Beranda blog Halaman 621

Konflik Internal Sekretaris Versus Pegawai DPMPTSP, Keduanya Kena Sanksi

0
Konflik Internal Sekretaris Versus Pegawai DPMPTSP, Keduanya Kena Sanksi
Gedung DPMPTSP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Konflik internal yang melibatkan antar puluhan pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang dengan Sekretaris Dinas tersebut berhasil diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Sebanyak 50 pegawai memprotes Sekretaris DPMPTSP, Nurbaedah. Surat yang dilayangkan ke pemkot dari para pegawai, terkait cara kerja Nurbaenah telah ditindaklanjuti.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, tim investigasi telah melakukan audit kepada kedua belak pihak dengan meminta keterangan satu persatu.

Hasilnya, mereka menemukan beberapa pelanggaran, seperti permainan perjalanan dinas, cuti, hingga cara berpakaian. Dari 50 penandatangan petisi, tidak semuanya terbukti melakukan pelanggaran tersebut

“Hanya beberapa yang memang melakukan pelanggaran, ada juga yang hanya ikut-ikutan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (4/4/24).

Kedua kubu dinilai sama-sama melakukan kesalahan, baik sekretaris yang terlapor maupun para pegawai sebagai pelapor. Akhirnya diputuskan untuk memindahkan atau melakukan mutasi terhadap sekretaris maupun pegawai.

Setelah diadakan rapat internal, keputusan kedua pihak yang terlibat konflik diberi hukuman pembinaan. Namun tidak semua pegawai yang kena.

“Saya belum tahu pasti berapa orang pegawai yang kena hukuman pembinaan, inspektorat yang tahu pasti,” tambahnya

Namun mutasi belum bisa dilakukan, karena sesuai dengan aturan pemerintah, bahwa saat ini wali kota dan gubernur tidak boleh melakukan mutasi kepada pejabat, jadi ia memerintahkan BPKSDM Bontang untuk bersurat ke Kemendagri, agar surat rekomendasi mutasi disetujui dengan melampirkan beberapa bukti.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Paguyuban Sukoharjo Makmur Bontang Laksanakan Bakti Sosial Antar Sesama

0
Paguyuban Sukoharjo Makmur Bontang Laksanakan Bakti Sosial Antar Sesama
Pemberian sembako Paguyuban Sukoharjo Makmur. (ist)

BONTANG – Meningkatkan jiwa sosial antar umat manusia, Paguyuban Sukoharjo Makmur melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan sembako bagi sesama anggota yang membutuhkan.

Paguyuban tersebut rutin mengumpulkan iuran kas, untuk kegiatan sosial bagi sesama perantau dari kampung halaman mereka, yang sekarang telah menetap di Kota Bontang. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis (4/4/24).

“Rutin tiap bulan pertemuan dan ada kas, itu kita berikan sebagai bentuk kepedulian dengan sesama, karena semboyan kita seje rogo tunggal roso. Walaupun kita berbeda beda namun satu perasaan,” ujar Eko Agustoro, Ketua Paguyuban Sukoharjo Makmur.

Di bulan suci Ramadan 1445 Hijriah ini menjadj salah satu alasan kegiatan sosial ini dilaksanakan, selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar mereka.

Sekretaris Paguyuban Sukoharjo Makmur, Maryono juga mengatakan, bahwa dengan adanya kegiatan bakti sosial tersebut dapat memberi dampak kepada keluarga yang diberikan.

“Meskipun bukan pemberian besar, tapi kita tahu ini akan sangat membantu,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Operasi Ketupat 2024, Polres Bontang Turunkan 378 Personel Gabungan

0
Operasi Ketupat 2024, Polres Bontang Turunkan 378 Personel Gabungan
Kapolres Bontang, Alex Frestian Lumban Tobing. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang telah mempersiapkan kegiatan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024. Sebanyak 378 personel gabungan diturunkan untuk menjaga dan memperlancar arus mudik.

Kapolres Bontang, Alex Frestian Lumban Tobing menjelaskan, kegiatan tersebut digelar selama 13 hari, dimulai 4-16 April 2024 mendatang. Operasi Ketupat merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya, dalam pengamanan lalu lintas arus mudik.

“Operasi sudah mulai besok, para petugas gabungan telah kami arahkan untuk menjaga titik-titik yang sudah ditentukan,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (3/4/2024).

Adapun pemetaan secara umum, dimana akan dilakukan pemetaan sesuai dengan wilayah yang intensitasnya lebih ditingkatkan dibanding wilayah lain. Sebab tidak mungkin dengan kerawanan yang tinggi, sementara penjagaan akan di sama ratakan dengan wilayah yang aman, supaya pengamanan bisa berjalan dengan baik.

“Untuk titik yang rawannya sangat tinggi, pastinya tempat yang menjadi lalu lalang orang banyak, seperti di terminal, pelabuhan, dan tempat wisata. Bahkan mall termasuk, karena menjadi pusat keramaian saat libur,” paparnya.

Alex juga menyampaikan adanya penitipan kunci rumah, karena sifatnya menganjurkan bisa dilakukan bisa juga tidak. Polres Bontang sudah memberi himbauan kepada Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Rukun Tetangga (RT), Kelurahan, maupun Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), untuk menitipkan kunci rumah atau kendaraan dipersilahkan.

“Pastinya kami sudah memberikan himbauan kepada warga langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum mudik meninggalkan rumah, misalkan colokan listrik dimatikan, kompor gas di nonaktifkan, pintu bener-bener dipastikan terkunci, baru rumah bisa ditinggalkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Merawat Nasionalisme

0
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Merawat Nasionalisme
Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan oleh Kadir Tappa. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan, Kamis (4/4/2024) di Hotel Andika Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Berbas Tengah, Kota Bontang.

Ia mengatakan, bahwa nasionalis dalam diri harus dirawat, karena sudah menjadi tanggung jawabnya untuk merawat wawasan tersebut tiap bulannya, dengan memberikan masukan berupa wawasan kebangsaan tersebut.

“Dengan merawat politik dan diperbaiki, masyarakat tidak perlu menerima hal yang tidak baik dari para pelaku politik, jadi kita harus berwawasan juga terkait itu, ” jelasnya.

Ia ingin di zaman yang makin canggih, dimana seluruh budaya di dunia dapat masuk ke Indonesia, tapi kita tetap menjunjung tinggi nasionalisme, dengan merawat kebangsaan.

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Merawat Nasionalisme

Adapun narasumber pertama, yakni Gopi Susanto, Analis Ketahanan Ekonomi, Kesbangpol Bontang menjelaskan, dalam bernegara harus ada toleransi, yakni sifat atau sikap menenggang, menghargai, membiarkan, memperbolehkan pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya yang bertentangan dengan pendirian sendiri.

Selain itu, terdapat hal-hal yang harus dihindari yakni seperti radikalisme yang merupakan paham atau aliran yang radikal dalam politik, atau paham dan aliran yang menginginkan pembaruan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Terakhir, masyarakat harus menghindari ancaman terorisme yang merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.

“Oleh karena itu negara kita harus kuat, agar menangkis ancaman yang ada,” jelasnya.

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Merawat Nasionalisme

Kemudian, narasumber kedua, pendekatan dengan agamis oleh Misransyah, Pembina Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an Taman Firdaus mengatakan, bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling menghargai.

“Kita ini seperti gigi yang berjejer, semuanya sama, satu kesatuan di dalam mulut,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa kita tidak bisa menjaga ketikan atau mulut orang lain, tapi kita punya kewajiban untuk menasehati. Sama halnya dengan toleransi yang juga harus dibangun, oleh sebab itu miniatur negara adalah keluarga, semua dimulai dari sana.

“Dalam keluarga saja kita harus saling memahami karena semuanya pasti juga beda-beda,” tambahnya.

Keutuhan bangsa juga dapat dilakukan dengan menjaga silaturahmi, karena kita menjaga komunikasi kita satu sama lain. (adv)

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Kasus Penipuan Oknum ASN Kelurahan Guntung, Pemkot Tunggu Hasil Laporan Kepolisian

0
Kasus Penipuan Oknum ASN Kelurahan Guntung, Pemkot Tunggu Hasil Laporan Kepolisian
Basri Rase, Wali Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menanggapi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Guntung, yang dilaporkan ke pihak berwajib lantaran melakukan penipuan.

Dirinya menjelaskan, bahwa kasus penipuan tersebut sudah diketahui sejak setahun lalu, dimana dua kontraktor diarahkan untuk melapor ke pihak berwajib.

“Padahal kita sempat membahas masalah ini, bahkan lurahnya pun sudah sempat kita panggil. Akan tetapi, inspektorat tidak bisa bertindak lebih jauh, karena ini tidak ada sangkut pautnya dengan kerugian negara,” ucapnya saat ditemui awak media, Rabu (3/4/2024).

Hingga saat ini, pemerintah hanya tinggal menunggu hasil laporan dari pihak kepolisian. Jika memang sudah dinyatakan terbukti dan bersalah, pastinya ada hukuman berupa kurungan penjara, yakni dua tahun penjara atau bahkan bisa lebih.

“Pastinya akan dikenakan sanksi tertulis, dan juga sudah ada undang-undang yang mengatur terkait ASN,” paparnya.

Basri ingin permasalahan ini diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Sehingga meminta untuk oknum ASN tersebut untuk membayarkan semua kerugian yang dialami kepada kedua kontraktor yang telah dirugikan.

“Saya ingin oknum tersebut meminta maaf dan juga mengganti uang kerugian, dengan adanya begitu pasti permasalahan tidak akan sampai sepanjang ini,” tegasnya.

Diketahui, kerugian yang dialami kedua kontraktor tersebut mencapai Rp 480 juta, bahkan mediasi pun sempat dilakukan, akan tetapi oknum ASN tersebut hingga saat ini tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri Bantah Isu Kampanye di Program Jargas Gratis

0
Basri Bantah Isu Kampanye di Program Jargas Gratis
Basri Rase, Wali Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rencana program pemasangan Jaringan Gas (Jargas) gratis di setiap rumah untuk tahun 2025 mendatang, Wali Kota Bontang, Basri Rase membantah isu yang beredar, kalau dirinya dinilai sedang berkampanye.

Dirinya menjelaskan, program pemasangan jargas ini merupakan hasil dari musrenbang yang dilakukan kemarin tiap tingkat kecamatan di Kota Bontang. Usulan ini juga berasal dari masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Jika memang ada yang menilai saya sedang kampanye melalui pemasangan jargas ini, tidak usah ditanggapi. Padahal saya hanya ingin menjalankan apa yang masyarakat inginkan,” ungkapnya saat diwawancarai, Rabu (3/4/2024).

Karena, sudah seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bontang. Terlebih lagi jargas ini termasuk kebutuhan setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya.

“Siapa yang tidak memerlukan jargas, pastinya setiap orang perlu. Termasuk dengan para pengusaha, salah satunya untuk mengurangi biaya pembelian gas,” paparnya.

Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui sebagian masyarakat yang belum memasang jargas. Sehingga, lewat pendataan ini juga nantinya masih akan dipilah-pilih yang mana akan mendapatkan jargas gratis.

“Intinya saya tidak ada niatan lain, saya hanya ingin meringankan beban masyarakat saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sambut IKN, Polres bersama Wali Kota Bontang Resmikan Alarm Darurat, Ini Fungsinya

0
Sambut IKN, Polres bersama Wali Kota Bontang Resmikan Alarm Darurat, Ini Fungsinya
Kapolres Bontang, Wali Kota Bontang, beserta para jajaran foto bersama saat resmikan emergency alarm. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Menyambut perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), Polres Bontang bersama Wali Kota Bontang meresmikan Emergency Alarm Polres Presisi, Rabu (3/4/2024).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menjelaskan, alat ini hadir pertama kalinya di Kalimantan. Alat ini juga dirancang langsung oleh Iptu Ludi Juliansyah, sehingga tidak ada dijual dimanapun.

Inovasi sejenis panic button (tombol darurat) terdapat kemiripan di beberapa daerah. Namun, alarm yang diluncurkan tersebut, dipastikan menjadi hak cipta asli dari Polres Bontang. Sejalan dengan pemindahan Ibukota, dipastikan kejahatan yang berasal dari Jakarta akan berpindah ke IKN dan sekitarnya.

“Dibuatnya alat ini, untuk mengurangi tindak kriminal yang ada. Emergency Alarm akan diletakkan di tempat umum, di pinggir jalan, toko emas, bank, atau tempat usaha lainnya. Tempat yang biasanya terdapat kasus kriminal,” ucapnya.

Alat itu memiliki dua jenis. Jenisnya meliputi alarm dengan basic tombol yang ditempelkan di suatu tempat dan alarm dengan tombol di remote.

“Yang keluaran pertama ini digunakan di fasilitas umum atau pinggir jalan, jika dipencet nanti akan langsung terkoneksi di polres melalui aplikasi telegram di handphone,” jelasnya.

Sedangkan yang berbentuk mini, diperuntukkan untuk bank, toko emas atau toko usaha lainnya. Jika terdapat kejahatan di tempat tersebut, maka pemilik usaha tersebut bisa langsung menekan tombol remote yang telah diletakkan di suatu tempat sebelumnya.

“Kedua jenis alarm tersebut dilengkapi dengan kamera. Ketika tombol alarm ditekan, maka secara real time alat tersebut akan mengirimkan foto ke grup telegram yang telah tersedia. Serta, tersambung di polsek terdekat dengan lokasi kejadian.

Sistem Emergency Alarm ini merupakan langkah inovasi dalam memperkuat keselamatan dan juga keamanan bagi masyarakat. Bahkan dengan alat ini, kecepatan tanggapan yang lebih baik, bisa mengurangi kerugian serta memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Kapolres Bontang berharap dengan adanya Sistem Emergency Alarm, tingkat kesiapan dan respon terhadap keadaan darurat di Bontang akan meningkat.

“Ini merupakan komitmen kita bersama, untuk melindungi dan mengayomi masyarakat dari kejahatan kriminal yang ada. Serta dapat bertindak cepat saat terjadi sesuatu dimanapun dan kapanpun,” tutupnya

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Akhir April Posisi Direktur dan Dewas PT BME Dilelang

0
Akhir April Posisi Direktur dan Dewas PT BME Dilelang
Kantor PT BME. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Seleksi posisi Direktur dan Dewan Pengawas (Dewas) Perseroda PT Bontang Migas dan Energi (BME) akan dilaksanakan pada akhir April 2024. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bontang, M Arif Rochman.

Proses seleksi Dewas PT BME akan dibentuk tim panitia seleksi terlebih dahulu. Para pejabat Pemkot Bontang bisa mengikuti proses tersebut untuk menjadi Dewas, dan pembentukan panitia seleksi rencananya akan dibentuk setelah lebaran.

“Sementara diisi Plt yaitu Ahmad Suharto,” jelasnya saat dihubungi Rabu (3/4/24).

Saat ini bagian perekonomian masih menunggu hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Kemudian juga menunggu hasil evaluasi komisaris dan pemegang saham PT BME, yaitu Wali Kota Bontang Basri Rase dan Koperasi Praja.

“Jadi untuk jabatan Direktur juga kita masih menunggu. Menunggu arahan wali kota,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Pastikan Stok LPG 3 Kilogram dan BBM Subsidi Aman

0
Pemkot Pastikan Stok LPG 3 Kg dan BBM Subsidi Aman
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah kota (Pemkot) Bontang memastikan pasokan LPG 3 Kilogram dan BBM Subsidi tetap aman saat Hari Raya Idufitri 1445 Hijriah.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bontang, M Arif Rochman mengatakan, pertamina tetap akan mengirim pasokan jelang hari raya. Hal tersebut dikarenakan evaluasi pada Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah tahun lalu.

“Waktu itu masyarakat kesulitan dapat gas subsidi saat H-1 hingga H+2,” ujarnya saat dihubungi redaksi, Rabu (3/4/24).

Arif mengatakan, kondisi terakhir menurut informasi dari Pertamina LPG bahwa posisi masih kondusif sekali untuk Kota Bontang, terlihat juga operasi pasar LPG 3 kilogram minggu lalu tidak terlalu ramai.

“Insyaallah supply aman, sambil kita support juga dengan surat extra dropping untuk antisipasi kekosongan supply,” tambahnya.

Pemkot Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, sehingga menimbun sendirian stok LPG, dan membuat yang lain kesulitan mendapatkannya.

“Karena ini adalah antisipasi kita supaya tidak langka,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Selama Puasa, 4 Kali Satpol PP Dapati Pasangan Bukan Suami Istri di Penginapan

0
Selama Puasa, 4 Kali Satpol PP Dapati Pasangan Bukan Suami Istri di Penginapan
Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang kembali mendapati pasangan yang bukan suami istri di penginapan wilayah Kelurahan Gunung Telihan, Senin (1/4/2024) kemarin.

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani menjelaskan, pasangan tersebut didapat saat petugas sedang menjalankan patroli keliling, dimana petugas mengecek buku tamu di salah satu penginapan yang berada di Bontang Barat.

“Kami cek buku tamu, saat kami keliling terlihat salah satu lampu kamar yang menyala langsung kami datangi. Terdapat pasangan yang bukan suami istri sedang berada di kamar,” ucapnya, Rabu (3/4/2024).

Petugas langsung memberikan surat peringatan kepada mereka yang bukan pasangan sah, terlebih lagi keduanya pun telah melanggar Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan.

“Jika hotel atau penginapan tetap menerima tamu yang tidak memiliki ikatan sah, maka tidak segan-segan kami akan bertindak lebih tegas,” paparnya.

Patroli ini dilakukan tiga kali dalam seminggu, guna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya yang bukan pasangan sah, sudah sering kali kedapatan memesan kamar di bulan puasa.

“Terhitung sudah ada empat pasangan selama bulan ramadan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam