Beranda blog Halaman 139

Dishub Ingatkan Demonstran, Jangan Lumpuhkan Lalu Lintas

0
Kabid LLAJ Dishub Kaltim, Heru Santosa saat diwawancarai di Gedung D Komplek DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/mediakaltim)

SAMARINDA — Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) mengingatkan agar aktivitas penyampaian aspirasi di ruang publik tidak sampai mengganggu kepentingan masyarakat luas, terutama terkait kelancaran arus lalu lintas.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim, Heru Santosa, menegaskan pihaknya berupaya memastikan tidak ada penutupan jalan selama aksi berlangsung.

“Intinya kita upayakan tidak ada penutupan jalan. Misalnya di depan Kantor Gubernur, itu ada dua jalur. Kalau satu dipakai, yang lain jangan sampai ditutup,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, potensi gangguan lalu lintas memang tidak dapat dihindari saat aksi digelar. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak sampai melumpuhkan akses jalan secara total.

“Ya, masyarakat mungkin terganggu, tapi jangan sampai jalan itu benar-benar ditutup,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para peserta aksi untuk tetap memperhatikan kepentingan umum dalam menyampaikan aspirasi. Kebebasan berpendapat, kata dia, merupakan hak yang dijamin, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu sah. Tapi kepentingan masyarakat umum juga harus diperhatikan. Jangan sampai dirugikan,” katanya.

Heru menambahkan, berbagai saluran penyampaian aspirasi telah tersedia. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memilih cara yang tidak mengganggu aktivitas publik secara berlebihan.

“Semua saluran ada. Silakan digunakan, tapi tetap mempertimbangkan kepentingan umum,” tutupnya.

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Tabrak Lari di Simpang 4 Pisangan, Dua Korban Dilarikan ke RSUD, Satu Alami Patah Tulang

0
Tabrak Lari di Simpang 4 Pisangan, Dua Korban Dilarikan ke RSUD, Satu Alami Patah Tulang
Korban yang mengalami tabrak lari di Pisangan. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas di Simpang 4 lampu merah Pisangan, Jumat (17/4/2026) malam. Seorang pengendara motor menabrak pengendara motor lainnya yang berboncengan, namun diduga tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Tim Medis Regu Alfa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang tiba di lokasi, segera memberikan pertolongan pertama kepada dua korban yang mengalami luka-luka.

Diketahui, korban mengalami luka lecet di bagian lutut, sementara, satu korban lainnya diduga mengalami patah tulang tepat di bagian kaki kiri serta tangan kiri.

“Dua korbannya perempuan, keduanya juga sudah langsung dibawa ambulance PSC 119 Bontang ke RS,” ucap Hendra, salah satu relawan.

Petugas Disdamkartan langsung melakukan penanganan awal dengan membersihkan luka korban, memberikan salep, serta melakukan pembalutan menggunakan spalk pada bagian tubuh, yang diduga mengalami patah tulang.

“Kalau tidak salah, katanya sih nerobos lampu merah, yang ditabrak pengendara motor Scoopy, terus yang nabrak langsung kabur,” imbuhnya.

Setelah penanganan awal, kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku tabrak lari masih belum diketahui, bahkan pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Surati Pemerintah Pusat, Dorong Bandara Badak Diaktifkan Lagi

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb17apr2026/mobile/

Basuki Siapkan Lahan, Unhas Siap Kembangkan Kampus di IKN

0
Basuki Hadimuljono–Jamaluddin Jompa menandatangani nota kesepahaman OIKN–Unhas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. (Dok. Otorita)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).

Kesepahaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan akademik dalam pembangunan IKN, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan kepakaran berbasis keilmuan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan kajian ilmiah dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai program strategis lain yang disepakati kedua belah pihak.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Hasanuddin yang sejak awal telah mendukung pembangunan IKN. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung dunia akademik, termasuk mahasiswa, dalam proses pembangunan.

“Kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk berkontribusi langsung. Kami juga siap mendukung jika Unhas ingin mengembangkan kampus di IKN, termasuk dalam penyediaan lahan,” ujar Basuki.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen Unhas untuk terus berkontribusi dalam pembangunan IKN melalui berbagai program strategis berbasis pendidikan dan riset.

Menurutnya, sejak 2022 Unhas telah terlibat dalam mendukung pembangunan IKN dan ke depan akan memperkuat peran tersebut, termasuk melalui program afirmasi pendidikan bagi daerah penyangga.

“Ini adalah ruang bagi kita untuk bereksperimen sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program konkret, seperti penyediaan jalur afirmasi pendidikan, pengembangan hutan pendidikan dan riset, serta pembentukan sentra bisnis yang mendukung ekosistem IKN.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi akademik yang objektif dan berbasis riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Akses Rusak Dikeluhkan Warga, OIKN Bergerak Cepat

0
Jalan rusak mulai dari simpang Pemaluan–Telemow ini akan disurvei besok beserta dua lokasi di desa lainnya. (Atmaja Riski)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Kecamatan Sepaku dengan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.

Peninjauan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, lurah, hingga organisasi masyarakat.

Informasi ini disampaikan Kepala Desa Telemow, Munip, yang menyebut adanya atensi langsung dari OIKN terhadap persoalan tersebut.

“Alhamdulillah, dapat atensi. Besok disurvei,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini tertuang dalam surat resmi OIKN melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) yang ditandatangani Deputi Alimuddin. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Otorita IKN, Direktorat Sarana Prasarana, Lembaga Adat Paser, serta Forum Kesepakatan Masyarakat (FKMS).

Dalam surat bernomor UND-87/OIKN.5/2026 itu disebutkan, peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, guna memastikan akses jalan di wilayah Pemaluan, Binuang, Telemow, Karang Jinawi, dan Semoi Dua dapat kembali berfungsi optimal.

Adapun tiga titik prioritas yang akan disurvei meliputi jalan simpang Pemaluan menuju Maridan, jalan simpang Suka Raja menuju Karang Jinawi, serta jalan akses Vico menuju SDN 025 Semoi Dua.

Survei dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA untuk melihat langsung kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Sebelumnya, Ketua FKMS Sepaku, Supian Nur, mengungkapkan bahwa rapat bersama OIKN pada 10 April lalu telah menyepakati sejumlah langkah awal, seperti perbaikan jalan berlubang, perataan permukaan, penanganan genangan air melalui sodetan, serta pemeliharaan lanjutan.

Ia juga menyoroti kondisi jalan rusak parah sepanjang sekitar delapan kilometer dari simpang Pemaluan hingga simpang tiga Desa Telemow, serta kerusakan di wilayah Karang Jinawi dan Semoi Dua yang turut dikeluhkan masyarakat.

Melalui survei bersama ini, diharapkan penanganan jalan rusak di wilayah Sepaku dapat segera direalisasikan demi menunjang aksesibilitas dan aktivitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Transaksi KKPD Kubar Tembus Rp868 Juta, Yasin Masiku: Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah

0
(Duduk tengah) Pranata Keuangan Ahli Muda Bapenda Kutai Barat, Yasin Masiku saat mendampingi pimpinan Bankaltimtara Sendawar dan menerima plakat penghargaan. (Bapenda Kubar)

SENDAWAR – Upaya digitalisasi keuangan di Kutai Barat mulai menunjukkan hasil. Hingga 2025, realisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) tercatat mencapai Rp868.879.370 dengan total 85 transaksi.

Capaian ini disampaikan Pranata Keuangan Ahli Muda Bapenda Kutai Barat, Yasin Masiku, saat mewakili Plt Kepala Bapenda Kutai Barat, Iwan, dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Menurut Yasin, capaian tersebut menjadi bagian dari implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang terus didorong pemerintah daerah.

“Penggunaan KKPD menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung digitalisasi transaksi keuangan daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pemanfaatan KKPD saat ini masih terbatas pada tiga perangkat daerah, yakni Bappedalitbang, Bapenda, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Ke depan, Pemkab Kutai Barat menargetkan seluruh perangkat daerah dapat mengoptimalkan penggunaan KKPD, khususnya dalam transaksi belanja daerah.

“Harapannya semua perangkat daerah bisa memanfaatkan KKPD agar transaksi lebih tertib, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Dari sisi capaian regional, Kutai Barat saat ini menempati posisi ketiga tertinggi di Kalimantan Timur dalam nominal dan volume transaksi KKPD tahun 2025, berada di bawah Penajam Paser Utara (PPU) dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Yasin menegaskan, Pemkab Kutai Barat bersama Bankaltimtara selaku pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) akan terus mendorong implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan KKPD sebagai bagian dari transformasi pengelolaan keuangan daerah.

“Langkah ini penting untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Selain itu, digitalisasi keuangan daerah juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Kubar Bentuk Forum Lalin 2026–2028, Target Tekan Kecelakaan dan Benahi Transportasi

0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Barat, Ali Sadikin saat memimpin Rakor lalu lintas dan angkutan jalan bersama instansi terkait. (Ichal/Media Kaltim)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai membenahi persoalan lalu lintas yang kian kompleks. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor), Pemkab resmi membentuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) periode 2026–2028 sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan dan meningkatkan ketertiban di jalan.

Rakor tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Barat, Ali Sadikin, di Ruang Diklat Lantai III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Ali Sadikin, ditegaskan bahwa berbagai persoalan lalu lintas di Kutai Barat—mulai dari kemacetan, kecelakaan, pelanggaran hingga rendahnya kesadaran pengguna jalan—sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Permasalahan lalu lintas ini tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas instansi agar penanganannya lebih efektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Bappedalitbang, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya. Karena itu, forum ini menjadi wadah koordinasi terpadu agar kebijakan dan langkah penanganan bisa berjalan searah.

Melalui forum tersebut, pemerintah berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam membangun sistem transportasi yang aman, tertib, dan lancar sebagai bagian dari pelayanan publik.

Ali Sadikin menambahkan, forum ini juga akan menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, penataan angkutan umum, hingga kebutuhan rambu-rambu lalu lintas.

“Forum ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan dan program keselamatan lalu lintas yang lebih terarah, sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.

Selain itu, forum LLAJ juga memiliki peran penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan transportasi daerah, sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dalam merancang sistem lalu lintas yang berkelanjutan.

Dengan pembentukan forum ini, Pemkab Kutai Barat menargetkan terciptanya sistem transportasi yang lebih tertib dan aman, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berkendara.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita ingin menghadirkan perubahan nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Kubar Kompol Emmanuel Teguh Budi Santoso, Plt Kepala Dinas Perhubungan Rita Nursandy, perwakilan Kodim 0912 Kubar, UPTD Samsat, Jasa Raharja, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Internet Mahulu Lemah, Bupati Angela Temui Wamen Komdigi Dorong Perbaikan Bandwidth dan FO

0
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan saat menyampaikan hasil audiensi dengan Wamen Komdigi di Jakarta. (Istimewa)

UJOH BILANG – Persoalan akses internet di Mahakam Ulu kembali menjadi sorotan. Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, langsung menemui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria, untuk memperjuangkan peningkatan kualitas dan pemerataan jaringan internet di wilayahnya.

Audiensi tersebut berlangsung di Kantor Wamen Komdigi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Angela mengungkapkan, salah satu persoalan utama yang dihadapi Mahulu saat ini adalah rendahnya kapasitas bandwidth layanan internet, khususnya yang disuplai melalui program BAKTI.

“Bandwidth yang ada sekarang hanya berkisar dua sampai delapan Mbps, dan itu pun tidak merata di setiap titik tower,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, hingga komunikasi digital yang kini semakin bergantung pada jaringan internet yang stabil.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Mahulu secara tegas meminta peningkatan kapasitas bandwidth sekaligus pemerataan distribusinya agar masyarakat dapat menikmati akses internet yang lebih layak.

Selain itu, persoalan lain yang turut disampaikan adalah sering terputusnya jaringan fiber optic (FO). Gangguan ini disebut terjadi akibat pembangunan infrastruktur jalan yang tengah berlangsung dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu.

“Pembangunan jalan memang penting, tapi berdampak pada kabel FO yang sering putus sambung. Ini sudah kami sampaikan agar ada solusi permanen,” jelas Angela.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memperkuat sistem perlindungan jaringan FO agar tidak mudah terganggu, sehingga akses internet tetap stabil dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Angela juga mengungkapkan bahwa sejumlah program peningkatan layanan internet sebenarnya telah dianggarkan pada 2026. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Untuk itu, Pemkab Mahulu berencana menyurati Menkeu guna menegaskan bahwa kondisi internet di wilayah tersebut masih jauh dari ideal dan membutuhkan perhatian serius.

“Kami akan bersurat ke Menteri Keuangan, karena kondisi internet di Mahulu memang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Dalam jangka pendek, Pemkab Mahulu menargetkan adanya peningkatan kualitas akses internet pada tahun ini. Sementara untuk jangka panjang, perbaikan dan penguatan jaringan fiber optic akan terus didorong agar gangguan tidak lagi berulang.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat konektivitas digital di wilayah perbatasan, sekaligus membuka peluang peningkatan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Mahakam Ulu.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Menuju 21 April, 15 Kandidat Ketua DPC PKB Kaltim Berebut Kursi Strategis

0
Michael Adams saat berada di Kantor DPW PKB Kaltim, Jalan Bhayangkara, Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kalimantan Timur memasuki fase krusial. Dari puluhan nama yang sempat muncul, kini hanya tersisa 15 kandidat yang akan bertarung dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II.

Seleksi ketat ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PKB untuk periode kepengurusan 2026–2031.

Ketua Tim Penataan Struktur DPC PKB Kaltim, Michael Adams, mengungkapkan bahwa awalnya terdapat 42 nama yang diusulkan dari 10 kabupaten/kota. Namun, melalui proses seleksi berlapis, jumlah tersebut mengerucut menjadi 15 kandidat.

“Awalnya ada 42 nama, sekarang tersisa 15 kandidat yang akan mengikuti UKK tahap berikutnya,” ujarnya.

Dinamika persaingan paling terasa terjadi di daerah strategis seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara. Di dua wilayah ini, masing-masing diisi empat kandidat yang siap bersaing ketat memperebutkan posisi ketua.

Seluruh kandidat diwajibkan menyerahkan proposal yang memuat visi, program kerja, serta strategi penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Dokumen ini menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian.

“Proposal harus menggambarkan bagaimana membangun struktur partai sampai ke tingkat desa dan kelurahan, sekaligus arah gerak partai ke depan,” jelasnya.

Penentuan akhir akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB setelah seluruh kandidat melewati tahapan UKK. Selain aspek administratif, PKB juga menekankan pentingnya kapasitas kepemimpinan, kemampuan memperluas basis kader, serta strategi merangkul pemilih muda.

Keterlibatan perempuan juga menjadi perhatian penting dalam komposisi kepengurusan mendatang.

“Calon ketua harus mampu memperkuat struktur, memberdayakan kader perempuan, dan menarik pemilih muda, termasuk generasi Z dan milenial,” tegas Michael.

UKK Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026, dengan tim penguji dari DPP PKB yang akan melakukan pendalaman melalui sesi wawancara langsung.

Satu daerah, yakni Kutai Timur, belum masuk dalam daftar seleksi karena penanganannya dilakukan langsung oleh DPP, menyusul hasil Pemilu Legislatif sebelumnya di mana PKB belum memperoleh kursi di wilayah tersebut.

Berikut 15 kandidat Ketua DPC PKB Kaltim yang lolos ke UKK Tahap II:

Paser:
Fahmi Fadli

Kutai Kartanegara:
Eko Wulandanu
Desman Minang Endianto
Dedik Harianto
Sarpin

Berau:
Sutomo Jabir

Samarinda:
Jahidin
Wahyudin
Rusdi Doviyanto
Aris Mulyanata

Balikpapan:
Michael Adams

Bontang:
Firman

Penajam Paser Utara:
Irawan Heru S

Mahakam Ulu:
Martin Hat

Kutai Barat:
Rita Asmara Dewi

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Kekurangan 300 Tenaga Medis, RS Muara Badak Kukar Tak Kunjung Beroperasi

0
Plt Kepala BKPSDM Kukar, Arianto. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Rencana operasional RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak hingga kini masih tertahan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengakui krisis tenaga medis menjadi kendala utama, dengan kebutuhan mencapai ratusan orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kukar, Arianto, menyebutkan sedikitnya dibutuhkan sekitar 300 tenaga kesehatan untuk mengaktifkan rumah sakit tersebut secara optimal.

“Kalau rumah sakit itu mau diaktifkan, kebutuhan pegawai kurang lebih 300 orang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mencoba berbagai langkah jangka pendek, salah satunya dengan melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga medis dari fasilitas kesehatan lain, seperti rumah sakit dan puskesmas.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

“Sudah kita coba petakan tenaga medis yang bisa digeser, tapi ternyata tidak cukup,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah karena hampir seluruh fasilitas kesehatan di Kukar juga mengalami kekurangan tenaga. Bahkan, layanan puskesmas yang kini beroperasi 24 jam justru menambah kebutuhan tenaga medis di lapangan.

“Pelayanan puskesmas sekarang 24 jam, jadi memang butuh tenaga yang cukup, baik dokter, perawat maupun bidan,” tambah Arianto.

Dengan keterbatasan tersebut, opsi pergeseran tenaga semakin sulit dilakukan. Pemkab Kukar pun mulai mengarah pada solusi jangka menengah melalui rekrutmen tenaga medis baru.

Koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian PAN-RB dan BKN, untuk membuka peluang penerimaan pegawai.

“Kami sudah melaporkan ke Kementerian PAN-RB dan BKN agar bisa membuka penerimaan pegawai,” katanya.

Namun, proses tersebut tidak bisa berjalan cepat. Kebijakan pengangkatan pegawai saat ini cukup ketat dan harus melalui persetujuan pemerintah pusat, sementara kemampuan keuangan daerah juga menjadi pertimbangan.

Pemkab Kukar juga tidak memiliki ruang untuk merekrut tenaga harian lepas sebagai solusi sementara. Jalur PPPK maupun PNS tetap bergantung pada kebijakan pusat.

“Intinya, kalau rumah sakit itu mau diaktifkan, kita harus menambah tenaga medis,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, operasional RS Muara Badak masih menunggu keputusan pusat terkait penambahan SDM kesehatan. Tanpa tambahan tenaga, layanan rumah sakit belum bisa dibuka untuk masyarakat.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S