Beranda blog Halaman 758

Karyawan Gelapkan Onderdil Bengkel, Pemilik Rugi Rp 4,2 juta

0
Karyawan Gelapkan Onderdil Bengkel, Pemilik Rugi Rp 4,2 juta
Terduga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Pria berinisial CMJ 22 tahun, Warga Berbas Pantai, Bontang Selatan diringkus Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan, Jumat (21/7/2023) pukul 21.00 Wita.

Dikatakan Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Muhammad Rakib Rais, tersangka awalnya bekerja di bengkel milik korban. Dia ketahuan menggelapkan barang-barang bengkel tersebut sebelum memutuskan resign.

“Ketahuan saat korban ke rumah tersangka, memastikan banyaknya barang bengkel yang hilang,” ujarnya.

Korban menemui banyak onderdil kendaraan dari knalpot, oli, lampu, ban, dan lain-lain di rumah korban, hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 4,2 juta.

Tersangka pun dijerat pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan dengan ancaman lima tahun penjara. (hms polres)

Babinsa Santan Ulu Pendampingan Penyaluran BLT Dana Desa

0
Babinsa Santan Ulu Pendampingan Penyaluran BLT Dana Desa
Serda Sani saat mendampingi pembagian BLT DD di Santan Ulu. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Santan Ulu Koramil 0908-02/Muara Badak, Kodim 0908/Bontang, Serda Sani melaksanakan kegiatan pendampingan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bulan ke 4,5, dan 6 tahun 2023 bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar, Kamis, (20/7/2023).

Kegiatan penyaluran BLT Dana Desa tersebut dihadiri Sekretaris Desa, M Arifudin, Ketua BPD, Daniel Ngang, Kasi Kesra Puput Mei, Pendamping Desa Idaman, Vera dan warga penerima BLT-DD.

Babinsa Santan Ulu, Serda Sani menyampaikan, kehadirannya dalam penyerahan BLT-DD tersebut, untuk ikut serta melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima dana bantuan langsung tunai dana desa.

“Masyarakat yang menerima penyaluran BLT DD tahap ini berjumlah sebanyak 60 orang dengan nominal uang sebesar Rp 900 ribu dalam tiga bulan,” jelas Serda Sani.

Lebih lanjut, Sani mengatakan kepada seluruh masyarakat yang telah menerima bantuan tersebut, agar bantuan yang diterima dapat digunakan secara bijak dan seperlunya.

“Semoga dengan adanya bantuan tersebut masyarakat dapat terbantu serta bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Serda Sani. (rls)

Badak LNG Gandeng PWI Bontang Gelar UKW Agustus Mendatang

0
Badak LNG Gandeng PWI Bontang Gelar UKW Agustus Mendatang
Para peserta UKW sedang melaksanakan ujian yang diselenggarakan Badak LNG dan PWI Bontang 2021 lalu. (DOK PWI Bontang)

BONTANG – Badak LNG bakal menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) pada Agustus 2023 mendatang. Agenda ini merupakan kolaborasi perusahaan bumi dan gas itu bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang.

UKW kali ini menjadi edisi ketiga setelah sukses diadakan pada 2017 dan 2020 lalu. Serupa dengan kegiatan sebelumnya, UKW PWI Bontang ke-3 ini merupakan rangkaian dari Pelantikan Pengurus PWI Bontang Periode 2022-2024.

Senior Manager Corp. Communication Badak LNG, Yuli Gunawan menyebutkan, kerja sama ini sudah kali kedua bersama PWI Bontang. Dia memaklumi pentingnya seorang wartawan memegang sertifikat kompetensi.

Dia melanjutkan, sertifikasi UKW ini sebagai upaya Badak LNG dan PWI Bontang untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan, menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik.

Tak hanya itu, ini sekaligus menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi penghasil karya intelektual, menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan, menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers.

“Penyelenggaraan UKW ini kami persiapkan untuk meningkatkan kapasitas pekerja jurnalistik khususnya di Kota Bontang. Calon peserta terdiri dari kelas UKW Utama dan Muda,” sebut Yuli Gunawan.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said menambahkan, produk jurnalistik adalah karya intelektual. Sehingga proses mulai dari menggali informasi sampai menyiarkan dalam bentuk berita harus selalu melalui kerja serius, berdasarkan fakta, dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kalaupun ada yang menggugat, penyelesaiannya secara intelektual pula.

Bisa dimaklumi, masih banyak yang belum faham tentang urgensi Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) dalam realita media dan kewartawanan saat ini. Peraturan Dewan Pers No. 1 tahun 2010, yang diperbarui dengan Peraturan Dewan Pers No. 4 tahun 2017 tentang Sertifikasi Kompetensi Wartawan menyebut ada enam tujuan SKW.

Harapannya, dengan mengikuti uji kompetensi wartawan ini sudah memahami pesoalan etik dan hukum terkait pers agar dapat lolos ujian.

Mulai dari yang bersifat elementer seperti sikap profesional terhadap narasumber, tidak mengintimidasi, sikap berimbang, konfirmasi, sampai dengan sikap independen dan berpihak pada kepentingan publik di tahapan yang lebih rumit.

Bahkan, rambu-rambu tentang tidak menerima suap, tidak menerima imbalan terkait berita, tidak plagiat, langsung dikaitkan dengan pencabutan kartu kompetensi, apabila itu dilakukan mereka yang lulus uji kompetensi.

“UKW ini penting, sebab proses uji kompetensi sekaligus dijadikan juga sebagai proses berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pengujinya. Apa yang boleh dan tidak boleh, ditularkan,” katanya.

“Semoga nanti semua calon peserta berkompetensi semua. Kami sarankan untuk mempersiapkan diri,” harap Suriadi Said, Ketua PWI Bontang. (*)

Utang Rp 6,1 M Belum Dibayar, Bos PT GMS Kecewa PT Wika Tak Tepati Janji

0

BONTANG – Owner PT Graha Mandala Sakti (GMS), Kahar Kalam mengaku kecewa dengan PT Wijaya Karya (Wika) yang tidak menepati komitmennya membayar utang pembangunan pabrik PT Kaltim Amoniak Nitrat.

Dijelaskan Kahar kepada redaksi Mediakaltim.com, bahwa dalam pengerjaan PT Kaltim Amoniak Nitrat tersebut PT Wika bekerjasama dengan PT GMS untuk suplay manpower dan rental alat sacaffolding, serta bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal lainnya.

Namun dikatakan Kahar, PT Wika tidak konsisten dengan janjinya tempo hari, yang akan melakukan pembayaran di pertengahan Bulan Juli 2023 ini, namun sampai saat ini masih molor.

“PT. WIKA  akhir Bulan Juni telah melakukan komunikasi dengan pengusaha lokal bontang yang diwakilkan oleh saya sebagai Dirut PT. GMS. Akan melakukan pembayaran pertengahan Bulan Juli 50 persen dan selanjutnya 50 persen di Bulan Agustus, namun sampai hari ini juga belum terealisasi pembayarannya,” bebernya.

“Tagihan awal Rp 6,1 miliar,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Mediakaltim.com sudah berusaha menghubungi Asko, Pimpinan PT Wika Bontang namun belum ada jawaban. Baik melalui telpon seluler maupun chat Whattapp juga urung mendapatkan respon. (al)

Dukung Keberlanjutan Melalui Inovasi ESG, Pupuk Kaltim Raih SME Award 2023

0

PROGRAM pemberdayaan masyarakat yang digagas PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui inovasi produk kitosan cair dari limbah rajungan, meraih penghargaan Sustainable Marketing Excellence (SME) Award 2023, kategori Waste Management and Community Program of The Year dari majalah Marketeers. Penghargaan diterima VP Investor Relation Pupuk Kaltim Benny Swastika Nasution, di CGV FX Sudirman Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Diungkapkan Benny, penghargaan ini menjadi bukti kesinambungan komitmen Pupuk Kaltim menjalankan strategi bisnis dalam koridor Environment, Social dan Governance (ESG), dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability) untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara signifikan.

Menurut Benny, secara bisnis Pupuk Kaltim tidak hanya berorientasi kepada profit, namun juga manfaat nyata yang diberikan bagi masyarakat dan lingkungan. Dimana ESG diimplementasikan Pupuk Kaltim pada berbagai program inovasi dengan peningkatan dan perbaikan setiap tahun.

“Komitmen ESG merupakan salah satu fokus yang dijalankan Pupuk Kaltim dalam mendukung keberlanjutan pada pengembangan proses bisnis, dengan sasaran dan manfaat kontribusi yang jelas bagi kawasan hingga masyarakat,” ujar Benny.

Penghargaan ini kali kedua diraih Pupuk Kaltim untuk inovasi yang sama, setelah sebelumnya mendapatkan apresiasi di tingkat Internasional melalui Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2023, kategori Social Empowerment. Inovasi produk kitosan cair berangkat dari cukup tingginya produksi limbah hasil laut di kawasan pesisir Kota Bontang, dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk kitosan yang bernilai ekonomi.

Hal ini juga upaya merubah kebiasaan lama masyarakat agar tidak lagi membuang limbah ke laut, khususnya cangkang rajungan yang menumpuk dari sisa penjualan oleh pengepul. Melalui inovasi kitosan cair, dampak dari pembuangan limbah cangkang rajungan yang berpotensi menimbulkan sedimentasi dan pendangkalan dasar laut pun berhasil ditekan. Disamping memberi nilai tambah dari sisi ekonomi dengan pemberdayaan yang dilaksanakan.

“Salah satu tantangan dari budaya membuang limbah ke laut karena sulitnya pengelolaan, serta tidak adanya potensi pengembangan produk lain dari hasil buangan tersebut. Hal inilah yang dijawab Pupuk Kaltim melalui inovasi kitosan cair, agar limbah yang terbuang bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menghasilkan dan ramah lingkungan,” lanjut Benny.

Dalam perjalanannya, Pupuk Kaltim pun menyiapkan infrastruktur bagi kelompok binaan yang diberdayakan, didukung berbagai keterampilan pengolahan dan pemilahan limbah dari awal. Kelompok binaan dengan nama Cangkang Salona tersebut hingga kini berhasil mereduksi limbah cangkang rajungan hingga 920 Kilogram (Kg), serta telah mendapat paten berupa penambahan asam asetat (CH3COOH) sebagai pelarut kitosan menjadi pupuk cair.

Pupuk Kaltim pun melibatkan berbagai pihak pada proses pengujian efektivitas kitosan, seperti Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (LP-PBBI) dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Begitu pula dari sisi pengelolaan usaha, telah mendapat izin UKL-UPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang untuk aktivitas produksi.

“Saat ini produk pupuk cair dengan merek dagang Kitosan Salona ini telah lulus uji kualitas, serta dinilai efektif meningkatkan hasil produksi tanaman hingga pengurangan intensitas hama dan penyakit,” papar Benny.

Guna mewujudkan keberhasilan program, Pupuk Kaltim pun telah menetapkan sejumlah target pengembangan pembinaan. Dimana kelompok binaan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pemuda pesisir Selambai Kelurahan Loktuan Bontang Utara ini, disiapkan menjadi produsen pupuk kitosan cair skala home industry di Kota Bontang, sebagai bentuk nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

“Inovasi ini juga upaya mendorong terwujudnya 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan kemandirian masyarakat melalui konsep pembinaan berkelanjutan,” terang Benny.

Benny pun memastikan Pupuk Kaltim sangat konsen terhadap aspek keberlanjutan, sesuai dengan prinsip ESG dengan berbagai komitmen dan inovasi yang dijalankan. Utamanya terkait pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, hemat energi, hingga menekan penggunaan plastik serta pengembangan program penghijauan kawasan.

“Pupuk Kaltim terus mensinergikan aspek keberlanjutan dalam aktivitas bisnis Perusahaan, sekaligus fokus terhadap kemandirian masyarakat dari keterpaduan sistem ekonomi berbasis People, Planet, Prosperity, Peace and Partnership (5P),” ucap Benny.

CEO Marketeers Iwan Setiawan, menyampaikan SME Award merupakan apresiasi dan penghargaan bagi perusahaan maupun organisasi yang sukses menerapkan pemasaran berkelanjutan, serta berdampak pada penguatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Dimana dunia usaha saat ini dituntut mempraktikkan pemasaran berkelanjutan, dengan memperlakukan pelanggan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki akal, hati dan spirit. Sehingga perusahaan tidak hanya memberi kepuasan pada pelanggan, namun juga compassion pada kehidupan yang tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga keberlanjutan.

“Saat ini kita tidak hanya dituntut berpikir soal fungsionalitas dan emosional, tapi juga benefit secara holistik. Artinya, aktivitas bisnis tak hanya mengacu pada kehidupan sendiri tapi juga masyarakat dan lingkungan. Sehingga perusahaan selain mengejar profit, juga wajib peduli pada people dan planet,” papar Iwan.(adv)

Kontingen TP PKK Bontang Siap Berlomba di HKG Provinsi

0
Kontingen TP PKK Bontang Siap Berlomba di HKG Provinsi
Pelepasan Kontingen TP PKK Kota Bontang di Halaman Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bontang siap mengikuti lomba HKG ke-51 di Kutai Kartanegara. Para peserta dilepas langsung oleh Wali Kota Bontang dan Ketua PKK Bontang, Jumat (21/7/23) di Halaman Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

HKG Tahun ini mengangkat tema ‘Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh, Wujudkan Indonesia Tumbuh.’

Wali Kota Bontang, Basri Rase merasa sangat bangga dengan pencapaian dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh seluruh anggota TP PKK Kota Bontang. Semangat bergerak bersama, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama adalah kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan mulia ini.

“Pelepasan kontingen ini momen untuk sekaligus merayakan perjalanan suksesnya TP PKK Kota Bontang sejauh ini, dan juga untuk merenungkan langkah-langkah selanjutnya mewujudkan cita-cita bersama. Kita harus maju menuju keluarga yang sejahtera, tangguh, dan berkontribusi dalam pertumbuhan dan kemajuan Indonesia,” ucapnya.

Tak lupa Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kontingen, pengurus, para relawan, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan acara ini. Semangat dan keberanian kalian akan menjadi inspirasi bagi seluruh warga Bontang.

Lebih lanjut, Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah mengatakan, bahwa ini merupakan momen istimewa dimana kita semua bersatu untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat kita.

“Saya yakin seluruh anggota PKK Bontang yang berangkat hari ini sudah memaksimalkan diri dalam berlatih, sehingga kita harus percaya diri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa ketika sudah memberikan penampilan terbaik, maka akan mendapatkan hal yang baik juga. Selain itu, kalah ataupun menang Kota Bontang harus tetap belajar dari daerah-daerah lainnya. (adv/sya)

Bantu Damkar Cegah Kebakaran, 75 Relawan Diberi Pelatihan

0
Bantu Damkar Cegah Kebakaran, 75 Relawan Diberi Pelatihan
Pembukaan pelatihan bagi relawan damkar dihadiri Wali Kota Bontang. (Damkar for Radarbontang.com)

BONTANG – Sebanyak 75 relawan pemadam kebakaran mengikuti pelatihan yang digelar oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan pada Kamis (20/7) pagi, bertempat di Auditorium Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadisdamkartan) Bontang, Amiluddin dalam laporannya mengatakan, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bahaya kebakaran.

Ia juga mengimbau agar setelah pelatihan ini, tetap dilakukan pembinaan bagi para relawan, agar kapasitas yang dimiliki semakin mumpuni.

“Setelah pengenalan penanganan kebakaran, relawan juga harus terus dibina agar mempunyai kapasitas yang mumpuni sebagai relawan,” ujar Amiluddin.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya mengapresiasi Disdamkartan atas berbagai inovasi dan kontribusinya, untuk terjun langsung membantu dan melayani masyarakat.

Basri mengaku ada 4 OPD yang menjadi perhatian khusus baginya, di antaranya Damkar, Satpol PP, BPBD serta Dishub. Keempat OPD tersebut adalah OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga ia berharap melalui 4 OPD tersebut, citra pemerintah terbangun positif di tengah-tengah masyarakat.

“Damkar, Satpol PP, BPBD dan Dishub adalah 4 OPD yang menjadi perhatian khusus saya, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Saya harap citra pemerintah dapat terbangun secara positif dengan hadirnya mereka,” jelas Basri.

Lebih lanjut Basri berharap melalui pelatihan yang diberikan dapat menyiapkan para relawan untuk siap menghadapi berbagai musibah dan bencana serta sigap menolong masyarakat.

“Kalau bisa bencana itu kita cegah dengan mengedukasi masyarakat, melalui sosialisasi dan sebagainya. Oleh karena itu, para relawan dapat membagi ilmu yang didapat bagi keluarga atau orang sekitarnya agar sama-sama kita belajar cegah bencana,” imbaunya.

Diakhir sambutannya, ia meminta kepada Disdamkartan agar memberikan sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Terpisah, dalam wawancara singkat bersama Tim PPID Kota Bontang, Kepala Bidang Fasilitasi dan Pencegahan, Ramli mengatakan, bahwa pelatihan akan digelar selama 2 hari ke depan.

“Selama dua hari kedepan mereka akan diberi teori di hari pertama dan praktek di hari kedua. Untuk materinya kami beri pelatihan berupa cara penggunaan APAR, alat pemadam, serta pencegahan kebakaran dalam skala kecil,” terang Ramli.

Ramli menambahkan, praktek tersebut nantinya akan dilaksanakan di Mako dengan menggunakan alat pemadam yang tersedia di mobil damkar. (hms)

Keterwakilan Politik Perempuan Minim, Haruskah Implementasikan Kesetaraan Gender?

0
Keterwakilan Politik Perempuan Minim, Haruskah Implementasikan Kesetaraan Gender?
Rahmi Surainah, M.Pd. (ist)

Oleh:

Rahmi Surainah, M.Pd

Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Keterlibatan perempuan di perpolitikan Bontang, disebut masih minim. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita.

Kurangnya keterlibatan perempuan di bidang politik itu ditandai dari jumlah keterwakilan perempuan di parlemen yang hanya 12 persen.

Rendahnya jumlah keterwakilan menurutnya berpengaruh terhadap hak-hak perempuan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan publik dan produk regulasi mengenai kesetaraan gender.

Dia menjelaskan, ada tiga indikator untuk mengukur Indeks Pemberdayaan Gender (IPG). Pertama keterwakilan perempuan di bidang politik, kemudian keterwakilan perempuan di bidang publik, dan keterwakilan perempuan di bidang ekonomi atau usaha. (Tribunkaltim.co, 16/6/2023)

Perihal keterwakilan perempuan tersebut senada dengan apa yang disampaikan Ibu Sobah saat menghadiri rapat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bontang pada 8 juli 2023 bertempat di rumah makan Bolang.

Adapun agenda diisi dengan beberapa point. Pertama, jika ada perempuan yang mencari nafkah untuk keluarga bisa dilaporkan ke kelurahan untuk dimasukkan datanya dalam “Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga.” Kedua, perempuan harus aktif dan paham politik. Perempuan yang menjadi caleg agar didorong dan didukung untuk mencapai kuota 30% (5 orang dari 25 anggota Dewan). Ketiga, tentang kegiatan berikutnya yakni peringatan Hari Ibu.

Demikianlah seruan agar perempuan terlibat dalam politik. Keterwakilan perempuan terjun di dunia politik masih minim, implementasi kesetaraan gender pun dianggap tidak terealisasi.

Berbagai slogan menarik perempuan “hanya perempuan yang mengerti perempuan, hanya perempuan sendiri dianggap mampu menyelesaikan persoalan perempuan, permasalahan perempuan dan anak terjadi karena tidak melibatkan perempuan dalam politik.” Namun benarkah demikian? Terjunnya perempuan ke dunia politik saat ini apakah bisa dikatakan pilihan cerdas?

Perempuan Jangan Teperdaya Keseteraan Gender

Pemahaman masyarakat khususnya perempuan tentang politik saat ini memang sudah semakin sempit. Sebagian besar memahami politik hanya berkutat pada urusan parlemen dan masalah pemilu saja. Akibatnya, mereka tidak peduli bahkan menganggap politik itu kotor. Padahal untuk para perempuan sendiri, ketika mereka belanja harga satu biji telor yang dibelinya adalah hasil dari kebijakan politik. Belum lagi biaya listrik, pendidikan, kesehatan, dan lain-lainnya adalah buah dari kebijakan politik penguasa saat ini.

Tidak dapat dipungkiri politik hari ini adalah untuk menopang dan menjaga sistem kapitalistik yang terbukti penuh dengan berbagai kerusakan. Kita lihat bagaimana kondisi perpolitikan saat ini yang menghalalkan berbagai cara untuk meraih kekuasaan.

Politikus rela mempertaruhkan idealisme demi sekedar materi berupa kekayaan dan jabatan. Tidak sedikit politikus perempuan yang korupsi berujung jeruji besi.

Perempuan disasar untuk aktif berpolitik, baik itu dukungan suara maupun keterlibatannya. Perempuan dengan dalih kesetaraan gender, HAM alias hak perempuan, dan demokrasi lewat eksistensi kehidupan sosial dan bernegara disuruh ambil peran dalam politik saat ini.

Dapat dikatakan seruan kepemimpinan perempuan dalam politik dan pemerintahan saat ini tidak membawa perubahan. Nasib perempuan akan tetap sama, yakni terpinggirkan, artinya perempuan “dibodohi” oleh politik kapitalis atas nama keseteraan gender.

Sesungguhnya konsep kesetaraan gender merupakan konsep cacat baik rasional maupun sosial. Kesetaraan gender hanya akan membebani para ibu dengan tanggung jawab ekstra, mencabut hak-hak mereka atas penyediaan keuangan, menyebabkan konflik dalam pernikahan bahkan perceraian, serta membajak peran keibuan.

Perempuan disuruh masuk dalam sistem agar dapat memperjuangkan nasibnya. Perempuan dianggap memiliki peran yang setara dalam mendarmabaktikan bakat dan keahliannya bagi perkembangan bangsa dan negara. Padahal, berpolitik berdasarkan gender dan demokrasi bukan solusi masalah perempuan dan bangsa. Justru melanggengkan gender dan demokrasi serta menghancurkan perempuan, keluarga dan generasi.

Cerdas Berpolitik dengan Islam

Dalam Islam perempuan boleh menjadi anggota partai politik dan melakukan muhasabah lil hukkam (menasehati penguasa), serta memilih pemimpin. Perempuan juga diperkenankan menjadi anggota Majelis Umat yang merupakan lembaga perwakilan umat. Namun Islam tegas melarang perempuan menjadi pemimpin dalam urusan kekuasaan dan pemerintahan.

Rasulullah SAW. bersabda, “Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada perempuan.” (HR Bukhari)

Haram bagi perempuan menduduki tampuk kekuasaan dan menerima jabatan pemerintahan. Namun, Islam tidak memandulkan peran politik perempuan. Islam justru memperbolehkan partisipasi politik dalam batas-batas yang ditetapkan syariat. Dalam Islam ketika perempuan terjun dalam politik maka suara perempuan mewakili suara umat keseluruhan bukan hanya perempuan.

Politik dalam Islam tidak sempit yang hanya dimaknai dengan duduk dikursi kekuasaan. Politik dalam Islam dikenal dengan “as-Siyasah” berati pengaturan urusan umat. Berpolitik adalah hal yang begitu penting bagi kaum muslimin.

Jadi, kita harus memahami betapa pentingnya mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai dengan syariat Islam. Terlebih, memikirkan/ memperhatikan urusan umat Islam hukumnya wajib.

Rasulullah SAW bahkan telah memperingatkan setiap Muslim agar peduli terhadap nasib saudaranya. ”Barang siapa bangun di pagi hari, tapi tidak memikirkan nasib kaum Muslimin, maka dia bukan termasuk golonganku.”

Kepedulian terhadap umat saat ini bisa diwujudkan dengan berdakwah. Dakwah hukumnya wajib. Termasuk muhasabah kepada penguasa. Dalam sirah pada masa kepemimpinan Khalifah Umar, beliau pernah ditegur oleh seorang perempuan di atas mimbar kerena membatasi mahar. Khalifah Umar pun menerima dan memperbaiki kesalahannya.

Demikianlah sosok perempuan yang jadi teladan, hendaknya perempuan cerdas berpolitik.  Peran perempuan dalam perpolitikan saat ini adalah dengan terjun ke medan dakwah dan menasehati penguasa. Demikianlah perempuan yang cerdas berpolitik mampu menyelesaikan persoalan umat dengan standar Islam.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran [3]: 104).

Wallahu’alam…

Dishub Raih Predikat WBK, Najirah: Ini Langkah Awal Menuju Perubahan Lebih Baik

0
Dishub Raih Predikat WBK, Najirah: Ini Langkah Awal Menuju Perubahan Lebih Baik
Sesi foto bersama kegiatan bimtek (Ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) atas hasil penilaian dari Inspektorat Daerah Kota Bontang terkait laporan hasil evaluasi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas dan Melayani (WBBM), Kamis (20/7/23).

“Capaian ini dapat menjadi langkah awal yang berarti menuju perubahan yang lebih baik,” ungkap Najirah saat menyampaikan sambutan dalam bimtek penguatan pengawasan zona integritas dalam pengendalian gratifikasi dan whistle blowing system.

Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut tidak terwujud begitu saja. ia adalah hasil dari kerja keras dan komitmen yang luar biasa dari seluruh jajaran dinas perhubungan kota Bontang.

Najirah memiliki harapan yang besar terhadap dinas perhubungan dalam upaya mencapai WBK serta berharap  dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan yang berintegritas, transparan, dan akuntabel.

“Pelayanan yang bebas dari praktik korupsi harus menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas kita, karena itu merupakan cermin integritas kita sebagai aparatur pemerintah.” Tandasnya.

Lebih lanjut, Dishub dapat menjadi contoh yang inspiratif bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang belum melaksanakan zona integritas dan yang belum masuk dalam kategori WBK dan WBBM, sehingga bersama-sama dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Agar OPD lain juga dapat mencapai prestasi yang sama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab demi terwujudnya kota Bontang yang lebih hebat dan beradab.

Dalam rangka mewujudkan harapan ini, acara bimtek penguatan pengawasan zona integritas dalam pengendalian gratifikasi dan whistle blowing system ini sangatlah penting.

“Pelatihan dan pembekalan ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang pengawasan, pencegahan gratifikasi, dan pentingnya sistem pengaduan melalui whistle blowing system,” ucapnya.

Acara ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi seluruh peserta dengan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dan terus tingkatkan semangat kolaborasi dan sinergi antara instansi dan masyarakat. (sya)

Simpan 8 Poket Sabu di Bungkus Rokok, 2 Warga Loktuan Ditangkap 1 DPO

0
Simpan 8 Poket Sabu di Bungkus Rokok, 2 Warga Loktuan Ditangkap 1 DPO
2 warga Loktuan yang berhasil diamankan karena diduga terlibat narkoba. (ist)

BONTANG – Dua Warga Loktuan diringkus Tim Opsnal Subdit II Direktorat Resnarkoba Polda Kaltim, Rabu (19/7/2023).

Keduanya ditangkap setelah sehari sebelumnya tim dari Polda Kaltim mendapat laporan dari masyarakat, bahwa TKP kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Selanjutnya tim melakukan penyelidikan dan menangkap MRS di pinggir Jalan Slamet Riyadi, Loktuan. Saat digeledah, ditemukan barang bukti bungkus rokok berisi 8 poket narkoba jenis sabu seberat 3,70 gram dan uang tunai Rp 370 ribu.

“Pengakuan TSK, sabu tersebut didapat dari AIG,” ujar Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid.

Berdasarkan pengakuannya tim bergerak melakukan penangkapan terhadap AIG, dengan menyita ponsel yang di dalamnya ada bukti pesan dan transaksi jual beli narkoba.

“Pengakuan AIG, sabu tersebut didapat dari seorang pria yang kini tidak diketahui keberadaannya dan sudah masuk dalam daftar DPO,” lanjutnya.

Keduanya telah ditahan di Polres Bontang. Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms polres)