Beranda blog Halaman 608

183 Lansia Terima BST, Neni Sebut Pengurangan Beban Ekonomi Kelompok Rentan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan penyerahan BST ke lansia, di Pendopo, Rujab. (Ist).

BONTANG – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Yayasan Pandu Qolby Bontang menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) ke 183 Lanjut Usia (Lansia), di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Sabtu (21/6/2025).

Penyerahan bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.

Neni sebut dalam bantuan ini bukan sekedar bentuk kepedulian simbolik saja, melainkan bagian dari strategi konkret dalam pengurangan beban ekonomi pada kelompok rentan, khususnya bagi lansia.

“Pastinya saya berikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi di kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini tidak putus begitu saja,” ucapnya saat sambutan.

Selain itu, Neni turut menekankan urgensi perhatian terhadap lansia sebagai kelompok yang paling rentan. Terlebih lagi, lansia sangat memerlukan perhatian yang ekstra.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dasar sehari-hari, agar para lansia tetap mandiri, berbahagia, dan berdaya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Universitas Trunajaya Resmi Ditutup, Mahasiswa Dialihkan ke Perguruan Tinggi Lain

0

BONTANG – Universitas Trunajaya yang berlokasi di Jalan Taekwondo, Gunung Sari, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, secara resmi dinyatakan ditutup.

Penutupan ini merujuk pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 442/B/O/2025 tanggal 11 Juni 2025 tentang Pencabutan Izin Pendirian Universitas Trunajaya di Kota Bontang. Surat tersebut disampaikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan pada 17 Juni 2025.

Dalam keputusan tersebut, izin pembukaan program studi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Miliana Bontang juga turut dicabut. Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Diktum Kedua, pihak yayasan diwajibkan melakukan pendataan seluruh mahasiswa aktif untuk dialihkan ke perguruan tinggi lain.

LLDIKTI XI menyebutkan bahwa pelaporan pendataan tersebut harus disertai dengan dokumen pendukung seperti formulir pendaftaran, ijazah SMA/SMK, KTP, akta kelahiran, kartu keluarga, dokumen konversi (bagi mahasiswa pindahan), SK mahasiswa baru, kartu rencana studi (KRS), kartu hasil studi (KHS), serta daftar hadir perkuliahan.

“Bagi alumni yang ingin melegalisir ijazah, silakan datang langsung ke kantor LLDIKTI XI atau kirimkan dokumen melalui pos. Tidak ada biaya legalisir. Sementara untuk mahasiswa yang ingin pindah ke perguruan tinggi lain, kami akan bantu dengan menerbitkan surat pengantar,” ujar Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Muhammad Akbar, saat dihubungi pada Sabtu (21/6/2025).

Sebelumnya, Universitas Trunajaya telah menghadapi berbagai persoalan selama bertahun-tahun, mulai dari tunggakan gaji dosen hingga kendala administratif yang berdampak pada ratusan mahasiswa, termasuk yang belum menyelesaikan studi.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC Resmi Berganti, Mayor Arh Bayu Adiwisuda Nahkoda Baru

0
Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Mayor Arh Bayu Adiwisuda. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, dari Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto resmi digantikan oleh Mayor Arh Bayu Adiwisuda, Jumat (20/6/2025).

Upacara serah terima jabatan itu dilaksanakan di lapangan Batalyon Arhanud 7/ABC dan dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja.

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengatakan, bahwa kepemimpinan yang sekarang harus bisa melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pemimpin sebelumnya.

“Salah satu yang perlu dilanjutkan adalah masalah ketahanan pangan. Karena ini merupakan program yang sekarang lagi didorong oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, juga di instansi yang lain,” katanya.

Ia menyebutkan, alutsista atau singkatan dari Alat Utama Sistem Senjata milik Batalyon 7/ABC sudah cukup modern, namun tetap memerlukan adanya pengadaan untuk yang baru maupun peremajaan alutista.

“Kita ingin Batalyon yang siap tempur, apalagi kita dekat dengan IKN. Kita juga perlu ada inovasi, kembangkan kreativitas-kreativitas ide-ide yang out of the box,” pintanya.

Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Mayor Arh Bayu Adiwisuda, berterima kasih atas sambutan yang dilakukan oleh pihak Batalyon. Ia meminta agar mereka dapat bergerak bersama dalam masa kepemimpinannya.

“Kami siap melanjutkan apa yang sudah berjalan, serta melakukan pengabdian,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Belum Temukan kejelasan, Fraksi Gerindra Soroti Pengelolaan Galian C

0
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling Heri. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Persoalan galian C yang belakangan menjadi pembicaraan, dinilai tak kunjung menemukan titik terang. Hal ini disoroti Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling Heri.

Belum adanya kejelasan hukum atas legalitas galian C, menjadi masalah baru bagi Kota Bontang. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah kerap tertunda, karena kekurangan material.

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil keputusan yang bijak dan berpihak kepada masyarakat.

“Pembangunan banyak tertunda, harga material juga jadi mahal, ini berpengaruh mulai dari aspek ekonomi hingga pembangunan,” ujarnya.

Secara tidak langsung galian C tidak dapat dilepaskan dari aspek kemanusiaan. Pasalnya, tenaga kerja yang melibatkan wilayah sekitar turut menggantungkan hidup mereka pada sektor tersebut.

“Atas pertimbangan kemanusiaan, karena di sana ada banyak pekerja yang bergantung pada penghasilan dari Galian C ini,” tambahnya.

Karena benturan regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang, galian C terhambat. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemkot meninjau kembali RTRW, terkait zonasi tambang galian C. Sehingga, ada kebijakan yang dapat dijadikan pegangan dalam melakukan kegiatan penambangan.

“Ke depannya diharapkan galian C dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Program MBG Tertunda Lagi, Ini Penyebabnya!

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kendati infrastruktur dan tenaga kerja telah dipersiapkan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang belum dapat dimulai.

Program yang awalnya dijadwalkan berjalan pada awal Juni 2025 itu, kembali tertunda karena belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait verifikasi serta pencairan anggaran.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat. Ia menyebut pelaksanaan kemungkinan baru bisa dimulai setelah libur semester anak sekolah pertengahan Juli mendatang.

“Masih dikoordinasikan lagi dengan pusat, kemungkinan setelah murid selesai libur semester,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/06/2025).

Saat ini, dua dapur utama sudah disiapkan. Lokasinya berada di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Barat, dan di wilayah Guntung, Bontang Utara. Masing-masing dapur diproyeksikan mampu menyajikan 3.500 porsi makanan per hari dengan total pelayanan sekitar 7.000 pelajar.

Setiap porsi makanan dalam program ini bernilai sekitar Rp15 ribu dan akan difokuskan terlebih dahulu untuk siswa sekolah dasar yang berada di sekitar lokasi dapur.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang menargetkan MBG bisa dimulai pada awal Juni. Namun, hingga memasuki pertengahan bulan Juni, pelaksanaannya masih terganjal verifikasi dapur dan belum cairnya dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

DP3AKB Gelar Pelatihan Tim Pendamping Keluarga, Dorong 8 Modul Penting

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan pembentukan tim pendamping keluarga. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga (DP3AKB), menggelar kegiatan pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Sintuk.

Pentingnya dari kegiatan pelatihan ini, menggunakan 8 Modul penting dalam pendampingan keluarga, yang mencakup materi-materi seperti identifikasi keluarga berisiko stunting, edukasi gizi dan pola hidup sehat, pendampingan ibu hamil dan balita, rujukan layanan kesehatan, pencatatan data keluarga sasaran, serta komunikasi efektif dalam pemberdayaan masyarakat.

Kepala DP3AKB Kota Bontang, Edy Foreswanto menyampaikan laporannya, bahwa pelatihan ini menyasar seluruh anggota TPK, mulai dari berbagai kelurahan dan kecamatan di wilayah Kota Bontang.

Menurut Edy, dengan adanya pelatihan ini nantinya bisa menjadi bagian dari penguatan kapasitas teknis TPK, agar mampu melakukan intervensi berbasis data dan menjalin koordinasi lintas sektor secara optimal.

“Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami ingin agar TPK bisa lebih terampil dalam melakukan pemetaan masalah, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing,” ucapnya saat memaparkan laporan.

Terlebih lagi di kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis Pemerintah Kota (Pemkot), dalam memperkuat strategi penanganan stunting secara terintegrasi, khususnya melalui pendekatan berbasis keluarga.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni juga menekankan akan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga sebagai ujung tombak, dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di lapangan.

Dirinya menegaskan, bahwa pendekatan langsung kepada keluarga, menjadi salah satu langkah paling efektif dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga menyangkut pola asuh, kesehatan lingkungan, dan akses layanan dasar. Oleh karena itu, peran Tim Pendamping Keluarga menjadi sangat strategis karena merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya.

Adapun komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi stunting, tidak berhenti pada tataran kebijakan semata, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk pelatihan, penguatan kapasitas, dan penyediaan sistem pendukung di semua lini, termasuk pada level kelurahan.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan penanganan stunting sebagai gerakan bersama, yang berkelanjutan. Anak-anak Bontang adalah generasi untuk masa depan, jadi tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kita lalai dalam memenuhi hak-haknya sejak dini,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesta Siaga Kwartir Bontang Selatan, Agus Haris Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat mendatangi kegiatan Pesta Siaga Kwartir di Stadion Bessai Berinta. (Ist).

BONTANG – Gerakan Pramuka Kwartir sukses menggelar Pesta Siaga Kwartir Ranting Bontang Selatan Tahun 2025, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dimana dirinya bergabung bersama dengan adik-adik pramuka siaga saat berada di lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa kegiatan Pesta Siaga bukan hanya sekedar sebagai ajang bermain dan berkumpul saja. Akan tetapi juga menjadi bagian penting proses pendidikan karakter, dan pembentukan kepribadian di generasi muda.

“Dari kegiatan ini, nilai-nilai dasar seperti kemandirian, keberanian, persaudaraan, kerjasama, dan kepemimpinan bisa ditanamkan sejak dini,” ucapnya.

Bersama dengan Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di Tahun 2025–2029, yaitu ‘Terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan sebagai Daerah Mitra IKN’.

Untuk mencapai visi tersebut, menjadi salah satu misi utama yakni ‘Mewujudkan Transformasi Sosial Menuju Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing’.

Tidak hanya itu saja, saat kegiatan berjalan Agus Haris menyoroti bahwa di kegiatan Pesta Siaga ini, mencerminkan semangat tata kelola yang partisipatif dan kolaboratif.

“Pemerintah, masyarakat, dan keluarga, bahu-membahu menghadirkan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Maka dari itu, Pemkot Bontang berusaha untuk bisa mewujudkan pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, sangat diharapkan dapat terus menjadi wadah positif bagi pengembangan potensi anak-anak pramuka di Bontang Selatan, membekali mereka dengan nilai-nilai luhur dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan bangsa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Usai Ditinjau, Trotoar Bontang Kuala Langsung Diperbaiki

0
Proses perbaikan trotoar BK yang telah ditinjau oleh wakil wali kota. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang langsung merespons cepat hasil peninjauan Wakil Wali Kota, Agus Haris terhadap trotoar kayu di Bontang Kuala yang mengalami kerusakan parah.

Berselang sehari pasca ditinjau, perbaikan sementara pun langsung dimulai, Kamis (19/6/2025), oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK).

Kepala PUPRK Bontang, Edi Prabowo, menyatakan, pihaknya telah menurunkan sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) untuk memperbaiki bagian trotoar yang berlubang dan lapuk.

“Pengerjaan kami mulai pukul 08.00 Wita dengan melibatkan tenaga lapangan dari internal PUPRK,” ungkap Edi.

Proses perbaikan berupa penggantian papan kayu yang rusak, dan penambahan papan baru untuk menutup bagian-bagian yang berlubang. Fokus pengerjaan berada di satu sisi trotoar sepanjang lebih dari 100 meter.

“Perbaikan dilakukan di daerah yang menjadi jalur darurat bagi warga ketika banjir rob. Jadi kami prioritaskan bagian tersebut,” tambahnya.

Langkah ini sebagai solusi jangka pendek, guna memastikan keselamatan dan mobilitas warga. Pemkot menilai perbaikan sementara ini sangat penting, sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen yang tengah dipersiapkan.

Diketahui, Pemkot Bontang berencana membangun flyover sepanjang satu kilometer di kawasan tersebut, dengan target pelaksanaan pada tahun 2026. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi permanen atas permasalahan rob yang kerap mengganggu aktivitas warga Bontang Kuala.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengaspalan Jalan Arif Rahman Hakim dan Slamet Riyadi, Progres Sudah 70 Persen

0
Pengerjaan rehabilitasi di Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rehabilitasi Jalan Arif Rahman Hakim di Kelurahan Belimbing dan Jalan Slamet Riyadi di Kelurahan Loktuan, tengah dalam proses pengaspalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edi Prabowo mengatakan pengerjaannya telah dimulai sejak 17 Maret 2025 lalu, dan kini telah mencapai 70 persen.

Metode rehabilitasi yang dilakukan berupa penebalan lapisan aspal di kedua sisi jalan. Hal ini dilakukan karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan di beberapa titik. Pengerjaannya dilakukan selama 180 hari kalender.

“Pengerjaan dilakukan setiap malam, agar tidak macet dan mempercepat proses pelaksanaan,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).

Pengerjaan proyek ini dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun 2025, dengan total nilai kontrak sebesar Rp12,77 miliar dan dikerjakan oleh penyedia jasa CV Elza Jaya Prima.

“Masa pemeliharaannya sekitar 365 hari,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Program Kredit Bontang Kreatif Diluncurkan, Ini Syarat dan Mekanisme Pengajuannya!

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan peluncuran program kredit. (Ist).

BONTANG – Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) menggelar kegiatan High Level Meeting sekaligus Kick Off Program Kredit Bontang Kreatif, yang berlangsung di MPP Pasar Taman Rawa Indah, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan dilangsungkan secara resmi oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dimana program tersebut telah dirancang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, yang bekerjasama dengan Bankaltimtara.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi tinggi atas peluncuran program ini, yang dinilai sebagai tonggak penting dalam membuka akses keuangan yang inklusif, mudah, dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro di Kota Bontang.

“Dalam program ini lebih dari sekedar bantuan modal. Adapun di Kredit Bontang Kreatif sebagai wujud nyata, keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sehingga, demi menciptakan kewirausahaan yang sehat dan berkelanjutan, Neni mengajak seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pedagang pasar, nelayan, petani, dan peternak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Maka yang ingin bergabung, bisa mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh BPD Kaltimtara, dan jadikan program ini sebagai langkah awal menuju usaha mandiri yang berkelanjutan,” paparnya.

Untuk syarat dan mekanisme penggunaannya, ada beberapa langkah yang harus dipenuhi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Bontang, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memiliki rekening di Bankaltimtara, memiliki usaha yang aktif dengan waktu minimal 6 bulan, usia minimal 21 tahun dengan status sudah menikah, serta usia maksimal saat pengajuan 63 tahun.

Kesempatan yang sama, Kepala Cabang BPD Kaltimtara Kota Bontang, Syamsul Alam, mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat, terhadap pinjaman dari entitas kredit ilegal, serta mendorong optimalisasi peran TPAKD dalam mendukung UMK melalui skema pembiayaan yang cepat dan rendah biaya.

“Semoga dengan adanya program ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam