Beranda blog Halaman 753

Anak Wajib Terlindungi dari Eksploitasi

0
Anak Wajib Terlindungi dari Eksploitasi
Aafiah Lasemi. (ist)

Oleh:

Aafiah Lasemi

(Pengisi Dakwah Radio)

Belum lama ini ramai diberitakan  pasangan suami isteri (pasutri) yang bekerja sebagai pengamen badut di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka dipulangkan ke daerah asalnya, yakni Samarinda. Pengamen berpenghasilan Rp 500.000 per hari itu dibebaskan usai menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Kedua anaknya yang masih kecil berjenis kelamin perempuan. Anak pertama usia 5 tahun dan kedua usia 1 tahun. Pasutri tersebut  bisa dianggap melanggar Perda Provinsi Kaltim No 6 Tahun 2012 dan Perda Kota Bontang No 9 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, lantaran membawa anaknya saat bekerja sebagai pengamen badut. (Makassar.kompas.com)

Adanya orang tua yang melibatkan anak dalam “bekerja” sangat disesalkan, ini terjadi  karena  tak berselang lama dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilaksanakan cukup meriah dengan pentas seni dan pemberian penghargaan. Dengan mengusung tema “Anak Terlindungi Indonesi Maju” cukup mampukah menjawab persoalan yang menimpa anak anak hari ini?

Di mana kehadiran negara sangat dibutuhkan menuntaskan permasalahan tersebut. Tak berhenti pada seremonial semata untuk bukti cinta dan peduli. Namun  dengan melindungi anak dari eksploitasi dan tindak kejahatan lainnya.

Tentu kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk melindungi anaknya. Edukasi dan pemahaman agama yang minim memberi kontribusi terjadinya eksploitasi. Adapun eksploitasi anak terjadi tidak semata kesalahan orang tua, tetapi juga andil negara.

Penerapan sistem  kapitalisme hari ini  telah menciptakan  kegagalan dalam  memenuhi hak anak. Cara pandang yang sekuler dengan nilai liberal telah mengantarkan pada kemiskinan di tengah Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah namun tidak berdampak dalam menangani kemiskinan karena di kelola dan diserahkan pada swasta atau asing. Begitupun kehidupan yang  berorientasi pada materi, serba materialistis jauh dari nilai agama.

Sudah saatnya umat segera menyadari bahwa Islam tidak  lagi dipahami sebagai agama ritual semata. Tetapi Islam juga  mencakup sistem kehidupan, karena itu pengaturan urusan anak tidak lepas dari perhatian Islam.

Anak adalah amanah, tentu wajib dijaga dilindungi orang tua dan masyarakat sebagai tempat belajar kehidupan bagi anak anak. Negara pun bertanggung jawab terhadap urusan masyarakat. Sinergi ini yang akan menciptakan perlindungan baik secara fisik, psikis, ekonomi dan lain lain.

Terpenuhinya sandang, pangan dan papan dengan terbukanya lapangan kerja bagi para suami. Terdidiknya para isteri dengan tsaqafah Islam sehingga keluarga Islam sadar akan fungsi dan peran strategisnya. Semua itu hanya bisa diterapkan dengan support konsep Islam kaffah.

Wallahu ‘alam bishshawab. (*)

Peserta Lomba Pemuda Berprestasi Dibekali Dispopar

0
Peserta Lomba Pemuda Berprestasi Dibekali Dispopar
Para peserta lomba pemuda berprestasi saat mendapat pembekalan di ruang rapat Dispopar. (Lalu Dispopar)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan pembekalan bagi peserta lomba pemuda berprestasi tingkat kabupaten/kota, Selasa (1/8/2023) di Ruang Rapat Dispopar.

Kabid Pemuda Dispopar, Andi Nur Patmawati menjelaskan, sebelum para peserta mengikuti penjurian oleh dewan juri dari Provinsi Kaltim, mereka mendapatkan pembekalan terlebih dahulu dari Dispopar Bontang.

Para peserta dipahamkan tentang berkas-berkas apa saja yang perlu disiapkan, lalu jenis-jenis prestasi yang harus diajukan dalam lomba dan lain sebagainya.

“Lomba tingkat kota dimulai sekira Agustus ini. Nantinya dewan juri dari provinsi yang akan datang ke masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan penilaian,” beber Andi.

Hasil dari penilaian dewan juri di setiap kabupaten/kota tersebut sekaligus ajang seleksi untuk dikirim ke tingkat provinsi. Nantinya para pemenang tingkat provinsi akan diikutkan pula sampai ke tingkat nasional.

Ditambahkan Andi, dalam menjaring peserta lomba, Dispopar membuat pengumuman di media sosial. Dari 8 peserta yang mendaftar tersisa 6 peserta yang bakal diajukan Dispopar untuk mengikuti lomba.

Disebutkannya, sebagian syarat dari lomba tersebut adalah WNI berusia 16 – 30 tahun, kemudian belum pernah mendapatkan penghargaan serupa dari Provinsi Kaltim, dan mendapat rekomendasi dari Dispopar. (adv/al)

Hasil Rakor Forkopimda: Butuh Kolaborasi Perusahaan dan Pemerintah Tuntaskan Stunting

0
Hasil Rakor Forkopimda: Butuh Kolaborasi Perusahaan dan Pemerintah Tuntaskan Stunting
Rakor Forkopimda di Balikpapan. (ist)

BONTANG – Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang tahun 2023, Minggu (31/7/23) di Balikpapan, menindaklanjuti hasil rakor sebelumnya pada Februari 2023 lalu.

Dari beberapa permasalahan di Bontang, stunting yang merupakan program nasional menjadi sorotan dalam rapat ini.

Sekretaris Daerah (Sekda), Aji Erlynawati memimpin rapat dan menjelaskan, bahwa setelah dari rakor tersebut akan dispesifikasikan dan difokuskan lagi.

Karena untuk data stunting itu sendiri, angka yang digunakan masih angka dari survei sebelumnya. Nanti akan dilakukan kembali survei oleh Kementerian. Dari situ dapat dilihat persentase dari hasil program-program stunting yang dijalankan selama ini.

“Mudah-mudahan setelah didapatkan hasil survei akan didapat hasil survei yang signifikan penurunannya,” harapnya.

Apalagi dengan adanya intervensi yang dilakukan oleh seluruh perusahaan di Bontang, yang ikut membantu angka penurunan stunting dengan berbagai macam kegiatan yang langsung disasarkan kepada masyarakat.

“Dengan kerja keras pemerintahan dan seluruh perusahaan, saya yakin bisa menurunkan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024,” bebernya.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0908 Bontang Letkol Inf. Priyo Handoyo mengatakan, di Bontang terdapat sekitar 16 ribu balita, namun yang rutin ke posyandu hanya sekitar 6 ribu saja. Apalagi setelah pandemi berakhir masyarakat terbiasa untuk tidak ke Posyandu.

“Selama covid kan orang di rumah saja tidak bawa anak ke posyandu, mereka terlalu nyaman sudah,” jelasnya.

Sehingga jika hanya melakukan survei berdasarkan warga yang sering membawa anaknya ke posyandu saja, tentu tidak akurat data bayi stunting yang ada di lapangan.

Hal tersebut juga diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya, dalam hal ini diwakili Kasat Reskrim, Hari Supranoto. Ia mengatakan kebenaran data harus dipastikan sehingga pendampingan stunting bisa tepat sasaran.

“Untuk survei terbaru ini kami juga sudah mengintervensi seluruh kelurahan untuk mendata bayi di wilayahnya, tentu dengan hal tersebut akan lebih efektif, karena selama ini saya tidak yakin dengan angka stunting yang tinggi, karena pendataan dirasa belum menyeluruh,” lanjut Aji Erlynawati.

Setelah nanti diperoleh pendataan, maka program-program akan mulai ditentukan kembali dan daerah-daerah yang memiliki angka stunting yang tinggi akan difokuskan.

Hingga saat ini, ada tiga kelurahan yang menjadi sorotan. Yakni Kelurahan Berbas Pantai dengan angka keluarga berisiko stunting sebanyak 506, balita stunting sebanyak 148, dan STBM rumah ber BABS sebanyak 324.

Kemudian Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan keluarga berisiko stunting sebanyak 507, balita stunting 62, dan STBM rumah ber BABS sebanyak 158. Yang terakhir yakni kelurahan Gunung Elai dengan keluarga berisiko stunting sebanyak 638, bayi stunting 67, dan STBM rumah ber BABS sebanyak 231.

Dukungan intervensi program stunting yang pertama merupakan program Scaling Up Nutrition dengan cara peningkatan kapasitas kader posyandu, pemberian suplemen (paket makanan tambahan), dukungan sarana dan prasarana seperti perbaikan posyandu dengan menambahkan pojok bermain dan cinderamata.

“Karena tidak sembarangan juga untuk melakukan penimbangan, nanti harusnya tidak stunting malah jadi stunting. Oleh sebab itu pengetahuan juga harus ditingkatkan.” jelasnya.

Lalu yang kedua, dukungan Bunda PAUD Ber-Acting (Aksi Cegah Stunting) dengan mengadakan dukungan kelas integrasi dan dukungan alat edukasi.

Selain hal-hal yang disebutkan tadi, terdapat juga faktor dari calon ibu yang rata-rata menikah dan hamil saat usia muda, seperti 16 dan 18 tahun.

Dalam hal ini Nor Hasanuddin, Ketua Pengadilan Agama Bontang telah mengedukasi pernikahan dini kepada mereka yang ingin cepat menikah di usia muda.

“Sebelum mereka mendaftar untuk menikah, kami meminta calon pengantin untuk melakukan pembinaan dan segala pengetahuan terkait pernikahan dini, dan tahun 2023 ini pernikahan dini sudah sangat berkurang,” jelasnya.

Lely Triantini, Ketua Pengadilan Negeri menambahkan bahwa dalam melakukan program, jangan hanya membuat terlalu banyak perencanaan, namun bagaimana merealisasikannya sehingga terdapat hasil yang diinginkan.”Yang pasti kita harus melakukan aksi nyata,” tegasnya.

  1. Indominco Mandiri, selaku penyelenggara kegiatan ini mengatakan bahwa siap mendukung seluruh program pemerintah Kota Bontang dan siap berkolaborasi bersama.

“Kami selaku salah satu perusahaan yang berkolaborasi dengan Pemkot Bontang akan mendukung demi keberhasilan program tersebut, dan dalam rapat ini hasil yang didapat sudah mulai terlihat apa saja yang akan menjadi langkah selanjutnya,” jelas Kepala Teknik Tambang, Hasto.

Sebagai penutup, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengatakan bahwa apa yang sudah disepakati maka akan segera dilakukan tindak lanjut dan memonitor hasil dari kesepakatan.

“Dari beberapa yang dibahas memang yang utama adalah stunting, karena kita memiliki target nasional pada tahun depan, sehingga hal itu harus kita keroyok agar cepat terselesaikan,” tutupnya. (sya)

Inilah Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kaltim Zona 2 yang Lulus Tes Kesehatan dan Wawancara

0

PENGUMUMAN HASIL TES KESEHATAN DAN TES WAWANCARA
CALON ANGGOTA BAWASLU KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
ZONA 2 (SAMARINDA, BONTANG, KUTAI KARTANEGARA, KUTAI TIMUR, BERAU)
Nomor : 064/HK.01.01/KI/07/2023

Dalam rangka melaksanakan amanat Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, setelah melakukan penilaian terhadap hasil Tes Kesehatan dan Tes Wawancara, bersama ini diumumkan nama-nama Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2 (Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau), yang lulus Tes Kesehatan dan Tes Wawancara calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2, sebagai berikut :

DOWNOLOAD DISINI

Kota Samarinda

  1. Sugeng Prasetyo (L)
  2. Abdul Muin (L)
  3. Mohammad Rouf Amrun Zamzami (L)
  4. Meidy Perangin Angin (L)
  5. Imam Sutanto (L)
  6. Ana Siswanti Rahayu (P)
  7. Padlansyah (L)
  8. Tumenggung Udayana (L)
  9. Agus Purnomo (L)
  10. Dwi Haryono (L)

Kota Bontang

  1. Ismail Usman (L)
  2. Kartika Handayani (P)
  3. Muzarrobby Renfly (L)
  4. Aldy Artrian (L)
  5. Erwin (L)
  6. Syahriah (P)

Kabupaten Kutai Kartanegara

  1. Fahrisal (L)
  2. Teguh Wibowo (L)
  3. Martain (L)
  4. Munir Anshory (L)
  5. Sri Muliati Ningsih (P)
  6. Hardianda (L)
  7. Imam Sholikhin (L)
  8. Muhammad Sulaiman (L)
  9. M. Dudi Hari Saputra (L)
  10. Syafrudin (L)

Kabupaten Kutai Timur

  1. Agustinus Verdi Logo (L)
  2. Budi Wibowo (L)
  3. Muhammad Idris (L)
  4. Aji Mashyudi (L)
  5. Musbah Ilham (L)
  6. Aswadi (L)
  7. Maya Sari (P)
  8. Siti Akhlis Muafin (P)
  9. Abukhaer (L)
  10. Andi Ahmad Mappasiling (L)

Kabupaten Berau

  1. Ira Kencana (P)
  2. Nadirah (P)
  3. Natalis Lapang Wada (L)
  4. Tamjidillah Noor (L)
  5. Asnar (L)
  6. Syamsuddin (L)

Nama-nama yang disebutkan diatas, selanjutnya mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota yang akan dilakukan oleh Bawaslu melalui Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 2 Agustus s/d 3 Agustus 2023 bertempat di Swiss-Belhotel Borneo
Samarinda (Jl. Mulawarman No.6, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75112).

Kemudian kepada masyarakat dimohon untuk memberikan tanggapan tertulis terhadap calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2 (Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau) yang ditujukan kepada Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur (identitas pelapor akan dirahasiakan).

Samarinda, 31 Juli 2023

TIM SELEKSI CALON ANGGOTA BAWASLU KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ZONA 2 (SAMARINDA, BONTANG, KUTAI KARTANEGARA, KUTAI TIMUR, BERAU)

  1. Johan’s Kadir Putra, SH., MH
  2. Muhammad Arimin, S.T 3) Elsa Aprina, S.H., M.H.
  3. Dr. Anwar Alaydrus.,S.Sos.,MM
  4. Dr. Zamroni, M.Pd

Dialog Muharram 1445 H, Memaknai Hijrah yang Sebenarnya

0
Dialog Muharram 1445 H, Memaknai Hijrah yang Sebenarnya
Dialog Muharram 2023 diikuti 120 muslimah dari seluruh MT di Bontang. (ist)

BONTANG – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H banyak diperingati oleh umat Islam, tak terkecuali di Bontang. Sekira 120 muslimah dari berbagai Majelis Taklim (MT) di seluruh Bontang, mengikuti event Dialog Muharram 1445 H, Ahad (30/7/2023). Kegiatan dakwah bertema ‘Saatnya Hijrah Kaffah’ itu berlangsung di Mangrove Teluk Bangko, Loktuan,

Kegiatan ini dimulai dengan menggelar nonton bareng (nobar) pemaparan makna hijrah sebenarnya dari Ustad Rokhmat S Labib, serta presentasi Ustad Ismail Yusanto terkait konsep perubahan.

Pasca nobar, Ustazah Retno Furi dan Ustazah Fitri selaku narasumber kembali menjelaskan secara ringkas, apa yang sudah dipaparkan oleh kedua ustad di awal. Hal itu agar lebih memudahkan pemahaman kepada para peserta yang hadir.

Dipaparkan Ustazah Furi, bahwa terdapat kekeliruan pemahaman makna hijrah saat ini. Arti hijrah menurut istilah khusus berarti meninggalkan segala sesuatu yang diluar hukum-hukum Allah menuju ke ketaatan terhadap segala perintah dan larangan Allah.

“Kita (umat Islam) sedang dijauhkan dari Islam. Maka, kita harus memaknai hijrah dengan benar, yaitu hijrah secara kaffah,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustazah Fitri menyampaikan, bahwa esensi dari hijrah Nabi SAW yang perlu diteladani adalah hijrah meninggalkan sistem sekuler saat ini, dimana aturan Islam dipisahkan dari kehidupan manusia. Kembali menuju sistem Islam. Maka semestinya perjuangan umat bukan sekadar diarahkan untuk menjadikan sosok Muslim yang shalih sendiri saja.

“Kembalilah pada satu akidah. Bukan satu akidah ruhiyah, tapi akidah siyasah (politik). Akidah yang akan melahirkan hukum-hukum syariat,” terangnya.

“Maka, mari kita berhijrah secara total kembali ke aturan Islam,” pungkasnya menutup pemaparannya.

“Semoga dengan terselenggaranya dialog muharam ini, umat Islam semakin memahami sudah saatnya kaum muslim hijrah secara total,” ungkap Ustazah Diana selaku host acara menutup event ini. (*)

Rakor Forkopimda, Bahas Penyelesaian Permasalahan di Bontang

0
Rakor Forkopimda, Bahas Penyelesaian Permasalahan di Bontang
Rakor Forkopimda di Balikpapan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholder Kota Bontang tahun 2023 dilaksanakan, Minggu (30/7/23) di Balikpapan. Rakor kali ini mengusung tema ‘Sinergitas Program Dalam Mewujudkan Penataan Infrastruktur dan Sarana Layanan Publik Menuju Kota Bontang yang Hebat.’

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengarahkan, agar keseriusan terkait menjalankan 4 program yang menjadi prioritas pemerintah kota (pemkot) Bontang, yakni stunting, penanggulangan banjir, lahan, dan aset, serta pariwisata dan UMKM.

“Tentu saja terdapat juga masalah nasional seperti stunting, sehingga pengerjaan harus kita keroyok agar dapat terselesaikan,” jelasnya.

Disamping permasalahan tersebut, Bontang yang merupakan kota kaya memiliki  7,81 persen pengangguran. Angka tersebut merupakan tertinggi di Kalimantan Timur, dan angka kemiskinan sebesar 4,54 persen. Di Bontang terdapat 185 ribu penduduk dengan banyak perusahaan industri di dalamnya.

“Karena itu perusahaan-perusahaan di Bontang diharapkan dapat mengambil SDM lokal, dan memberikan saran terhadap pemerintah terkait pelatihan-pelatihan yang mereka butuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, pemerintahan sudah tidak boleh menerima lagi tenaga honorer, sehingga diperlukan solusi bagaimana mengurangi pengangguran di Bontang. Apa yang perusahaan butuhkan sehingga bisa diberikan pelatihan di BLK.

Sejak beberapa tahun belakangan, penduduk Bontang sudah bertambah hingga 20 ribu jiwa, namun pengangguran juga ikut bertambah. Perusahaan-perusahan juga masih mengambil tenaga kerja dari luar kota, sedangkan diharapkan 75 persen tenaga kerja dapat diambil dari penduduk lokal.

Rakor ini merupakan rapat kedua pada tahun 2023. Sebelumnya sudah dilaksanakan pada Februari lalu. Di rakor kali ini diharapkan ada tindak lanjut serta adanya aksi nyata dalam menuntaskan permasalahan di Bontang.

Di akhir sesi acara pembukaan Rakor Forkopimda, pemkot menyerahkan penghargaan kepada PT Indominco Mandiri (IMM) selaku penyelenggara acara, yang kemudian dilanjutkan penyerahan cenderamata kepada stakeholder yang hadir. (sya)

Penghuni Tak Berada di Tempat, Si Jago Merah Lahap Sebuah Rumah di Loktuan

0
Penghuni Tak Berada di Tempat, Si Jago Merah Lahap Sebuah Rumah di Loktuan
Petugas damkar saat melakukan pemadaman api. (Damkar foro Radarbontang.com)

BONTANG – Si jago merah kembali melahap 1 unit rumah di Kelurahan Loktuan, Senin (31/7/2023) pagi. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, hanya sebagian bangunan rumah yang hangus dilahap api.

Kebakaran terjadi tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, RT 19, Kelurahan Loktuan. Sebuah rumah di lokasi tersebut diinformasikan terbakar sekira pukul 08.00 wita, saat seluruh penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah.

Berdasarkan rilis dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), petugas mendapat informasi sekira pukul 08.05 wita. Tim damkar langsung bergerak ke lokasi saat menerima informasi.

Pemadaman baru berhasil diselesaikan kurang lebih 1,5 jam. Tepatnya pukul 09.20 wita pemadaman berakhir.

“Petugas terkendala kondisi sempitnya jalan menuju lokasi. Sehingga pemadaman berlangsung cukup lama,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin.

Pasca pemadaman, tingkat kerusakan pada rumah 2 lantai tersebut mencapai 60 persen. Sebagian bangunan hangus terbakar dan sebagian lainnya masih utuh.

“Syukurnya sebagian barang-barang dan surat berharga di dalam rumah berhasil diselamatkan,” tambah Amiluddin.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima petugas di lapangan, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Lantaran saat kebakaran terjadi tidak ada satupun penghuni rumah yang berada di dalam rumah.

Rumah yang diisi oleh 8 jiwa tersebut ditaksir mengalami kerugian sekira Rp 200 juta. (al)  

Tantang Bikin Chanel Ngaji Quran, UAS Ajak Orangtua Masukkan Anak ke Pesantren

0

BONTANG – Dai kondang Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan tantangan kepada warga Bontang khususnya para dai-dai untuk mencetak generasi Qurani. Tantangan itu disampaikannya saat mengisi tabligh akbar di Masjid Agung Al Hijrah, Senin (31/7/2023).

UAS membeberkan data bahwa jumlah warga Indonesia yang buta huruf Al Quran mencapai 72 persen. Hal ini membuktikkan masih banyak umat Islam di Indonesia yang belum bisa membaca Al Quran.

“Saya tantang ustad-ustad di Bontang untuk membuat chanel-chanel ngaji Al Quran. Mari kita perbanyak penghapal-penghapal Quran di Bontang agar kota ini semakin beradab sesuai mottonya,” serunya.

Dalam tausiahnya dai lulusan Al Azhar, Mesir tersebut memang lebih banyak membahas upaya mencetak generasi Qurani. Sesuai tema tabligh akbar kali ini yaitu, ‘Mencetak Generasi Qurani yang Hebat dan Beradab.’

Selain itu UAS juga mengajak agar para orangtua memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Agar anak-anak memiliki pendidikan ilmu agama yang mumpuni serta kemandirian. Lantaran saat ini dunia pendidikan dianggapnya tidak mampu mencetak generasi tangguh di tengah masifnya teknologi dan media sosial.

“Ingin anak selamat? masukkan ke pesantren. Memang ada juga anak rusak di pesantren tapi itu tidak banyak gaes. Jangan sampai rusak nila setitik rusak susu sebelanga,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyakit mengerikan bukanlah kemiskinan. Tapi anak tidak pandai ikat tali sepatu, tidak tau menuangkan makanannya ke piring. Artinya anak-anak tidak tahu apa-apa.

“Jangan takut anak miskin. Tapi takutlah anak-anak tidak punya ilmu dan tidak mandiri,” imbuhnya.

UAS menasehatkan agar anak-anak jangan terlalu diberikan fasilitas dan kenyamanan. Namun sering-seringlah mengajak ke panti asuhan atau tempat-tempat lain yang mampu memberikan pelajaran berharga bagi mereka. (al)

Pukul 07.10 Wita Masih di Sangkima, Jadwal Tausiah UAS Meleset

0

BONTANG – Tausiah Ustad Abdul Somad (UAS) diperkirakan mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh MC Tabligh Akbar UAS di Masjid Agung Al Hijrah, Senin (31/7/2023).

Dijadwalkan UAS akan memulai tausiah pukul 07.00 wita, namun harus mengalami keterlambatan lantaran UAS mengalami kendala untuk tiba di masjid tepat waktu.

Diketahui pagi ini UAS masih berposisi di Sangatta, sesuai jadwal safari dakwah beliau. Dari Sangatta UAS perjalanan menuju ke Bontang.

“Banyak jamaah yang menemui UAS di hotel di Sangatta, sehingga agak terlambat keluar dari hotel,” seru MC saat menyampaikan pengumuman.

Pukul 07.10 wita MC kembali mengumumkan bahwa UAS saat ini berposisi di daerah Sangkima.

“Panitia terus komunikasi dengan pihak UAS. Katanya sekarang sudah di Sangkima. Jauh kah itu?,” canda MC tersebut disambut riuh suara jamaah, yang mengetahui masih lumayan jauh perjalanan UAS hingga tiba di Bontang.

Panitia pun berupaya menenangkan jamaah dengan berusaha mendengarkan lantunan salawat nabi. (al)

Nginap di Masjid hingga Penuh Sejak Subuh, Antusias Jamaah Ingin Dengar Tausiah UAS

0

BONTANG – Masjid Agung Al Hijrah tampak sudah dipadati oleh jamaah yang ingin menyaksikan tausiah Dai Kondang asal Riau, Ustad Abdul Somad (UAS) sejak subuh, Senin (31/7/2023).

Dari pantauan redaksi, sekira pukul 06.00 wita area dalam Masjid Al Hijrah tampak sudah dipenuhi oleh jamaah pria maupun wanita. Lantai 2 masjid yang memang diperuntukkan khusus jamaah wanita pun terlihat sudah penuh.

Bahkan menurut salahsatu panitia, Aji Asbat, ada jamaah yang antusias ingin mendengarkan ceramah agama ustad lulusan Al Azhar, Mesir tersebut hingga menginap di masjid.

“Ada jamaah dari Teluk Pandan yang menginap di masjid. Semalam kami panitia baru pulang sekira jam 1,” ujar Asbat.

Rekayasa lalu lintas di sekitar masjid pun sudah diberlakukan sejak subuh. Saat redaksi tiba sekira pukul 06.00 wita, beberapa titik jalan sudah ditutup oleh pihak kepolisian. Sehingga jamaah yang ingin masuk masjid harus memarkirkan kendaraannya agak jauh dari masjid.

“Iya saya datang jam 05.30 wita tadi tidak diperbolehkan masuk. Karena saya tunjukkan kartu panitia saya bisa masuk,” tambah Asbat lagi. (al)