Beranda blog Halaman 758

14 Peserta Berlatih Skill Membuat Tas di LPK RITA

0
14 Peserta Berlatih Skill Membuat Tas di LPK RITA
Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penetapan Tenaga Kerja (Lattas dan Penta Kerja) Disnaker Kota Bontang, Lukmanul Hakim bersama peserta berfoto bersama. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar pelatihan Kejuruan Pembuatan Tas di bawah naungan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) RITA, di Jalan H. Habibon, Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Sabtu (8/6/2024).

Pelatihan kejuruan pembuatan tas diikuti sebanyak 14 peserta dengan rata-rata usia produktif. Mulai dari Ibu Rumah Tangga (IRT), hingga yang belum mendapatkan pekerjaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Produktivitas dan Penetapan Tenaga Kerja (Lattas dan Penta Kerja) Disnaker Kota Bontang, Lukmanul Hakim mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan tas untuk menambah wawasan peserta yang sebelumnya tidak paham bagaimana cara menjahit, bahkan menghasilkan sebuah tas.

“Di sini mereka kita latih, dari yang belum paham menjadi bisa menjahit, dan menghasilkan suatu karya yaitu sebuah tas. Nantinya pasti berguna, bisa digunakan kemana saja, bahkan bisa mereka jual,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Pimpinan LPK MIRA, Rita Hidayat menyampaikan, di pelatihan ini memang mengkhususkan bagaimana cara dalam pembuatan tas Tote Bag menggunakan kain kanvas polos. Mulai dari Tote Bag polos, berkantong, hingga bermotif batik.

“Banyak macamnya, banyak juga model tasnya seperti apa. Kita kombinasikan semuanya, bahkan untuk tali tasnya kita bisa ganti menggunakan kayu atau mutiara,” paparnya.

Pelatihan pembuatan tas seluruh peserta diajarkan membuat 5 macam model yang meliputi tote bag, tas polos, tas berkantong, tas anyaman, hingga ransel. Bahkan dari pihak Disnaker Bontang meminta untuk peserta bisa membuat tas untuk tempat sepatu.

“Dengan adanya request dari Disnaker, ini salah satu ujian mereka untuk mengasah sejauh mana mereka dalam membuat tas. Pemahaman dari cara menjahit dan menghasilkan sebuah tas. Karena di awal pelatihan ada peserta yang tidak tahu sama sekali caranya menjahit,” jelasnya.

Rita berharap dengan adanya pelatihan seperti ini, mereka bisa menghasilkan produksi tas yang bisa ditampilkan, berbeda dari yang lain. Bahkan nantinya bisa menjadi pengusaha yang sukses, hingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain dan mengurangi angka pengangguran di Kota Bontang khususnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Lansia, Pemkot Bontang Komitmen Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Lansia

0
Peringati Hari Lansia, Pemkot Bontang Komitmen Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Lansia
Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati. (Ist).

BONTANG – Memperingati Hari Lansia Nasional ke-28, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) menggelar senam lansia untuk melawan osteoporosis, yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Berbas Pantai, Sabtu (8/6/2024).

Peringatan Hari Lansia Tahun 2024 mengusung tema ‘Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat’.

Wali Kota Bontang, Basri Rase, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati mengatakan, bahwa Pemkot Bontang akan berkomitmen penuh untuk memastikan kesejahteraan dan kualitas hidup para lansia.

“Seperti diketahui, lebih baik mencegah daripada mengobati. Saya ingin kegiatan seperti ini tidak hanya sebagai tanda seremonial saja,” ucapnya.

Melalui senam gerak ‘Bontang Melawan Osteoporosis’, adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Pentingnya kesadaran akan olahraga, dengan pola makan yang sehat, dan deteksi dini osteoporosis bagi lansia sangatlah penting.

“Melalui kegiatan ini juga bisa saling menjalin silaturahmi dengan baik antar sesama, saling berbagi pengalaman, dan juga hidup akan lebih sehat,” jelasnya.

Perlu diketahui dalam kegiatan ini tidak hanya melakukan senam saja, akan tetapi ada kegiatan cek kesehatan gratis, serta pemberian tambahan susu gratis bagi para lansia yang mengikuti kegiatan. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Penyaluran BSPS Daerah Tahun 2024, Lukman: Program Harus Tepat Sasaran!

0
Penyaluran BSPS Daerah Tahun 2024, Lukman: Program Harus Tepat Sasaran!
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bontang, Lukman. (Ist).

BONTANG – Sosialisasi dan Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Daerah Tahun 2024 telah digelar.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bontang, Lukman mewakili Wali Kota Bontang menyampaikan, ingin program BSPS tetap berlanjut dan harus tepat pada sasaran.

Kegiatan digelar oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2), yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Jumat (7/6/2024) kemarin.

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan, hal ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor perumahan.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan untuk rumah layak huni saja, akan tetapi juga memberikan harapan serta semangat baru bagi masyarakat dalam hidup yang lebih sejahtera.

“Saya merasa bangga dan bersyukur program ini terus berlanjut,” ucapnya.

Lukman ingin pemerintah berupaya keras untuk memastikan program BSPS tersalutkan dengan benar hingga sampai kepada mereka yang berhak dan paling membutuhkan.

“Saya harapkan kualitas perumahan dan kesejahteraan masyarakat di Bontang Selatan akan semakin meningkat, serta memberikan dorongan bagi pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan,” paparnya.

Diketahui untuk tahun 2024 ada sebanyak 48 Kepala Keluarga (KK) dari 3 kelurahan di Kecamatan Bontang Selatan, yang telah menerima bantuan BSPS. Di antaranya Kelurahan Berbas Pantai 18 KK, Kelurahan Berbas Tengah 24 KK, dan Kelurahan Satimpo 6 KK. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

6 Kelurahan se-Kecamatan Bontang Selatan Beradu di Lomba Lingkungan Sehat

0
6 Kelurahan se-Kecamatan Bontang Selatan Beradu di Lomba Lingkungan Sehat
Penilaian di Lomba LBS dan PHBS di wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan menggelar lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), serta lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang diikuti 6 kelurahan se-Kecamatan Bontang Selatan.

6 kelurahan yang mengikuti lomba meliputi Kelurahan Berbas Tengah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kelurahan Bontang Lestari, Kelurahan Berbas Pantai, Kelurahan Tanjung Laut, dan Kelurahan Satimpo.

Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kecamatan Bontang Selatan, Yuliana mengatakan, tujuan diadakannya lomba LBS dan PHBS sesuai dengan arahan dari pemerintah, dimana semua lingkungan masyarakat harus keadaan bersih dan sehat, serta membuat Kota Bontang menjadi hijau.

“Pastinya di penilaian lomba ini tidak ada lagi sampah yang berserakan di masyarakat, dan kami juga mengedukasi masyarakat untuk bisa membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (7/6/2024).

Lomba LBS dan PHBS di lingkungan Kecamatan Bontang Selatan berlangsung selama 2 hari, mulai 5-6 Juni 2024, dan dalam sehari penilaian dilakukan di 3 kelurahan.

“Untuk kriteria penilaian pertama Pokja sehat di lingkungan kelurahan, dan kedua PHBS dari keluarga yang berisikan satu rumah dari 2 anak, kondisi sehat, bebas asap rokok, dan lingkungan rumah yang sehat,” jelasnya.

Adanya lomba LBS dan PHBS ini berharap kedepannya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, hingga membuat sampah jadi berserakan di lingkungan sekitar. Masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah, untuk membersihkan lingkungannya masing-masing. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

12 Bayi dan Balita di Wilayah Kecamatan Bontang Barat Ikut Lomba Balita Sehat

0
12 Bayi dan Balita di Wilayah Kecamatan Bontang Barat Ikut Lomba Balita Sehat
Kegiatan lomba balita sehat yang berlangsung di Gedung BPU Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Sebanyak 12 bayi dan balita mengikuti lomba balita sehat di wilayah Kecamatan Bontang Barat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Balai Pertemuan umum (BPU) Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.

Camat Bontang Barat, Ida Idris menyampaikan, diadakannya lomba balita sehat untuk mencapai pelayanan kesehatan di Posyandu. Lewat lomba balita sehat ini tim dapat menilai dan juga mengevaluasi, sampai mana masyarakat telah mencegah stunting.

“Setiap tahun kami melaksanakan lomba balita sehat, dimana kami akan mengetahui angka stunting di wilayah Kecamatan Bontang Barat. Apakah naik atau turun,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Setiap kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Bontang Barat, diharuskan mengirim 2 bayi dan 2 balita. Bayi mulai dari umur 6-23 bulan, dan untuk balita mulai umur 23-59 bulan.

“Alhamdulillah untuk di Kecamatan Bontang Barat khususnya angka stunting turun, semoga ke depannya tetap terus menurun bahkan hingga tahun-tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Melalui lomba balita sehat ini sebagai sambung tangan dari pemerintah lewat kecamatan. Ida berharap dalam pembinaan yang selama ini sudah diberikan, bisa berdampak di bidang kesehatan bagi masyarakat sekitar, terutama untuk bayi dan balita.

“Kami berusaha terus untuk menurunkan angka stunting yang ada, bahkan kami yakin bisa menjadikan Kota Bontang terus mencetak generasi emas,” tutupnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Kurangi Rumah Tidak Layak Huni, Pemkot Serahkan BSPS Kepada 48 KK di Bontang Selatan

0
Kurangi Rumah Tidak Layak Huni, Pemkot Serahkan BSPS Kepada 48 KK di Bontang Selatan
Pemberian BPSP DPKP2 Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sosialisasi dan Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Daerah tahun 2024 digelar oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2), Jumat (7/6/24) di Rujab Wali Kota Bontang.

Sebanyak 48 Kepala Keluarga (KK) dari tiga kelurahan di Kecamatan Bontang Selatan menerima bantuan BSPS. Rinciannya, Kelurahan Berbas Pantai untuk 18 KK, Kelurahan Berbas Tengah untuk 24 KK, dan Kelurahan Satimpo untuk 6 KK.

Wali Kota Bontang, melalui Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, H. Lukman menyerahkan secara simbolis. Program BSPS ini diharapkan terus berlanjut, dan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor perumahan.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan untuk rumah layak huni, Pemerintah Kota Bontang melalui DPKP2 berupaya keras untuk memastikan bahwa program BSPS ini tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang berhak dan paling membutuhkan.

“Bantuan ini diharapkan kualitas perumahan dan kesejahteraan masyarakat di Bontang Selatan akan semakin meningkat,” ujarnya.

Kepala Dinas DPKP2, Usman mengatakan, BSPS ini sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Kegiatan ini dikerjakan dengan cara swakelola, artinya tidak pakai kontraktor.

“Untuk melakukan percepatan pengurangan rumah tidak layak huni, kami bekerjasama dengan provinsi, serta perusahaan,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Puluhan Pemilik Warung Kelontong di Bontang Jadi Korban Penipuan Tabung Gas Melon

0
Puluhan Pemilik Warung Kelontong di Bontang Jadi Korban Penipuan Tabung Gas Melon
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Sejumlah pemilik warung kelontong di Bontang menjadi korban penipuan tabung elpiji 3 kilogram, beberapa waktu lalu.

Para pemilik warung kelontong ini mengaku ditipu oleh pelaku yang mengaku agen elpiji, membawa kabur tabung gas melon kosong namun tak kunjung kembali.

Kejadian itu diceritakan salah satu pemilik warung, Astutik. Dikatakannya, kronologi kejadian di awal Mei 2024, sebulan yang lalu datang seorang pelaku yang mengaku sebagai agen untuk mengambil tabung gas yang kosong. Astutik dengan mudahnya langsung memberikan tabung gas melon tersebut ke pelaku, tanpa merasa curiga.

“Datang ke warung saya, menanyai tabung gas yang kosong dan diambil sekitar 38 tabung gas melon. Bahkan sebelum pergi ia (pelaku) meminta uang, saya setor Rp 988 ribu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Sejauh ini pemilik warung tidak pernah merasa curiga kepada pelaku yang mengaku sebagai agen, karena pangkalan yang menyalurkan gas sudah bekerjasama dengan dirinya kurang lebih setahun.

“Saya merasa biasa saja, tidak ada rasa curiga sedikitpun karena sudah langganan setahun belakangan ini,” jelasnya.

Tak berselang lama, pemilik warung merasa ada yang mengganjal lantaran gas yang telah diambil beberapa hari yang lalu tak kunjung datang hingga sekarang. Bahkan nomor pelaku yang mengaku agen tersebut tidak dapat dihubungi.

“Setelah mencari informasi ke sesama penjual gas, ada sekitar 50 orang yang mengalami masalah ini, termasuk saya sendiri,” paparnya.

Akhirnya pemilik warung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, karena telah merugikan dirinya dan pedagang lainnya. Serta dirinya juga melampirkan tanda tangan para pedagang lainnya, untuk menunjukkan banyaknya korban yang tertipu.

“Dengan banyak orang yang telah ketipu, kemungkinan ada ratusan tabung yang hilang kalau digabungkan. Makanya suami saya langsung melapor ke pihak berwajib dengan membawa bukti tanda tangan pedagang lainnya,” tambahnya.

Astutik berharap agar pihak kepolisian segera menemukan pelaku, karena telah merugikan dirinya hingga Rp 9 juta. Tidak hanya itu, dirinya juga harus mengeluarkan uang lebih untuk modal tabung gas yang hilang.

“Untuk bisa tetap berjualan saya harus mengeluarkan modal lagi, untuk membeli 20 tabung gas melon,” tutupnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Dialog Terbuka bersama Ketua RT se-Kecamatan Bontang Selatan

0
Pemkot Gelar Dialog Terbuka bersama Ketua RT se-Kecamatan Bontang Selatan
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat sambutan di Pendopo, Rujab Wali Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Dialog Terbuka bersama Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kecamatan Bontang Selatan, yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Jumat (7/6/2024) malam.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyampaikan dalam kegiatan Dialog Terbuka ini bertujuan untuk menjadi tempat diskusi bersama, dimana semua Ketua RT di wilayah Kecamatan Bontang Selatan bisa menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat selama ini, di masing-masing tiap wilayahnya.

“Keluarkan apa yang ingin disampaikan, kepala dinas terkait semuanya telah hadir di sini, akan menjawab persoalan yang ingin disampaikan. Insyaallah semua nantinya akan terjawab,” ucapnya saat sambutan.

Kegiatan Dialog Terbuka seperti ini menjadi salah satu upaya bagi Kota Bontang, untuk menjadi kota yang lebih maju. Memperkuat optimisme daerah sebagai penyangga, bagi Ibu Kota Nusantara.

“Kita harus menjadi mitra bagi IKN, tinggal penyempurnaan dan evaluasi saja. Maka dari itu, kita berdiskusi bersama malam ini,” jelasnya.

Berjalannya kegiatan Dialog Terbuka untuk menjadikan momentum dalam mencari solusi, dimana semua program sudah hampir terealisasi. Sehingga dengan kegiatan ini bisa memberikan masukan, ide, ataupun koreksi untuk menghasilkan hal yang bermanfaat. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Hadiri Penutupan TMMD ke-120, Basri: Program Ini Beri Dampak Positif Bagi Masyarakat Bontang!

0
Hadiri Penutupan TMMD ke-120, Basri: Program Ini Beri Dampak Positif Bagi Masyarakat Bontang!
Penutupan TMMD ke-120. (syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase turut hadir dalam penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120, Jum’at (7/6/24) di Lapangan Kampung Flores, RT 01, Kelurahan Kanaan.

Basri mengapresiasi serta merasa bangga atas program TMMD tersebut, karena dalam waktu yang singkat pembangunan kampung timur ini dapat terselesaikan.

“Apalagi musim hujan, tapi pengerjaan mereka tetap terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini sangat membantu pemerintah Kota Bontang, dalam membangun dan menjangkau daerah yang sulit dijangkau oleh pemerintah.

Kegiatan TMMD ke-120 ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek pembangunan fisik dan non-fisik yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan fisik berupa pembuatan badan jalan sepanjang 650 meter dengan lebar 9 meter, serta pembangunan drainase sepanjang 442 meter.

Adapun sasaran non fisik yang diselenggarakan berupa penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan KB kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan cegah tangkal radikalisme, penyusunan stunting balita, penyuluhan posyandu, posbindu dan Penyakit Tidak Menular (PTM) serta kampanye kreatif rekrutmen TNI Angkatan Darat.

“Semua hasil ini tentu akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bontang,” lanjut Basri.

Adapun anggaran ini menggunakan APBD sebanyak Rp 2 miliar, dengan Rp 1,8 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 200 juta untuk non fisik. Anggaran dari mabes TNI sebesar Rp 400 juta untuk logistik dari satgas itu sendiri. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

TNI Manunggal Membangun Desa ke-120 Resmi Ditutup

0
TNI Manunggal Membangun Desa ke-120 Resmi Ditutup
Penutupan TMMD ke-120 di Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komandan Korem (Danrem) 091/ASN menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120, Jum’at (7/6/24) di Lapangan Kampung Flores RT 01 Kelurahan Kanaan.

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul menjelaskan, TMMD merupakan operasi bakti TNI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dilaksanakan secara lintas sektoral, dengan melibatkan pemda, Polri, dan instansi terkait lainnya serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini bertujuan TNI manunggal membangun desa, untuk membantu pemerintah daerah guna meningkatkan percepatan pembangunan di daerah dalam membangun infrastruktur serta membuka daerah yang terisolir, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kehidupan berbangsa maupun bernegara, dalam rangka kepentingan pertahanan serta tetap terpeliharanya kemanunggalan.

“TNI dengan rakyat, semangat kebersamaan inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara kemanunggalan ini,” jelasnya.

Aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat, sebagai pendorong kemajuan bangsa yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

“Alhamdulillah sudah selesai 100 persen,” ujarnya.

Adapun rekapitulasi pencapaian pembangunan fisik pada kegiatan TMMD ke -120 sebagai berikut :

1. Pembukaan badan jalan sepanjang 2.150 M.
2. Pengerasan badan jalan sepanjang 5.400 M.
3. Pembuatan siring kanan-kiri jalan sepanjang 1.090 M.
4. Penimbunan batu sirtu sepanjang 545 M.
5. Pembuatan gorong-gorong/plat duiker 11 unit.
6. Penimbunan badan jalan sepanjang 400 M.
7. Pembuatan drainase sepanjang 442 M.
8. Pembuatan sumur bor 12 unit.
9. Pembukaan lahan pangan 76 Ha.
10. Pembuatan Posyandu 1 unit.
11. Pembuatan MCK sebanyak 3 unit.
12. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1 unit.
13. Rehab Pos Kamling 4 unit.
14. Pengecatan gereja 1 unit.
15. Rehab Masjid 2 unit.
16. Rehab gudang benih 1 unit.
17. Pembersihan sungai 2 lokasi.
18. Penanaman pohon 1750 pohon.
19. Pembersihan fasilitas umum 2 lokasi.
20. Pembersihan embung danau 1 lokasi.

Sedangkan pencapaian hasil program kegiatan non fisik, berupa pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Bela Negara, bahaya teroris, dan paham radikalisme, rekruitmen TNI, Wawasan Kebangsaan, Kamtibmas, keagamaan, hukum, bahaya narkoba, pelayanan kesehatan, bencana alam serta mengenai ilmu tentang perikanan, pertanian, peternakan dan lingkungan hidup, Posyandu dan Posbindu PTM (penyakit tidak menular), serta penanganan stunting sudah semakin meningkat, sehingga membantu dalam mensukseskan pelaksanaan program pemerintah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam