Beranda blog Halaman 755

Ahli Madya BSSN: Keamanan Data Pribadi Dimulai Dari Diri Sendiri

0
Ahli Madya BSSN: Keamanan Data Pribadi Dimulai Dari Diri Sendiri
Danang Jaya saat memaparkan materi. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Guna mencegah kejahatan siber yang semakin marak, perlunya kita menjaga keamanan data pribadi. Karenanya, tanggung jawab keamanan data pribadi harus dimulai dari diri sendiri.

Hal itu diungkapkan Ahli Madya Direktorat Keamanan Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Danang Jaya saat menyampaikan materi di sosialisasi security awareness inisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, yang dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum Kecamatan Bontang Barat, Kamis (27/7/23).

Di awal materi, Danang mengibaratkan keamanan dalam berbagai hal. Seperti komplek perumahan yang dijaga oleh security, hingga gudang yang harus menggunakan izin akses. Hal itu merupakan langkah-langkah sederhana untuk menciptakan keamanan.

“Tanggung jawab kepemilikan suatu barang atau data ada pada pemilik atau diri sendiri. Ada baiknya kita dahulu yang memulai untuk menjaga apa yang menjadi milik kita,” paparnya.

Terdapat 7 data pribadi yang berbahaya jika tersebar luas, yang pertama adalah nomor indentitas, seperti nomor NIK, SIM, KTP,  KK, NPWP dan sebagainya.

Kemudian yang kedua, yakni Informasi medis. Saat oknum mengetahui informasi medis kita, maka mereka akan dapat menawarkan pengelabuan obat-obatan yang kita butuhkan.

Ketiga, nama panggilan, “Biasanya ada orang modus panggil nama kita atau anak-anak kita, terus dia panggil seolah-olah kenal orang tua kita,” tambahnya.

Keempat, tandatangan yang jika dibagikan di media sosial, akan mudah sekali untuk dipalsukan. Apalagi tanda tangan yang ada di KTP, bisa digunakan untuk membobol rekening tabungan kita.

Kelima, alamat lengkap ataupun alamat sekolah anak, “Sekarang banyak modus paket COD yang padahal kita merasa tidak pernah memesan paket apapun, biasanya orang-orang yang suka beli paket terus alamat di paket tersebut dibiarkan terbaca, maka oknum akan mencatat nama, alamat serta nomor HP,” bebernya.

Kemudian yang keenam adalah foto dokumen, seperti akta kelahiran, paspor, ijazah dan sebagainya. Dalam dunia IT diyakini tidak ada data yang benar-benar dihapus, saat kita menghapus data dari ponsel sebenarnya itu belum terhapus, hanya saja tidak ditampilkan.

“Itulah kenapa kalau handphone diretas mereka masih bisa mendapatkan banyak data pribadi kita,” tambahnya.

Yang terakhir adalah Geolocation yang berasal dari radar ponsel atau komputer yang tersambung ke WiFi. Oknum biasa bisa melacak siapa saja yang terhubung dengan WiFi tersebut, dan menemukan lokasi pengguna, sehingga penggunaan WiFi di tempat umum bisa beresiko peretasan.

Adapun potensi penyalahgunaan data dapat merugikan dalam bentuk uang seperti penipuan, pengajuan pinjaman, transaksi uang ilegal. Dapat mengaku sebagai orang lain dengan alasan bantuan sosial, layanan kesehatan, dan program tenaga kerja.

“Selain itu oknum dapat melakukan ambil alih akun sosial media kita, bisa dapat spam juga, yang akhirnya bisa jadi sasaran phising,” ucapnya.

Oleh sebab itu harus ada manajemen resiko keamanan mulai dari sendiri, seperti tidak mengirim data pribadi ke orang lain, menghapus akun sosial media yang sudah lama tidak aktif, kunci akun sosial media terutama dengan memprivasi akun. (sya)

Eksploitasi Anak Masih Terjadi di Peringatan HAN

0
Eksploitasi Anak Masih Terjadi di Peringatan HAN
Emirza, M.Pd. (ist)

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli 2023 baru saja terselenggara dengan tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju.’ Sehari sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak (KPPA) memberikan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2023 kepada 360 kabupaten/kota yang terdiri atas 19 kategori Utama, 76 Nindya, 130 Madya, dan 135 Pratama.

Sedangkan Penghargaan Provinsi Layak Anak (ProviLA) diberikan kepada 14 provinsi yang telah berupaya keras untuk menggerakkan kabupaten/kota di wilayahnya dalam mewujudkan KLA. HAN ini mengingatkan semua akan hak anak yang harus terpenuhi dengan baik.

Pemerintah Kota Bontang kembali mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Pasalnya, Bontang kembali mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Nindya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga dan diterima oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, di acara Malam Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2023, Hotel Padma, Semarang. (infokaltim.id, 23/07/2023).

Namun begitu, sangat  disayangkan beberapa waktu lalu kota Bontang dihebohkan kasus, pasutri bekerja sebagai pengamen badut akan dipulangkan ke daerah asalnya, yakni Samarinda. Pengamen berpenghasilan Rp 500.000 per hari itu dibebaskan usai menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kedua anaknya masih kecil usia 5 tahun dan 1 tahun. Keduanya bisa dianggap melanggar Perda Provinsi Kaltim No 6 Tahun 2012 dan Perda Kota Bontang No 9 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak karena membawa anaknya saat bekerja sebagai pengamen badut. (makassar.kompas.com, 16/7/2023)

Akankah berbagai persoalan anak dapat tuntas terselesaikan? Walaupun HAN digelar setiap tahunnya. Apakah hak anak terlindungi secara total?

Kapitalis

Penghargaan KLA, apakah eksploitasi dan kekerasan terhadap anak menurun? Anak-anak tidak bisa bahagia jika eksploitasi dan kekerasan verbal, fisik, ataupun psikis masih mengancam kehidupan anak.

Bagaimana anak-anak bisa gembira, bila hak pendidikan mereka terabaikan karena miskin? Bagaimana anak-anak bisa ceria, tetapi hak mendapatkan penghidupan yang layak tidak didapatkan? Bagaimana anak bisa senang bila dirinya dieksploitasi, ikut orang tua bekerja keluar rumah?

Penerapan kapitalisme membuat kemiskinan terjadi ditengah-tengah masyarakat. Sehingga angka putus sekolah meningkat, eksploitasi dan kekerasan juga meningkat. Kemiskinan membuat rakyat susah memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan. Sehingga seperti kasus diatas, eksploitasi anakpun tak terelakkan.

Karena kebijakan yang kapitalistik, keberpihakan negara kepada rakyat sangat minim. UU Perlindungan Anak tidak cukup mampu mencegah kriminalitas, eksploitasi dan kejahatan terhadap anak. Banyaknya ragam kejahatan terhadap anak karena hukum buatan manusia yang tidak berefek jera bagi pelaku.

Islam Melindungi Anak

Jika hak-hak anak tidak terpenuhi, masa depan generasi membahayakan. Negara harus memastikan kehidupan generasi berjalan dengan pemenuhan dan jaminan. Menyiapkan generasi hari ini agar kita bisa menyiapkan masa depan cemerlang bagi peradaban gemilang.

Islam memberikan perhatian terhadap perlindungan anak-anak yang meliputi fisik, psikis, intelektual, moral, ekonomi, dan lainnya. Hal ini karena dalam bentuk memenuhi semua hak-haknya, menjamin kebutuhan sandang dan pangannya, menjaga nama baik dan martabatnya, menjaga kesehatannya, memilihkan teman bergaul yang baik, menghindarkan dari kekerasan, dan lain-lain.

Dalam Islam, terdapat tiga pihak yang berkewajiban menjaga dan menjamin kebutuhan anak-anak. Pertama, keluarga sebagai madrasah utama dan pertama. Ayah dan ibu bersinergi mendidik, mengasuh, mencukupi gizi anak, dan menjaga mereka dengan dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt..

Kedua, lingkungan. Dalam hal ini, masyarakat berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Masyarakat adalah pengontrol perilaku anak dari kejahatan dan kemaksiatan. Dengan penerapan sistem sosial Islam, masyarakat akan terbiasa melakukan amar makruf nahi mungkar kepada siapa pun.

Ketiga, negara sebagai pengurus utama. Negara wajib memberikan pemenuhan kebutuhan berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan bagi setiap anak. Penerapan sistem pendidikan Islam berkualitas dan bebas biaya akan mengakomodasi setiap anak dapat bersekolah sampai jenjang pendidikan tinggi. Sistem pendidikan Islam bisa membentuk generasi berkepribadian Islam dan berakhlak mulia.

Anak dapat terlindungi dan terjaga hanya dalam asuhan sistem Islam kafah. Hak mereka terpenuhi, kewajiban negara sebagai pengurus terlaksana, dan syariat Allah Swt. akan membawa berkah bagi kita semua.

Wallahualam.

Perubahan Gusung Jadi Objek Wisata Mulai Dibahas

0
Perubahan Gusung Jadi Objek Wisata Mulai Dibahas
Salahsatu sarana prasarana gazebo di Pulau Gusung. (ist)

BONTANG – Dispopar Bontang mulai membahas transformasi Pulau Gusung menjadi salahsatu objek wisata di Bontang. Dengan menggelar pertemuan penyusunan Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (Ripow) Pulau Gusung di Ruang Rapat Dispopar Bontang, Rabu (28/7/2023).

Pertemuan tersebut memaparkan peluang Gusung untuk dikembangkan sebagai wisata di Bontang.

Mengutip dari Instagram Dispopar Bontang, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk transformasi tersebut. Di antaranya menyediakan dokumen rencana induk, penambahan sarana dan prasarana untuk meningkatkan daya tarik pulau yang terletak di Kelurahan Guntung itu.

Adapun rencana beberapa sarana yang ditarget untuk dibangun seperti dermaga, area kuliner, wahana rekreasi air, kolam renang terapung, gazebo, taman bermain anak, toilet, cottage, hutan bakau, sekolah, masjid, dan lapangan.

“Fasilitas tersebut dibangun diharapkan dapat meningkat nilai wisata Pulau Gusung,” ujar Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat memimpin rapat.

Menurutnya, tak hanya sarana dan prasarana, hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan adalah mental masyarakat setempat untuk menyambut peluang wisata ini.

“Harapannya, penambahan ataupun perbaikan fasilitas yang dilakukan Pemkot Bontang nantinya bisa berjalan maksimal dengan dikelola baik oleh warga sekitar,” ungkapnya.

Jika pengelolaan sudah baik, maka akan memantik para pengunjung untuk hadir di Pulau Gusung. Hadirnya para wisatawan ini diharapkan memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat, sehingga muncul kemandirian ekonomi, khususnya bagi warga Pulau Gusung.

Sebagai informasi, di pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem, Kepala Bidang Pariwisata, M Ihsan. Para konsultan, perwakilan Bapelitbang, Kelurahan Guntung, dan Masata Bontang. (adv/al)

Kejahatan Siber Makin Marak, Diskominfo Sosialisasikan Security Awareness

0
Kejahatan Siber Makin Marak, Diskominfo Sosialisasikan Security Awareness
Kadiskominfo, Anwar Sadat (tengah) saat memberikan sambutan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang mulai menggalakkan keamanan data-data pribadi, terkait maraknya beberapa kejahatan siber yang sempat ramai di Indonesia.

Oleh karena itu, Diskominfo menggelar sosialisasi Security Awareness dengan tema Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Akan Pentingnya Keamanan Informasi bagi Seluruh Perangkat Daerah, Kamis (27/7/23) di BPU Kecamatan Bontang Barat.

Sebagai langkah awal, Diskominfo melaksanakan kegiatan dengan mengundang perwakilan dari OPD Kota Bontang, dan menghadirkan narasumber dari Ahli Madya Direktorat Kemanan Badan Siber Sandi Negara (BSSN).

“Kita akan mulai sosialisasi kepada para OPD dahulu, dan nantinya tentu akan kembali dilakukan untuk masyarakat Bontang,” jelas Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat.

Ia mengungkapkan, bahwa sekarang kita sudah memasuki era digital 5.0. Sehingga masayarakat dituntut untuk ikut mempelajari menjaga keamanan  saat mengakses atau menyimpan data-data penting.

“Kita harus membuka diri dengan kemajuan teknologi, jika tidak maka kita akan tertinggal dalam berbagai hal. Karena dalam banyak hal kita dituntut untuk mengerti dalam menggunakan handphone atau komputer,” tambahnya.

Jenis-jenis phising atau pengelabuan sering bermunculan dalam bentuk PDF atau link gambar maupun dokumen, sehingga hanya dengan satu klik, informasi pribadi, hingga uang kita dapat diakses dan dicuri.

Selain itu jangan sembarang dalam mengakses wifi di tempat umum, karena dengan cara seperti itu pihak tertentu dapat melihat apa yang telah kita akses.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Diskominfo rutin melaksanakan uji keamanan sistem aplikasi yang dimiliki oleh perangkat daerah, agar terhindar dari kegiatan peretasan oleh oknum yang tidak  bertanggung jawab. (sya)

Berantas Narkotika, Wali Kota Sarankan Satgas Relawan hingga Waspada Narkoba Jenis Baru

0
Berantas Narkotika, Wali Kota Sarankan Satgas Relawan hingga Waspada Narkoba Jenis Baru
Ilustrasi narkoba. (ist)

BONTANG – Wali Kota Basri Rase menyebutkan hal-hal yang perlu dilakukan sebagai langkah pemberantasan peredaran narkoba. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di kegiatan konsolidasi Kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kota tanggap ancaman narkoba pada sektor kelembagaan.

Kegiatan tersebut diinisiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, diadakan Kamis (27/7) di ruang pertemuan Hotel Bintang Sintuk.

Dalam paparannya, wali kota meminta dibentuknya tim terpadu P4GN dan PN di tingkat kota dan kecamatan. Ia menilai dengan adanya tim terpadu mulai dari tingkat provinsi sampai melibatkan masyarakat, sangat efektif dalam melaksanakan P4GN.

“Tim terpadu ini nantinya berfungsi untuk menyusun rencana aksi, mengordinasikan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi pelaksanaan fasilitasi P4GN baik di tingkat kota maupun kecamatan,” jelas Basri mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.

Ia juga mengatakan perlunya dibentuk satgas relawan yang membantu pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba.

Selain itu, Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat ancaman perkembangan zat psikotropika baru yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Kita harus waspada, saat ini ada narkoba jenis baru namanya New Psychoactive Substances (NPS). Nah perkembangan jenis baru ini banyak yang belum diatur oleh hukum sehingga menciptakan celah kejahatan. Ini harus kita waspadai!” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar peningkatan kapasitas pelayanan rehabilitasi serta fasilitasi P4GN di tingkat kelurahan melalui pemberdayaan masyarakat juga perlu dilakukan.

“Strategi P4GN harus dilaksanakan secara maksimal agar penyebaran narkotika dapat kita perangi bersama. Mari kita sama-sama berupaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba,” pungkasnya. (hms)

Tingkatkan Pelayanan Penyandang Tuna Rungu/Tuli, Anggota Sat Lantas Ikut Pelatihan Bahasa Isyarat

0
Tingkatkan Pelayanan Penyandang Tuna Rungu/Tuli, Anggota Sat Lantas Ikut Pelatihan Bahasa Isyarat
Kegiatan pelatihan kemampuan bahasa isyarat di Ditlantas Polda Kaltim. (ist)

BONTANG – Anggota Sat Lantas Polres Bontang mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan petugas pelayanan regident, Selasa (25/7/2023), yang diadakan oleh Ditlantas Polda Kaltim bertempat di Aula Ditlantas Polda Kaltim.

Dalam sambutannya, Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan menjelaskan, kegiatan ini diadakan bertujuan meningkatkan kemampuan pelayanan kepada penyandang Disabilitas Tuna Rungu/Tuli. Dari kegiatan ini akan melatih kemampuan bahasa isyarat bagi personel jajaran Ditlantas Polda Kaltim.

“Agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada teman-teman Tuli yang memerlukan bantuan di bidang lalu lintas, seperti pembuatan SIM, pengurusan STNK, BPKB, Tilang, dan lain sebagainya,” ujar Kombes Pol Sonny Irawan mengutip dari Tribrata.kaltim.polri.go.id.

Ditambahkannya, hasil dari pelatihan ini sangat positif. Peserta pelatihan berhasil memahami bahasa isyarat dasar pelayanan, dan mampu mempraktekkan saat melakukan pelayanan lalu lintas di wilayahnya.

“Diharapkan, hal ini akan berkontribusi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional kepada penyandang disabilitas tuna rungu/tuli,” harapnya.

Para peserta pelatihan juga diajak untuk berbagi pengalaman, keluhan, serta hambatan-hambatan yang pernah dialami ketika membutuhkan pelayanan di bidang lalu lintas. Harapan dari teman-teman komunitas tuli terhadap pelayanan Polri, khususnya di bidang lalu lintas, juga diungkapkan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam peningkatan pelayanan ke depan. (al)

Penyusunan Rencana Tenaga Kerja, Inovasi Pemecahan Masalah Pengangguran di Bontang

0
Penyusunan Rencana Tenaga Kerja, Inovasi Pemecahan Masalah Pengangguran di Bontang
Ilustrasi tenaga kerja. (ist)

BONTANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang menelurkan inovasi terkait ketenagakerjaan, dengan membuat penyusunan rencana tenaga kerja Bontang. Hal itu disampaikan Kadisnaker Bontang, Abdu Safa Muha di sosialisasi penyusunan rencana tenaga kerja Kota Bontang tahun 2023-2027, Rabu (26/7/2023) di Auditorium Taman 3D.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam rangka melaksanakan perumusan kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang berkesinambungan di Kota Bontang.

Diketahui kegiatan tersebut mendapatkan pendampingan langsung dari Kepala Pusat dan Perencana Ahli dari Pusat Perencanaan Kementerian Tenaga Kerja RI.

“Penyusunan rencana tenaga kerja ini merupakan salah satu inovasi kami bahkan mungkin yang pertama di Kaltim,” ujar Safa Muha mengutip dari situs ppid.bontangkota.go.id.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut akan sangat membantu pemkot dalam memotret situasi dan dampak perekonomian terhadap penciptaan kesempatan kerja, termasuk persediaan tenaga kerja beserta karakteristiknya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memecahkan masalah pengangguran di Kota Bontang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Basri Rase dalam sambutannya mengharapkan penyempurnaan penyusunan rencana tenaga kerja tersebut dengan mengundang HRD perusahaan, agar dapat saling berdiskusi terkait penyerapan tenaga kerja di Bontang.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini pemkot akan mampu memetakan tenaga kerja serta peluang kerja sehingga masalah pengangguran dapat segera teratasi,” pungkasnya. (*)

Penghargaan Kota Layak Anak 2023, Bontang Raih Predikat Nindya

0
Penghargaan Kota Layak Anak 2023, Bontang Raih Predikat Nindya
Wawali Najirah (kanan) saat menerima penghargaan KLA 2023. (ist)

BONTANG – Kota Bontang berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2023 untuk kategori Nindya. Malam penghargaan dilaksanakan, Sabtu (22/7/2023) di Hotel Padma, Semarang. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati kepada Wawali Bontang, Najirah.

Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2023 adalah program yang diusung oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, agar semua Pemerintah Daerah termasuk Kabupaten/ Kota mampu menjalankan seluruh program pembangunan yang berorientasi pada hak dan kewajiban anak.

Bersama dengan 75 kabupaten/kota lain, berhasil mencapai kategori nindya setelah memenuhi indikator yang ditetapan meliputi penguatan kelembagaan dan klaster hak anak.

“Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak ini merupakan suatu bentuk apresiasi kami atas segala komitmen dan keseriusan para gubernur, bupati, wali kota, dan jajarannya yang telah serius berupaya menghadirkan wilayahnya yang aman bagi anak. Amanat kontitusi pun mewajibkan negara untuk memenuhi semua hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang diratifikasi melalui peraturan perundangan lainnya,” ungkap Menteri PPPA dalam sambutannya mengutip dari situs ppid.bontangkota.go.id.

Atas pencapaian ini, Najirah meminta kerjasama dari OPD pengampu KLA dan dinas terkait, untuk terus meningkatkan kinerjanya. Najirah menyampaikan bahwa Bontang memiliki niat untuk menaikan pencapaian menjadi katergori utama di tahun berikutnya.

“Dengan kolaborasi antara Kota Bontang dan kota/kabupaten lainnya, kami yakin dapat mencapainya,” ungkapnya.

Selain itu, Najirah juga meminta dukungan penuh kepada Kepala DPPKB Kota Bontang, Bahauddin yang turut hadir mendampingi pada malam apresiasi KLA, agar semakin memaksimalkan program kegiatan serta merapatkan barisan dan bersinergi bersama perangkat daerah dan stakeholders terkait.

Wawali juga menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras dari semua pihak tanpa terkecuali. Harapannya adalah agar sinergitas dapat terus terjaga agar ke depannya Kota Bontang dapat mencapai apa yang ditargetkan yaitu Kota Layak Anak Kategori Utama. (*)

Paparan Awal RPJPD Bontang 2024-2045, Pengangguran dan Kemiskinan Masih Jadi Isu Utama

0
Paparan Awal RPJPD Bontang 2024-2045, Pengangguran dan Kemiskinan Masih Jadi Isu Utama
Wali Kota Bontang saat menyampaikan sambutan di paparan awal RPJPD Bontang 2024-2045. (ist)

BONTANG – Terdapat beberapa isu yang masih menjadi permasalahan di Kota Bontang. Di antaranya pengangguran terbuka, kemiskinan, stunting, banjir dan infrastruktur yang belum memadai.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Amiruddin, saat menyampaikan laporan dalam paparan awal Rencana Penyusunan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) di Kota Bontang 2024-2045, Selasa (25/07/2023) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Disampaikan Amiruddin, penyusunan yang dilakukan seharusnya bukan hanya sekedar memenuhi amanat undang-undang.

“Namun lebih dari pada itu. Kita harus mampu mewujudkan mimpi 20 tahun yang akan datang. Kita harus mampu merumuskan dengan konkret, dengan merujuk pada data-data yang akurat dan valid,” katanya mengutip dari situs ppid.bontangkota.go.id.

Pihaknya mengharapkan setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mampu menyediakan data-data yang dibutuhkan tim ahli. Karena data-data ini merupakan kunci.

Senada dengan itu, Wali Kota Bontang Basri Rase dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat, untuk dapat berperan serta dalam proses perumusan RPJPD tersebut.

“Kami mengajak setiap lapisan masyarakat. Untuk dapat memberikan masukan kepada rumusan RPJPD ini. Masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif,” ungkap Basri Rase.

Wawali Bontang, Najirah beserta Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam dan jajaran, unsur Forkopimda Kota Bontang, serta tim tenaga ahli Universitas Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut. (*)

Pelabuhan Badak LNG Ditetapkan Jadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi

0
Pelabuhan Badak LNG Ditetapkan Jadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi
Penyerahan SK Dirjen Imigrasi tentang penetapan Terminal Khusus PT Badak NGL sebagai TPI. (ist)

BONTANG – Sejak Bulan Juni 2023 lalu, Pelabuhan PT Badak NGL atau Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Pertamina Bontang telah ditetapkan sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) berdasarkan SK Dirjen Imigrasi.

Hal itu disampaikan Presiden Director & CEO Badak LNG, Dema Iriandus Pahalawan saat kegiatan penyerahan SK Dirjen Imigrasi tentang penetapan Terminal Khusus PT BADAK NGL Bontang Kalimantan Timur sebagai Tempat Pemeriksaan Keimigrasian di Mainhall Town Center, PT Badak NGL Bontang, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, ini merupakan wujud komitmen PT Badak NGL di dalam pemenuhan peraturan pemerintah, dalam hal ini tentang tata cara pemeriksaan masuk dan keluar wilayah Indonesia.

Hal ini sangat relevan karena sebagai perusahaan kelas dunia, pelabuhan PT Badak NGL secara rutin didatangi kapal-kapal pengangkut LNG yang berbendera dan berawak warga negara asing. Oleh karenanya penetapan TPI ini sejalan dengan komitmen aspek keselamatan dan keamanan, serta peningkatan dalam manajemen risiko terkait pengelolaan keamanan melalui standar tata cara pemeriksaan, pengumpulan informasi dan data, penerbitan izin masuk atau keluar wilayah, pencegahan potensi ancaman keamanan, dan melindungi masyarakat dari terorisme, atau kegiatan ilegal lainnya.

“Saya berharap, komitmen terhadap peraturan, manajemen risiko yang baik, dan hubungan yang erat antara perusahaan dan instansi pemerintah ini dapat menciptakan sinergi, memperlancar dan mengembangkan bisnis PT Badak NGL, memberikan kepuasan pelanggan, dan memberikan devisa untuk negara Republik Indonesia, ” ujar Dema mengutip dari situs Polresbontang.com.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Washington Saut Dompak mengatakan, hal ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerjasama antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta PT Badak NGL, sebagai perusahaan yang telah lama beroperasi di Wilayah Bontang Kaltim.

Terminal khusus yang akan diberikan kepada PT Badak NGL akan menjadi sarana yang strategis dalam memperlancar pemeriksaan keimigrasian, sehingga sebagai proses administratif terkait keimigrasian dapat berjalan dengan lebih efisien.

“Mewakili kepala kantor wilayah, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam mewujudkan acara ini, sehingga penyerahan Surat Keputusan Terminal Khusus ini dapat terlaksana dengan sukses,” ucap Washington. (*)