Beranda blog Halaman 756

Papan Pengumuman Larangan Buang Sampah Dicuekin, Warga Pasang Tali Rafia

0
Papan Pengumuman Larangan Buang Sampah Dicuekin, Warga Pasang Tali Rafia
Banner dan pemasangan tali rafia larangan membuang sampah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pasca penarikan bak sampah di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah, muncul permasalahan baru. Masih ada warga yang membuang sampah di sepanjang trotoar.

Kondisi ini membuat warga yang bertempat tinggal di sekitar area trotoar mengambil inisiatif memasang pengumuman larangan buang sampah di trotoar. Namun rupanya peringatan tersebut tidak diindahkan.

Sehingga warga menambahnya dengan memasang tali rafia di sepanjang trotoar, agar peringatan tersebut lebih dipahami warga yang ingin buang sampah.

Salah satu warga Tanjung Laut Indah, Hariadi mengaku memasang tali rafia yang membentang di sepanjang trotoar dekat rumahnya. Menurutnya, jika hanya memasang pengumuman larangan buang sampah tidak efektif.

“Saya kasih tali rafia karena orang masih buang di trotoar, kalau hujan terhambur aromanya sampai rumah saya,” jelasnya saat ditemui redaksi.

Ia merasa dengan penarikan bak sampah, pemandangan serta aroma di sekitar rumahnya menjadi lebih rapi. Ia juga merasa tidak keberatan harus membuang lebih jauh.

“Rumah saya pinggir jalan dan dekat dengan bak sampah, tidak masalah ditarik. Saya kalau mau buang sampah di Aini Rasyfa, tapi kalau mau ke pasar sekalian buang di Rawa Indah, tidak masalah,” imbuhnya.

Hariadi menyebutkan, memang sedikit sulit untuk merubah perilaku warga yang terkadang masih menggampangkan soal sampah, “Agak susah memang menyatukan kepala terkait sampah, padahal buang sampah bukan pekerjaan berat,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Laut Indah, Ruri mengatakan, pihak kelurahan bersama dengan RT setempat perlahan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warganya.

“Kami juga sudah rapat dengan Ketua RT sekitar, untuk menginfokan ke warga dan mengimbau untuk membentuk kelompok swadaya masyarakat mengantisipasi masalah yang timbul,” bebernya.

Lebih lanjut, Ruri menambahkan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan instan, lantaran masih banyak warga yang menaruh sampah di trotoar-trotoar. Namun pihaknya tetap mengedukasi dan sosialisasi ke masyarakat, terkait lokasi pembuangan yang dialihkan ke pasar lama dan depan Gedung Aini Rasyifa. (sya)

Pengurus LK3 Dilantik, Mabe: Perpanjangan Tangan Dinsos Layani Masyarakat

0
Pengurus LK3 Dilantik, Mabe: Perpanjangan Tangan Dinsos Layani Masyarakat
Kegiatan pelantikan LK3. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan pengurus Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dilaksanakan Rabu (26/7/23) di Ruang pertemuan Dispopar.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan, penanganan masalah psikososial yang terjadi belakangan ini di Bontang tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu dilakukan secara bersama-sama dengan semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha-industri.

“Melalui tanggung jawab sosial lingkungan, pelaku usaha kesejahteraan dan potensi sumber kesejahteraan sosial, kita dapat menangani keluarga bermasalah psikososial di Bontang,” jelasnya

Harapannya dalam kegiatan ini, dapat memperkuat peran serta potensi sumber kesejahteraan sosial, kepedulian, peran serta, tanggung jawab sosial lingkungan, memperkuat dan mengembangkan sistem jaringan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha-industri dalam penanganan keluarga bermasalah psikososial oleh LK3 di Bontang yang berkelanjutan.

“Saya ingin menekankan, bahwa LK3 merupakan salah satu lembaga yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yang strategis. Merupakan program nasional di bawah Kementerian Sosial RI. LK3 diharapkan dapat menjadi wahana pelayanan kesejahteraan sosial, terutama bagi keluarga bermasalah psikososial,” lanjutnya.

Ia juga berharap LK3 tidak hanya menjalankan tugasnya saja, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat untuk penerapan psikososial.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Bahtiar Mabe menjelaskan, LK3 merupakan mitra dari Dinas Sosial untuk konsultasi kesejahteraan keluarga, dan salah satu perpanjangan tangan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

“Kami memang menangani masalah yang ada di masyarakat, tapi kalau semua kami tangani juga akan kurang efektif. Jadi dengan adanya LK3 ini sangat membantu kami,” beber Mabe.

Sebanyak 70 kandidat dilantik pada acara tersebut. Anggota LK3 diambil dari 15 kelurahan di Bontang, seperti bhabinkamtibmas, babinsa, tenaga profesi medis, tenaga profesi psikolog, dan ada juga dari program keluarga harapan (PKH). (sya)

Jalan Berliku Social Coffee Shop, dari Jual Kopi Rentengan hingga Punya Mesin Espresso

0
Jalan Berliku Social Coffee Shop, dari Jual Kopi Rentengan hingga Punya Mesin Espresso
Suasana silaturahmi Anggota Kopinicus di Social Street Coffee Shop. (Anjas Kopinicus)

BONTANG – Komunitas pecinta kopi, Kopinicus kembali melanjutkan agendanya mengunjungi kedai-kedai kopi atau coffee shop di Kota Bontang. Kali ini, Kopinicus bersilaturahmi ke Social Street Coffee Shop di Jalan Patimura, RT 27, Kelurahan Api-Api, Minggu (23/7/2023). Kehadiran anggota Kopinicus disambut langsung Muhammad Fahmi Syafa selaku Owner Social.

Berikut catatan Kopinicus edisi ke-4 hasil bincang-bincang dengan sang owner yang akrab disapa Fahmi tersebut.

Diceritakan Fahmi, awal mula social ini bermula lahan kosong saja di tahun 2018 saat dirinya lulus kuliah dan mulai memutuskan menetap di Bontang. Kala itu ia berpikir akan diapakan lahan kosong tersebut.

“Di tabungan hanya ada uang Rp 4 juta. Awalnya mau dipakai buat liburan. Karena gak jadi liburan dibelikan tanah uruk buat nimbun. Ternyata uangnya habis, karena habis itu biar gak ditumbuhi rumput akhirnya dibuat nongkrong aja sama teman-teman,” ungkapnya mengawali kisahnya.

Dirinya pun memberanikan diri meminjam uang di bank, sebagai tambahan material bangunan dan sisanya dipakai untuk modal jualan kopi sachet dan minuman rentengan.

“Alat-alat benar-benar seadanya, mirip sama starling di pelabuhan. Berjalannya waktu, lahan kosong itu tetap dijadikan tempat jualan saat malam hari, karena paginya harus bekerja kantoran di salah satu instansi pemerintahan berstatus honorer,” ujarnya.

Dari awal dirinya mengaku tidak pernah terpikir membangun usaha. Dari keisengan tersebut ia merasakan hasil yang signifikan. Sejak itulah ia mampu membayar cicilan bank ditambah gaji dari bekerja.

Lanjutnya, seiring berjalannya waktu ia mendapat tawaran supporting dari salah satu brand rokok. Sejak itu mulai serius menjalankan usaha lantaran terikat kontrak. Namun ia menyadari tetap belum memahami pengelolaan sebuah usaha dan apa itu usaha kopi.

Awal berdiri, usaha ini diberi nama Singgareba. Tak ada arti dan makna khusus, hanya selentingan aja terucap karena waktu itu pihak supporting menanyakan hal itu. Kemudian, mulai berjalan banyak program dari pihak brand yang dilakukan selama satu tahun.

Pengalaman dan skill membuat kopi sendiri diceritakannya, berawal dari teman-teman yang lebih dulu terjun menggeluti dunia kopi. Hingga terbentuknya komunitas kopi di Bontang, sangat menunjang perkembangan dan pengetahuan dirinya di bidang kopi.

Di tahun 2020, pandemi covid-19 menjadi pukulan berarti bagi dirinya. Pendapatannya merosot tajam. Namun kesungguhannya menjalankan bisnis kopi, tetap menguatkan tekadnya mempertahankan bisnis ini.

“Karena kami yakin, kami bisa hidup dari kopi, dan Allah yang mengatur rezeki,” tegasnya.

Di tahun 2021 hingga 2022 Fahmi mulai memahami arti sebuah nama dan brand. Hingga akhirnya memutuskan mengubah nama ‘Singgareba’ menjadi “Social.” Nama Singgareba dirasa kurang cocok untuk melanjutkan usaha ini.

“Biidznillah, Social pelan-pelan berjalan, mengikuti proses sesuai kemampuannya sendiri,” ucapnya.

Fahmi kemudian juga menceritakan, kenapa logo kedai kopinya hanya berupa tulisan latin bertuliskan Social. Hal itu agar masyarakat lebih mudah mengenali dan mengingat. Selain itu, karena dari kecil yang pertama kita pelajari tulisan tegak bersambung.

Social juga memiliki tagline street coffee crew, karena Social memang kedai kopi jalanan.

“Alhamdulillah mulai fight lagi di tahun 2022. Teman-teman kopi mulai mendukung saya terus melanjutkan usaha di industri kopi,” bebernya.

Fahmi pun mengisahkan pernah berkeinginan mengikuti kelas barista, untuk  menambah ilmu. Namun saat itu sayangnya terkendala dana, dan akhirnya hanya belajar perkopian dari teman-teman pecinta kopi di Kota Taman dan di Samarinda

Kendala yang muncul kembali saat itu tidak adanya karyawan. Dirinya pun menjalankan sendiri kedai kopinya selama 6 bulan. Sampai akhirnya menemukan karyawan.

Ia memahami bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Seiring berjalannya waktu, Social semakin ramai dan perlahan mulai menambah alat-alat kopi sampai akhirnya memiliki mesin espresso.

Di belakang Kedai Social terdapat bangunan yang dulu digunakan oleh rekannya membuka usaha cuci sepatu hingga barbershop. Karena suatu hal usaha itu tutup. Hanya kedai kopi miliknya yang tetap bertahan sampai sekarang.

Saat kedainya masih bernama Singgareba, menu minumannya macam-macam dari kopi, joshua, dan ada menu favorit bernama tante mery, yang terbuat sirup, susu, dan nata decoco.

“Itu menu terlaris yang bisa bikin usaha berkembang,” sebutnya.

Sekarang, menu terlaris ada es kopi susu, old man, lady rose dan black peels. Keempat menu itu adalah menu kopi yang menjadi primadona di Social sampai sekarang.

Menurutnya, tantangan dan kesulitan selama buka usaha perkopian karena Social menerapkan konsep self service atau orderan diambil sendiri. Sistem ini masih awam di Bontang, karena masih terbiasa orderan itu diantarkan langsung ke meja pelanggan.

“Ide itu datang karena mengamati warung-warung nasi atau prasmanan jaman kuliah dulu, makanya berani bikin layanan seperti itu. Bukan berarti mengikuti starb**ks atau k*c.  Balik lagi, sesuaikan kemampuan saja. Cipta bisa dipasarkan, dan pasar bisa diciptakan, Insya Allah. Hhehe,” ungkap Fahmi.

Ia berharap, Kopinicus tetap terus berjalan karena bisa mempererat silaturahmi dengan teman-teman barista, penikmat kopi, maupun yang berada di industri kopi.

“Jangan sampai ada overthinking dengan yang lain, jika ada yang tidak datang. Tidak datang bukan berarti sombong. Teman-teman Kopinicus ini asyik komunitasnya karena menjadi teman seperjuangan untuk usaha di industri kopi. Juga buat teman sharing ilmu kopi, maupun tentang menjalankan bisnis. Mungkin ke depanya bisa dibanyakin lagi eventnya,” pungkasnya. (*)

DKUKMP Kenalkan Metrologi Legal pada Pelaku Usaha

0
DKUKMP Kenalkan Metrologi Legal pada Pelaku Usaha
Sambutan Wali Kota Bontang, Basri Rase diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Lukman. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sosialisasi edukasi 3M (Masyarakat Melek Metrologi) dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Bontang di Hotel Bintang Sintuk, Selasa (25/7/2023)

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan metrologi kepada masyarakat secara luas, sehingga masyarakat akan mengerti dan paham tentang kemetrologian ini, lantaran metrologi masih terdengar asing di telinga masyarakat.

“Jelasnya metrologi bukan ilmu tentang cuaca, melainkan ilmu tentang ukur mengukur secara luas. Metrologi berhubungan erat dengan kehidupan manusia sejak lahir hingga akhir hayat,”  jelas Wali Kota Bontang, Basri Rase diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Lukman.

Penerapan standar metrologi dalam pembangunan perekonomian, khususnya sektor perdagangan akan meningkatkan daya saing produk-produk domestik di pasar internasional. Karena adanya pengakuan terhadap hasil pengukuran memalui sistem ketelusuran, yang didasarkan pada sistem internasional (si).

“Dengan demikian metrologi legal dapat menjadi instrumen negara yang diamanatkan dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,” tambahnya.

Metrologi berperan penting dalam inovasi ilmiah, industri manufaktur, perdagangan, kesehatan, keselamatan, keamanan dan perlindungan terhadap kepentingan umum, juga sebagai pondasi teknis dalam standardisasi, karena tidak ada satupun kegiatan standardisasi yang tidak menggunakan aktivitas mengukur.

“Sebagai contoh ukuran timbangan yang tidak standar, bisa dibayangkan akan sulit dan dapat merugikan keseluruhan pihak dalam dunia perdagangan. Sementara, untuk memastikan hasil pengukuran dari alat yang digunakan terjamin nilainya dan mampu telusur ke sistem internasional. Metrologi harus mendapatkan pengakuan internasional,” ucapnya.

Sementara, Kepala DKUKMP Bontang, Kamilan mengatakan, sosialisasi ini guna meningkatkan pengetahuan pelaku usaha terkait alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).

“Jadi kami mengundang para pelaku usaha, dan perusahaan-perusahaan yang menggunakan timbangan dalam pekerjaannya untuk hadir. Agar mereka paham pentingnya alat timbang yang berstandar,” jelasnya.

Tujuan sosialisasi ini digelar karena masih minimnya pemahaman pelaku usaha tentang metrologi legal.

“Dengan sosialisasi ini, diharapkan akan muncul kesadaran pelaku usaha yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi yang ujungnya kepada konsumen, tidak hanya pedagang kecil, tapi penjualan-penjualan di perusahaan yang juga menggunakan timbangan,” tutupnya. (sya)

Bersih Tak Tersisa, Warung dan Tenda PKL Beras Basah Ditertibkan Dispopar

0

BONTANG – Dispopar Bontang melaksanakan komitmennya untuk menertibkan PKL di Pulau Beras Basah, Selasa (24/7/2023). Penataan warung-warung dan tenda PKL berlangsung kooperatif, dan tidak ada perlawanan dari para pedagang.

Dispopar dibantu pihak kepolisian dan TNI serta Satpol PP melaksanakan pembongkaran warung dan tenda yang tidak sesuai aturan. Penertiban ini berlangsung persuasif, lantaran Dispopar sudah melakukan komunikasi kepada para pedagang seminggu sebelumnya. Sehingga pedagang sudah mengetahui maksud Dispopar.

Dari pantauan redaksi, tenda-tenda liar yang biasa berdiri sudah bersih ketika Dispopar datang. Hanya tersisa warung-warung yang posisinya tidak sesuai aturan yang berlaku.

Bersih Tak Tersisa, Warung dan Tenda PKL Beras Basah Ditertibkan Dispopar
Pembongkaran warung tak sesuai aturan di Beras Basah. (Yusva Alam)

Para pemilik warung membongkar sendiri bangunan yang terbuat dari kayu dan atap seng tersebut. Anggota Satpol PP, polisi dan TNI ikut membantu proses pembongkaran. Sehingga pembongkaran berlangsung cepat.

Tidak tersisa satupun warung yang berdiri di tengah-tengah icon wisata Bontang tersebut.

“Kami membantu Dispopar untuk menertibkan sesuai dengan hasil rapat beberapa waktu lalu. Leading sector penertiban ini Dispopar,” ujar Hartoni, Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP.

Salahsatu pedagang, Jirhanuddin mengaku tidak masalah dengan pembongkaran itu karena sudah mendapatkan penjelasan sebelumnya. Namun ia meminta agar pemkot segera membangunkan warung pengganti untuk mereka.

“Kalau bisa jangan lama-lama gantinya. Takutnya berdiri lagi warungnya,” tegasnya.

Jirhanuddin juga mengaku tidak mau untuk pindah ke lokasi pedagang yang sudah dibangunkan oleh Pemkot Bontang, yaitu di bagian ujung pulau berdekatan dengan menara mercusuar, lantaran menurutnya penjualannya akan menurun drastis.

“Kalau pindah ke belakang sepi pembeli. Kami tidak mau,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Jirhanuddin, Kabid Pariwisata Dispopar Bontang, M Ihsan menegaskan bahwa upaya pihaknya menata pulau tersebut bukannya menutup usaha para pedagang tapi hanya menertibkan saja sesuai dengan aturan yang ada.

“Semua ini dilakukan kan demi kebaikan bersama. Kalau pulau ini bersih dan rapi tentu akan semakin banyak pengunjung. Kalau banyak pengunjung tentu para pedagang juga yang diuntungkan,” kata Ihsan saat diwawancara redaksi di lokasi.

Ia juga menegaskan, tidak hanya melakukan penertiban sekali ini saja. Akan ada monitoring berkala ke depannya. Hal ini untuk mengantisipasi para pedagang kembali membangun warung-warung di tempat semula.

“Kami pasti akan monitoring berkala, agar pulau ini tetap rapi ke depannya,” ujarnya.

Menanggapi penolakan pedagang pindah ke lokasi yang sudah dibangunkan oleh pemkot, Ihsan meyakini tidak mungkin terjadi menurunnya omset pedagang. Hal itu jika semua pedagang mau tertib untuk pindah kelokasi ujung pulau.

“Selama ini kan mereka tidak kompak. Ada yang pindah ada yang tetap jualan di tengah-tengah. Kalau semuanya mau tertib pindah ke belakang, tentu mau tidak mau pengunjung saat berbelanja akan menuju lokasi yang ditentukan. Karena tidak ada lagi warung di lokasi lain,” bebernya.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa penertiban ini untuk kebaikan bersama. Kalau pulau bersih dan rapi, wisatawan senang berkunjung dan meningkat, pedagang pun akan mendapatkan berkahnya. (adv/al)

Dispopar Mulai Tata dan Bersihkan Beras Basah

0

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang melaksanakan aksi bersih-bersih sampah dan penataan di Pulau Beras Basah, Selasa (24/7/2023).

Kegiatan ini diikuti OPD dan stakeholder terkait. Seperti Satpol PP, Polres Bontang, Kodim 0809, Dishub, Diskop UKMP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD. Selain itu adapula Anggota Forum Peduli Sampah dan Mahasiswa KKN.

Dispopar Mulai Tata dan Bersihkan Beras Basah
Aksi bersih-bersih sampah Dispopar di Beras Basah. (Yusva Alam)

Kabid Pariwisata Dispopar, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan ini sifatnya persuasif dan humanis, lantaran tak hanya bersih-bersih sampah, namun juga penataan PKL.

“Kita upayakan jaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung,” tegasnya saat membuka kegiatan.

Di awal kegiatan, Ia membagi tugas seluruh peserta yang ikut. Untuk Mahasiswa KKN dan Anggota Forum Peduli Sampah mendapat tugas membersihkan sampah-sampah plastik.

Kemudian DLH mendapat tugas membersihkan dan memotong dahan-dahan kering dan pohon kelapa yang sudah tumbang.

“Kalau memungkinkan bisa dibikin kursi-kursi dudukan bagi pengunjung,” imbuhnya.

Kemudian bagi anggota polisi, kodim, dan Satpol PP menata tenda dan warung-warung PKL.

“Kita rapikan warung-warung dan tenda yang tidak sesuai ketentuan. <span;>Kita bagi tugas,” pungkasnya. (adv/al)

Kasat Polairud Polres Bontang Berganti

0

BONTANG – Upacara Serah Terima Jabatan (sertijab) Kasat Polairud Polres Bontang diadakan Selasa (24/7/2023) di Ruang Rupatama Sanika Satyawada Lantai 2 Mako Polres Bontang.

Pejabat yang melaksanakan sertijab yaitu dari Pejabat lama IPTU Edy Mujianto kepada Pejabat Baru IPTU Khairul Umam S.

Kegiatan Upacara Sertijab Kasat Polairud Polres Bontang tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, selaku Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Perwira Upacara yaitu KBO Sat Samapta Polres Bontang, IPDA Tri Sartono, dan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Paur Subbag Watpers Bag SDM Polres Bontang, IPDA Budi.

“Selalu saya sampaikan, bahwa sertijab ini bertujuan untuk regenerasi pembinaan karir, serta refresing juga merupakan bentuk investasi organisasi,” ujar AKBP Yusep.

Dikatakannya, mutasi jabatan bukan hanya sebagai rolling tapi adalah amanah dari pimpinan, khususnya yang melaksanakan sertijab hari ini.

“Untuk pejabat yang lama kami ucapkan terima kasih, atas loyalitas dan dedikasi yang telah diberikan selama ini. Sehingga telah banyak memberikan kontribusi dalam hal menjaga Kamtibmas di Kota Bontang,” bebernya.

“Untuk pejabat baru saya ucapkan selamat, saya harapkan segera menyesuaikan dengan situasi saat ini, saya yakin dengan pengalaman yang anda dapatkan di kesatuan sebelumnya, dapat membawa Polres Bontang ke yang lebih baik,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Jabatan Kasat Polair adalah Jabatan yang strategis, maka sebagai pejabat baru yang telah diberikan dan dipercayakan agar dapat membawa/mengawal seluruh kegiatan yang akan di hadapi ke depannya.

Dengan adanya penambahan rumah/pemukiman di perairan yang di setiap tahunnya selalu bertambah, agar kepada Kasat Pol air dapat mempelajari Literatur yang ada. (al)

Serahkan Bantuan Paket Pendidikan, Wali Kota Bangga SMPN 1 Jadi Sekolah Penggerak

0
Serahkan Bantuan Paket Pendidikan, Wali Kota Bangga SMPN 1 Jadi Sekolah Penggerak
Wali Kota Bontang menyerahkan simbolis bantuan paket pendidikan kepada siswa SMPN 1. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase mengungkapkan rasa bangganya atas SMPN 1 Bontang yang telah menyandang status sebagai sekolah penggerak. Hal itu diungkapkan wali kota saat menghadiri penyerahan simbolis bantuan pendidikan bagi pelajar SMP Negeri 1, Senin (24/07/2023) pagi.

Basri Rase merasa sangat bangga dan bahagia dapat hadir di SMP Negeri 1 Bontang, yang telah menjadi sekolah penggerak melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi.

“Hari ini, kita berkumpul untuk menyaksikan momen penyerahan secara simbolis bantuan pendidikan yang sangat berarti bagi para siswa dan siswi SMP Negeri 1 Bontang,” ungkapnya.

Melalui mou antara Pemkot Bontang dan Kemendikbud Riset, telah memberikan mandat kepada SMP Negeri 1 Bontang untuk fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik, yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi, serta karakter.

“Melalui program sekolah penggerak ini, saya harap hasil belajar siswa akan semakin meningkat,” katanya.

Selain mengungkapkan rasa bangganya, wali kota juga memberikan bantuan paket pendidikan, berupa sepatu, tas dan pakaian kepada 314 siswa SMPN 1 Bontang.

“Ini merupakan upaya Pemkot Bontang dalam menunjang proses kegiatan belajar para siswa-siswi SMPN 1 Bontang,” pungkasnya. (hms)

Dispopar Gelar FGD Fasilitasi Penyusunan Peta Jalan Ekraf Kota Bontang

0
Dispopar Gelar FGD Fasilitasi Penyusunan Peta Jalan Ekraf Kota Bontang
Suasana FGD di Ruang Rapat Dispopar. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Fasilitasi Penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kreatif Kota Bontang, Senin (24/7/2023) bertempat di Ruang Rapat Dispopar Bontang.

Kegiatan ini diadakan secara hybrid, antara Dispopar beserta seluruh pihak yang terlibat pada tim ekonomi kreatif (ekraf) Bontang dengan 2 pemateri Erwiantono dan Heru Susilo dari Tim Faslilitator Talanpekda Kota Bontang.

Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem menyampaikan, FGD ini bertujuan mendiskusikan peluang dan tantangan dalam menyusun peta jalan sektor ekonomi kreatif di Kota Bontang pada era strategis. Dari beragam perspektif agensi pembangunan yang kompeten bersama dengan aparat pemerintah, akademisi, pelaku usaha dan komunitas kreatif serta penggiat media dan khalayak luas.

“Peserta yang hadir merupakan perwakilan OPD-OPD yang terlibat dalam tim ekraf Bontang. Ada Bapenda, Disnaker, Disdikbud, Diskop UKMP, dan teman-teman dari 17 sektor ekraf,” bebernya dalam sambutan.

Lanjutnya, di kegiatan tersebut ingin mendengarkan pemaparan dari Erwiantono dan Heru Susilo selaku Tim Fasilitator Talanpekda Kota Bontang, bagaimana konsep dasar ekraf di Kota Bontang.

Provinsi Kaltim telah menyusun peta ekraf, dan akan ditindaklanjuti oleh seluruh kota di Kaltim. Di Bontang akan dikaji bersama apa yang sudah disusun oleh Erwin dan Heru.

“Diharapkan sebelum jadi acuan perkembangan ekraf di kota ini tentu akan dibahas sampai tuntas. Setelah kita dengar dari kedua pemateri kita akan dengar masukan dari teman-teman di lapangan. Saya rasa masukan dari teman-teman di lapangan akan semakin memantapkan konsep,” ungkapnya.

Pemateri pertama, Erwiantono memaparkan bahwa ekraf di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik, selama periode 2010-2013 ekonomi kreatif secara rata-rata menyumbang 7,8 persen terhadap PDB Indonesia.

Nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp. 641,8 triliun pada tahun 2013 dengan pertumbuhan sekitar 5,76 persen, dimana jumlah industri kreatif tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 11,8 juta orang. Peran sektor ekonomi kreatif dinilai semakin signifikan menjadi penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia di masa depan.

“Kenapa ekraf diperbincangkan saat ini? Karena bahan tambang dan mineral bisa habis. Ekraf bisa jadi masa depan ekonomi kita sendiri. Saat ini 60 persen ekonomi Kaltim masih ditopang oleh hasil galian dan tambang. Tentu ke depan akan berkurang,” bebernya.

Sementara itu, pemateri kedua Heru Susilo memaparkan cara penyusunan dokumen peta jalan pengembangan ekraf Kota Bontang tahun 2023-2027 (Talanpekda Bontang). Menyampaikan pula bagaimana cara pengisian kuesioner yang harus dilakukan di tahapan awal.

Disebutkannya, instrumen penelitian /Kuesioner dimaksudkan untuk memperoleh data/informasi dalam penyusunan dokumen, sehingga diperoleh gambaran yang jernih tentang situasi dan dinamika ekonomi kreatif, serta peluang untuk mengembangkannya di masa yang akan datang.

”Oleh karenanya tidak perlu ragu dalam memberikan jawaban yang objektif dalam pandangan bapak/ibu/saudara. Independensi bapak/ibu/saudara dijamin sepenuhnya dalam kerangka etika penelitian,” tegasnya. (adv/al)

Jambret di Bonles Ditangkap, Motifnya Kecanduan Jadi Penjambret

0

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan jambret yang beraksi di kawasan Bontang Lestari, Sabtu (22/7/23) lalu, tepatnya pukul 12.30 wita.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya dalam konfrensi pers pada Senin (24/7/23) di Mako Polres Bontang.

Tersangka berinisial MM (26), sebelumnya merupakan seorang yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sudah melakukan aksinya sebanyak 8 kali.

“Sebelumnya dia sudah sering melakukan aksinya di wilayah Kukar dan baru kali ini melakukan di wilayah Bontang. Alhamdulillah langsung berhasil kami amankan,” jelas AKBP Yusep.

Jambret di Bonles Ditangkap, Motifnya Kecanduan Jadi Penjambret
Konfrensi Pers penangkapan jambret di Mako Polres Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

Barang bukti tersangka yang berhasil diamankan adalah tas berisi dompet dan ponsel berhasil dibawa kabur. Total kerugian korban mencapai Rp 9 juta.

Pasca kejadian, korban penjambretan langsung melaporkan ke kelurahan, sehingga langsung dibukakan CCTV sekitar daerah tersebut  dan langsung ditindak lanjuti oleh Polres Bontang.

“Kurang dari 10 jam setelah itu, kami berhasil menangkap pelaku pada pukul 19.30 wita di rumahnya yang berada di Perum Korpri Bontang Selatan. Dia tinggal di situ bersama istri,” tambahnya.

Adapun motifnya karena pelaku sudah merasa kecanduan melakukan penjambret, di sisi lain ia juga seorang pencandu narkoba. (sya)