Beranda blog Halaman 621

Ambulance RSUD Bontang Sudah Dilengkapi Perlengkapan Medis Standar Kemenkes RI

0
Ambulance RSUD Bontang Sudah Dilengkapi Perlengkapan Medis Standar Kemenkes RI
Salahsatu ambulance yang dimiliki RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – Koordinator Ambulance RSUD Bontang, Nurdiansyah mengatakan, seluruh mobil ambulance yang dimiliki oleh RSUD Taman Husada Bontang telah dilengkapi perlengkapan medis sesuai standar Kemenkes RI.

“Ambulance terdiri dari 2 ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat,” katanya.

Ada tiga kendaraan ambulance yang berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien, yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan seperti oksigen, brankar ambulance, Scoop Stretcher.

“Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat terdiri dari emergency kit (obat-obat gawat darurat sesuai dengan standar Kemenkes).

Ambulance lainnya berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan,” sebutnya.

Ambulance digunakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan sesuai fungsinya, dengan digunakan di dalam Kota Bontang maupun luar Kota Bontang.

“Ambulance RSUD Taman Husada Bontang selain melayani dalam kota juga melayani luar kota,” tambahnya.

RSUD Taman Husada Bontang saat ini memiliki total sebanyak 9 unit Ambulance. Terdiri dari 5 ambulance untuk gawat darurat dan pelayanan kesehatan, serta 4 ambulance jenazah. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Sedia 4 Ambulance Jenazah, Layani Dalam dan Luar Kota

0
Sedia 4 Ambulance Jenazah, Layani Dalam dan Luar Kota
Salahsatu ambulance yang dimiliki RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki 4 ambulance jenazah. Keempat ambulance tersebut melayani dalam dan luar kota.

Koordinator Ambulance RSUD Bontang, Nurdiansyah menjelaskan, 4 ambulance itu terdiri dari 3 mobil Ambulance penggerak roda belakang untuk melayani dalam dan luar Kota Bontang, dan satu mobil Ambulance penggerak roda depan dan belakang (four wheel drive) untuk menjangkau medan berat.

“Ambulance jenazah yang untuk medan berat bertujuan dapat melayani dan menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui,” jelasnya.

Selain ambulance jenazah, RSUD Bontang saat ini memiliki 5 ambulance untuk gawat darurat dan pelayanan Kesehatan.

Ada tiga kendaraan ambulance yang berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien, yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan seperti oksigen, brankar ambulance, Scoop Stretcher.

“Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat terdiri dari emergency kit (obat-obat gawat darurat sesuai dengan standar Kemenkes). Ambulance lainnya berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan,” sebutnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Wawali Soroti Perusahaan yang Tidak Masukkan Loker Melalui Disnaker

0
Rapat tindak lanjut data kemiskinan dan data Ketenagakerjaan Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyoroti perusahaan yang mengambil tenaga kerja dari luar daerah, dengan persepsi kebutuhan SDM tidak tersedia di Kota Bontang.

Padahal perusahaan tersebut tidak menyetor kebutuhan tenaga kerja di bidang tertentu ke pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, dan langsung mengambil tenaga kerja dari luar daerah.

“Kenapa bisa berpersepsi seperti itu, lowongannya saja tidak masuk Disnaker dengan alasan di Bontang tidak punya spesifikasi itu,” katanya dalam Rapat Tindak Lanjut Data Kemiskinan dan Ketenagakerjaan, Rabu (21/5/2025) di Rujab Wali Kota Bontang.

Menurutnya, perusahaan harus melakukan konsultasi kepada Disnaker. Jika perusahaan telah menaruh lowongan kerja di Disnaker dan tidak ada yang melamar, barulah persepsi tersebut dapat dibenarkan.

“Bisa kami minta Disnaker untuk buka pelatihan yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan,” terangnya.

Dalam rapat tindak lanjut ini, Pemkot mengundang ratusan perusahaan yang ada di Bontang. Pihaknya memastikan perusahaan berkomitmen untuk membantu pengurangan pengangguran di Kota Bontang.

“Kami akan data ulang lagi jumlah pengangguran, harus ada tim khusus, tidak hanya data dari BPS saja. Pelatihan juga akan ditambah, agar sesuai dengan yang diperlukan perusahaan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Stakeholder Gathering, Ajangnya PT KDM Bersinergi dengan Pers dan Tokoh Masyarakat

0
PT KDM saat pertemuan dengan insan pers. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) menggelar Stakeholder Gathering, yang berlangsung di Rumah Makan Gudeg Bu Harman, Rabu (21/5/2025) pagi.

Tujuan berlangsungnya kegiatan Stakeholder Gathering sebagai bentuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara insan pers, serta dengan tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh beberapa pimpinan media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan serikat buruh.

Saat sambutan, Sekretaris PT KDM, Sukardi mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, dan komunikasi antara perusahaan dengan berbagai peran pers dan masyarakat.

“Mari kita menjalin silaturahmi dengan baik, serta selalu berkomitmen untuk mendukung program yang ada. Masukan dan kritikan nantinya setiap perwakilan yang disampaikan, bisa menjadi hal berkesan,” ucapnya.

Selama tahun 2024 lalu, PT KDM telah melaksanakan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang telah difokuskan dengan lima sektor, meliputi lingkungan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga sosial masyarakat.

“Maka dari itu, harapan kami ke depan semoga dengan adanya keberadaan PT KDM, nantinya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat melalui program-program yang telah berjalan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Fungsi Edukasi Dokter Spesialis Jantung

0
Fungsi Edukasi Dokter Spesialis Jantung
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada Bontang. (dwi).

BONTANG – Dokter spesialis jantung di RSUD Taman Husada Bontang memiliki 2 fungsi. Fungsi penanganan dan edukasi bagi pasien jantung.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Bontang menjelaskan, dokter spesialis jantung tidak hanya berperan untuk menangani pasien yang sudah mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah. Juga dapat berperan dalam tahap pencegahan dan edukasi seputar kesehatan jantung.

Ditambahkannya, fungsi edukasi ini juga memiliki peran penting. Agar masyarakat memiliki pemahaman bagaimana mencegah penyakit jantung.

Agar masyarakat dapat mengubah kebiasaan-kebiasaan sebelumnya, yang memicu timbulnya penyakit jantung. Mengubahnya dengan kebiasaan baru yang lebih menyehatkan tubuh.

“Semoga masyarakat semakin semakin sadar dengan Kesehatan jantungnya,” ungkapnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

RSUD Rumah Sakit Rujukan Pasien TBC di Bontang

0
RSUD Rumah Sakit Rujukan Pasien TBC di Bontang
RSUD Taman Husada Bontang. (ist)

BONTANG – RSUD Bontang merupakan rumah sakit rujukan bagi pasien TBC yang memerlukan pengobatan lebih lanjut. Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP.

“Karena RSUD Bontang terkait pengobatan TBC tetap menjadi rujukan. Terutama bagi pasien TBC dengan Resisten Obat, pasien TBC dengan komplikasi dengan penyakit lainnya yang harus dirujuk ke RSUD,” jelasnya.

Walaupun menjadi rumah sakit rujukan, namun ia juga mengatakan harus melibatkan berbagai lintas sektor seperti di rumah sakit, Puskesmas untuk pengobatan dan perlu sisi lainnya untuk edukasi dan rehabilitasi.

Karenanya RSUD Bontang terus meningkatkan keilmuan para petugas medis yang menangani TBC ini. Salahsatunya dengan mengikuti audit klinis.

Diharapkan, setelah kegiatan audit klinis ini, pegawai RSUD Bontang yang menangani dan pemberi pelayanan penyakit TBC dapat mendapatkan tambahan ilmu terkait tata laksana penanganan TBC. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Kualitas SDM, Karyawan RSUD Ikuti Pelatihan Pengembangan Diri

0
Tingkatkan Kualitas SDM, Karyawan RSUD Ikuti Pelatihan Pengembangan Diri
Pelatihan pengembangan diri yang pernah diikuti karyawan dan staf RSUD Taman Husada.(Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga medisnya, namun juga SDM karyawan dan staf rumah sakit. Salahsatunya dengan mengikutkan pelatihan personal development.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu, dr Tri Ratna Paramita mengungkapkan, tujuan pelatihan ini agar para pegawai mampu melakukan inovasi-inovasi dan memiliki daya saing dalam bekerja. Kemudian karyawan memiliki budaya kerja yang tinggi dan dapat bersikap profesional.

“Karyawan dapat memiliki integritas tinggi. Karyawan juga akan memiliki daya saing dalam pelayanan kesehatan, sehingga mampu menjalankan motto dan tata nilai RSUD yang harus dibudayakan setiap hari,” jelasnya.

“Teman-teman ini dalam bekerja memiliki budaya yang tinggi dengan perilaku profesional. Seperti melakukan pelayanan yang cepat, efisien, sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan standar rumah sakit,” tambahnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Tabrakan Beruntun di Depan SPBU Kilo 8, Diduga Sopir Hilang Kendali

0
Tabrakan Beruntun di Depan SPBU Kilo 8, Diduga Sopir Hilang Kendali
Kondisi mobil yang tabrakan di Jalan Poros Bontang - Samarinda. (tangkapan layar).

BONTANG – Terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Poros Bontang – Samarinda, tepatnya di KM 8 depan SPBU, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Rabu (21/5/2025) pagi.

Informasi dari warga sekitar yang melihat langsung kejadian tersebut, adanya mobil box yang melaju kencang dari arah Samarinda.

Sopir box tersebut kehilangan kendali dan keluar jalur, sehingga menabrak tiga kendaraan lainnya yang kebetulan sedang melintas.

“Sepertinya si sopir ngantuk, jadinya saat berkendara langsung kehilangan kendali,” ucap salah satu saksi mata.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 Wita, dalam tabrakan beruntun melibatkan mobil pick up, mobil box, hingga Avanza.

“Sopir langsung dibawa ke RSUD, untuk mendapatkan penanganan medis,” paparnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Teluk Pandan, Ipda Joko Priyanto mengatakan bahwa petugas langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi mobil tersebut.

“Sudah ada anggota yang turun ke lokasi, selengkapnya kami masih menunggu laporan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RPJMD 2024–2029: Wisata Bahari Salah Satu Fokus Pembangunan Kota Bontang

0
Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang saat Musrenbang RPJMD. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata, salah satunya wisata bahari yang menjadi potensi unggulan daerah. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024-2029, Senin (19/5/2025).

“Rencana Induk Pengelolaan Objek Wisata (RIPOW) sebagai panduan pembangunan sektor pariwisata ke depannya sudah siap,” katanya

Ia telah mengunjungi beberapa destinasi wisata laut bersama dinas terkait seperti, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perwakilan DPD RI.

Mereka melakukan pemetaan terhadap kondisi terkini, serta menggali potensi yang dapat dikembangkan di kawasan pesisir Bontang. Untuk itu mereka mengunjungi Pulau Beras Basah, Malahing, Tihi-Tihi, dan Pali Keramba.

Wisata bahari akan menjadi dorongan untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan, melalui pendekatan blue economy dan green economy.

“Yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan adalah revitalisasi Pulau Beras Basah, serta pengembangan kawasan baru seperti Tihi-Tihi dan sekitarnya,” tambahnya.

Tidak hanya peningkatan pariwisata, infrastruktur dan fasilitas di wilayah tersebut juga akan ditingkatkan. Dengan menggandeng UMKM lokal, maka perkembangan pariwisata dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Neni menyatakan, hal ini diperlukan untuk meneruskan pembangunan Kota Bontang, yang tidak bisa terus menerus berharap pada perusahaan, mengetahui sumber daya gas dapat segera habis.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diagnostik Penyakit Jantung, RSUD Sediakan Cath Lab

0
Ilustrasi Cath Lab. (ist)

BONTANG – Salahsatu cara RSUD Taman Husada Bontang meningkatkan pelayanan adalah dengan menambah atau memperbaharui alat-alat medis.

Saat ini di RSUD Bontang telah tersedia catch lab. Bahkan RSUD menjadi yang pertama memilikinya di Bontang.

“Bisa dikatakan baru RSUD Bontang yang memiliki alat medis Cath Lab ini,” ungkapnya.

Cath Lab adalah suatu pelayanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi, untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.

Cath Lab atau kateterisasi jantung dan angiografi ini adalah prosedur yang memanfaatkan sinar-X untuk menampilkan gambaran pembuluh darah di berbagai organ tubuh.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik di RSUD Taman Husada menjelaskan, pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk memeriksa sumbatan, penyempitan, atau pelebaran pembuluh darah dan jantung.

Alat yang digunakan dalam Cath Lab bisa menghasilkan gambaran pembuluh darah secara detail. Sehingga dapat membantu dokter secara akurat, dalam tindakan operasi atau Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA). (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam