, dan yang akan dilakukan ke depan terhadap permasalahan Ayu Febriani. (al)

Polisi Amankan 18 Tersangka dari 13 Kasus di Operasi Pekat Mahakam 2023

0
Polisi Amankan 18 Tersangka dari 13 Kasus di Operasi Pekat Mahakam 2023
Miral ilegal diamankan beberapa waktu lalu di Pelabuhan Loktuan. (ist)

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan 18 tersangka dari 13 kasus tindak pidana dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mahakam 2023, yang digelar di kota setempat selama 20 hari pelaksanaan.

“Jumlah tersangka 18 orang, ada 13 kasus yang terdiri 9 kasus kategori mudah dan 4 kasus ringan atau tindak pidana ringan,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasi Humas Iptu Mandiono.

Iptu Mandiono mengatakan, dari keseluruhan pengungkapan kasus selama Operasi Pekat Mahakam 2023, kasus yang paling menonjol dan berhasil diungkap adalah pencurian 4 kasus, pengedaran miras 4 kasus , judi 3 kasus, dan senjata tajam 2 kasus.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk kasus miras dikenakan tindak pidana ringan dan tersangka dikenakan denda sesuai putusan dari majelis hakim.

Meski Operasi Pekat Mahakam 2023 telah berakhir, Polres Bontang tetap melaksanakan patroli rutin untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini, hingga nanti menjelang Idul Fitri,” kata Kasi Humas mengakhiri penjelasannya. (hms)

Kasus Pencabulan di Tugu Khatulistiwa, NR Dipulangkan Polisi

0
Kasus Pencabulan di Tugu Khatulistiwa, NR Dipulangkan Polisi
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – NR salah satu tersangka kasus pencabulan di Tugu Khatulistiwa boleh bernafas lega, setelah dipulangkan Polisi karena tidak cukup bukti untuk menjeratnya, Rabu (12/4/2023) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Marangkayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, NR dibebaskan setelah dalam gelar perkara penyidik tidak menemukan alat bukti yang cukup untuk menjeratnya.

“Dari hasil gelar perkara belum cukup bukti untuk meningkatkan status NR menjadi tersangka,” tutur AKP Slamet Riyadi.

“NR sementara ini kami kenakan wajib lapor dan tidak boleh meninggalkan wilayah tempat tinggalnya, kami masih memerlukan keterangannya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk korban saat ini terus dipantau kondisi psikologisnya pasca kejadian keji yang menimpa dirinya.

Diberitakan sebelumnya, tiga bocah laki-laki masih di bawah umur tega memperkosa pelajar 15 tahun di Tugu Equator, Jalan Poros Bontang-Samarinda. Pemerkosaan terjadi pada 8 April lalu sekira pukul 05.00 wita, di dalam toilet.

“Dari pengakuan korban dia dipaksa mabuk minum miras, sebelum akhirnya tidak sadarkan diri,” jelasnya. (hms)

Sediakan Harga Distributor, Pasar Murah Diskop UKMP Diserbu Warga

0
Sediakan Harga Distributor, Pasar Murah Diskop UKMP Diserbu Warga
Antrean panjang warga saat hendak membeli kebutuhan bahan pokok. (Yahya Yabo/Media Kaltim (grup Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) menggelar Bazar Ramadan murah untuk bahan pokok, dengan harga distributor, Kamis (13/4/2023) di Lapangan Parikesit.

Bazar Ramadan kali ini bekerja sama dengan 6 distributor bahan pokok seperti Perum Bulog, agen gas elpiji, dan distributor telur dan minyak yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan.

Wakil Wali Kota Bontang (Wawali), Najirah mengatakan, dilaksanakannya bazar Ramadan dengan harga distributor ini agar masyarakat dapat memenuhi bahan pokok yang dibutuhkan sesuai dengan harga murah.

Ketahanan pangan di Kota Bontang akan tercukupi hingga pelaksanaan hari raya Idulfitri. Selain itu, Bazar Ramadan ini merupakan program tahunan.

“Bantu warga persiapan menjelang lebaran. Paling tidak berbeda dengan harga di pasaran, agar mengatasi lonjakan harga di pasaran,” kata Najirah kepada awak media, Kamis (13/4/2023).

Kepala Dinas Diskop UKMP, Kamilan menambahkan, kegiatan ini diadakan guna mengantisipasi kenaikan harga. Dilaksanakan untuk masyarakat agar dapat dijangkau dengan harga murah.

“Ini tidak paket, tapi harga distributor, kalau harga beras Bulog kan selisihnya bisa jauh di pasaran,” kata Kamilan saat ditemui.

Ia juga menyebutkan kebutuhan beras yang paling signifikan dan meningkat. Bulog menyediakan sebanyak 4 ton beras dan 1 ton gula pasir.

“Elpiji dan beras yang paling banyak dicari. Ini waktunya 3 hari saja. Kalau dalam waktu satu hari sudah habis, mungkin kita minta tambahan stok,” jelas Kamilan.

Sementara, Asisten Manajer Bisnis Perum Bulog cabang Samarinda, Lucky Ali Akbar mengatakan Bulog menyediakan gula dan beras untuk menggelar bazar Ramadan bersama Diskop UKMP Bontang dengan harga distributor.

Beras yang dijual dengan kualitas premium walaupun dengan harga medium. “Harga beras satu karung 5kg Rp 59.500, itu dengan kualitas premium. Estimasi jumlah beras sebanyak 800 karung,” ungkapnya.

Dengan adanya Bazar Ramadan ini, salah satu warga, Muhammad Jawazan mengaku antusias dan terbantu. Ia juga berharap agar ada bazar-bazar murah setiap even-even.

“Lumayan murah harganya distributor, untuk digunakan sehari-hari,” kata Jawazan.

Harga-harga bahan pokok yang tersedia seperti telur harga Rp 55 ribu 1 piring, minyak goreng harga Rp 16.500 – 18.500, tepung Rp 11.500, gas elpiji 3kg harga Rp 21.000, gula harga Rp 13.500 dan beras harga Rp 59.500. (yah)

Pasar Murah Diskop UKMP, Tabung Melon Diserbu Warga

0
Pasar Murah Diskop UKMP, Tabung Melon Diserbu Warga
Salahsatu stan menjual beras bulog di pasar murah. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Ada yang berbeda dari pasar murah yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang, Kamis (13/4/2023) ini, dari tahun-tahun sebelumnya. Diskop-UKMP menyediakan elpiji 3 Kg dengan harga murah.

Tabung gas yang biasa disebut tabung gas melon itu menjadi salahsatu yang diminati warga, “Beras, gula pasir, dan tabung gas menjadi yang paling diminati oleh warga,” ucap Kepala Diskop-UKMP, Kamilan, Kamis (13/4/2023).

Tabung gas melon dijual dengan harga miring. Per tabung seharga Rp 21 ribu. Perbedaannya yang signifikan menjadi daya tarik pembeli, dengan harga selisih mencapai Rp 10 ribu.

Stoknya pun melimpah mencapai 5 ribu tabung.

Selain gas melon, beras juga menjadi komoditi yang menjadi incaran warga. Selain harganya yang miring stoknya pun disediakan dalam jumlah yang cukup mencapai 4 ton beras.

“Ini kita ambil harga distributor. Kalau kelipatan sudah berapa. Apalagi harga beras masih tinggi sekarang ini, beras jadi banyak diincar di pasar murah ini, ” jelasnya.

Nurhidayah, Kabid Perdagangan Diskop-UKMP, pesimis stok beras bulog bisa ditambah. Berkaitan dengan itu, ia akan melihat kondisi di hari pertama dan kedua, karena terkendala biaya distribusi yang besar dan sebenarnya tidak ada penganggaran. Sehingga kegiatan ini murni untuk memfasilitasi serta menekan angka inflasi.

“4 ton beras kemungkinan habis hari ini. Karena antusias masyarakat cukup besar. Kalau hari ini habis, besok tinggal beras yang dari distributor. Kemungkinan restock kecil,” tutupnya. (sya)

Beri Obat Profilaksis, Dinkes Cegah Difteri di SDN 005 BU

0
Beri Obat Profilaksis, Dinkes Cegah Difteri di SDN 005 BU
Ilustrasi difteri. (ist)

BONTANG – Seorang murid di SDN 005 Bontang Utara (BU) terdeteksi terjangkit difteri, Rabu (12/4/2023). Tak hanya pihak sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang pun bertindak cepat mengantisipasi penyebaran difteri tersebut.

Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, Adi Permana mengatakan, telah melakukan pencegahan di SDN 005 Bontang Utara, dengan pemberian vaksin difteri bagi orang sekitar yang kontak langsung dengan siswa tersebut. Baik di wilayah sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

“Dilakukan screening serta diberikan vaksin difteri, dan pemberian obat profilaksis. Dengan obat, bakterinya hilang setop penularan pada saat itu,” kata Adi kepada Mediakaltim.com (grup Radarbontang.com).

Bagi siswa yang masih belum lengkap vaksin difteri, kata Adi, juga diberikan agar pencegahan penularan difteri bisa lebih maksimal.

“Pelaksanaan vaksin difteri dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November. Siswa yang belum dapat bisa ikut,” sebut Adi.

Sementara itu Kadiskes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati menambahkan, Dinkes juga melakukan pelacakan penyebaran kontak, dengan yang terjangkit untuk kewaspadaan dini.

“Kita lacak penyebaran kontak dengan yang terjangkit untuk kewaspadaan dini kita, sekaligus memberikan vaksinasi bagi anak murid yang belum lengkap vaksinnya karena pandemi kemarin,” tambah Kadinkes. (yah)

1 Siswa SDN 005 BU Terjangkit Difteri, Sekolah Terapkan Pencegahan Psikologis

0
1 Siswa SDN 005 BU Terjangkit Difteri, Sekolah Terapkan Pencegahan Psikologis
Petugas nakes Dinkes dan Puskesmas BU II saat memberikan vaksin difteri. (Yahya Yabo/Media Kaltim (grup Radarbontang.com)

BONTANG – Seorang murid di SDN 005 Bontang Utara (BU) terdeteksi terjangkit difteri, Rabu (12/4/2023). Pihak sekolah bertindak cepat melakukan upaya antisipasi penyebaran difteri.

Kepala Sekolah SDN 005 BU, Ratna Husain menjelaskan, siswa tersebut diketahui terkena Difteri setelah sebelumnya memeriksakan diri ke puskesmas.

“Informasi itu dari wali kelasnya. Sebelum ke puskesmas siswa itu tidak pernah membuka maskernya saat di sekolah. Tapi saat sudah teridentifikasi, siswanya sudah tidak pernah masuk sekolah,” kata Ratna.

Mendapatkan info tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah pencegahan. Sekolah menerapkan protokol kesehatan dan pemeriksaan oleh petugas kesehatan Puskesmas Bontang Utara.

“Kami sudah terapkan kembali protokol kesehatan untuk pencegahan,” imbuhnya saat dikonfirmasi Mediakaltim.com, (grup Radarbontang.com), Rabu (12/4/2023).

Pengawas Sekolah, Muhammad Rohim menambahkan, selain menerapkan protokol kesehatan pihak sekolah melakukan pencegahan psikologis bagi siswa yang terjangkit tersebut.

“Pencegahan psikologis tersebut agar jangan sampai ada stigma berlebihan pada siswa difteri itu. Kami minta wali kelasnya untuk melakukan hal itu,” ungkap Rohim. (yah)

Ucap Syahadat, 10 Orang Mualaf Tahun 2022 di Masjid Baiturahman

0
Ucap Syahadat, 10 Orang Mualaf Tahun 2022 di Masjid Baiturahman
3 bersaudara yang pernah mengucap syahadat di Masjid Baiturahman. (ist)

BONTANG – Jumlah warga non muslim yang mengucapkan syahadat atau memeluk agama Islam di Masjid Baiturahman Tahun 2022 lalu sekira 10 orang. Angka itu berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pembinaan Umat Islam (BPUI) Masjid Baiturahman.

Abdul Karim, salahsatu pembina mualaf BPUI Masjid Baiturahman menjelaskan, hampir setiap tahunnya selalu ada masyarakat yang meminta untuk masuk Islam di Masjid Baiturrahman.

Beragam alasan dikemukakan para mualaf tersebut yang menyebabkan mereka mengucapkan syahadat. Di antaranya memiliki pengalaman spiritual, ada ketentraman jiwa saat mendengarkan lafal ayat-ayat Al-Quran dan kemerduan azan.

“Kebanyakan alasan yang dikemukakan lantaran mereka menemukan makna dan ketenangan jiwa di dalam Islam, yang tidak ditemukan dalam agama sebelumnya,” ujar Karim saat diwawancarai Radarbontang.com, Selasa (11/4/2023) kemarin.

Pasca syahadat, para mualaf ini rutin diberikan pembekalan dan pembelajaran Agama Islam. Di Masjid Baiturrahman kerap kali diadakan pembelajaran khusus para mualaf, baik dari lokal Bontang hingga dihadiri mualaf luar Bontang.

Seringpula diadakan pertemuan akbar untuk sesama mualaf.

“Tidak hanya di Masjid Baiturrahman, pembelajaran untuk mualaf juga dilakukan di beberapa daerah di kota Bontang,” pungkasnya.  (nd)

Kasus Pencurian Dompet Isi Rp 20 Juta Berakhir Damai, Pelaku Dibebaskan

0
Kasus Pencurian Dompet Isi Rp 20 Juta Berakhir Damai, Pelaku Dibebaskan
Kasus pencurian tas isi Rp 20 juta berakhir damai. (ist)

BONTANG – Korban pencurian dompet berisi uang Rp 20 juta beberapa waktu lalu mencabut laporannya. Pelaku berinisial YN (25) warga Kelurahan Gunung Elai itu akhirnya dibebaskan, Selasa (11/4/2023).

Korban mencabut laporannya, karena antara dia dan tersangka saling mengenal baik, tersangka kerap membantu korban.

“Korban sering belanja di toko sembako tempat tersangka kerja,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Utara Iptu Tri Sudiantoro.

Usai pencabutan laporan, keduanya mengisi surat kesepakatan damai. Tersangka juga kini telah dibebaskan, dengan catatan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Uang Rp 20 juta yang dicuri itu juga masih utuh, belum ada digunakan sama tersangka, dia panik kemarin jadi tidak berani mengembalikan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Bontang Utara dan Tim Rajawali Polres Bontang berhasil mengamankan salah seorang pelaku pencurian dompet berisi uang Rp 20 juta.

Pelaku berinisial YN (25) melakukan aksinya saat korban tidak mengetahui jika dompetnya terjatuh di depan toko sembako di Tanjung Limau, Bontang Utara, pukul 19.00, Senin (10/4/2023) kemarin.

Korban kemudian kembali dan mengecek CCTV, diketahui pelakunya adalah YN. (hms)

Begini Klarifikasi Perusahaan yang Tak Mampu Bayar THR!

0
Begini Klarifikasi Perusahaan yang Tak Mampu Bayar THR!
Posko THR Disnaker. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang meralat pernyataan, terkait ada satu perusahaan di Bontang yang tidak mampu membayar Tunjangan Hari Raya (THR) ke karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan oleh Andi Kurnia, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Dinas Disnaker Bontang

Ia mengatakan bahwa laporan itu salah. Sebenarnya perusahaan sanggup membayar, hanya saja dikarenakan THR yang jumlahnya melebihi gaji perbulan karyawannya, pihak perusahaan meminta agar membayarnya secara bertahap.

“Perusahaan melapor ke Disnaker agar tidak ada kesalahpahaman antar karyawan dan perusahaan,” jelasnya saat ditemui redaksi Radarbontang.com (11/4/23).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihak perusahaan akan melakukan evaluasi kepada karyawannya, terkait pemberian THR bertahap tersebut.

“Perusahaan memberitahu Disnaker, karena siapa tahu ada salah satu karyawan yang mengeluhkan hal tersebut, dari pihak kami dapat memberikan penjelasan,” tambahnya.

Andi Kurnia akan terus memantau dan memastikan langsung hingga 7 hari pasca lebaran, apakah pemberian THR sudah secara menyeluruh atau belum.

Ia juga menegaskan, untuk para karyawan jangan takut untuk memberikan laporan di posko THR, karena THR sudah merupakan hak para pekerja. Identitas pelapor juga akan dirahasiakan.

“Kami tentu ingin para pekerja ini sejahtera jadi baiknya THR harus diberikan tepat waktu,” tutupnya. (sya)