Beranda blog Halaman 861

Naik Rp 700 M, APBD-P Bontang Jadi Rp 2,6 T

0
Naik Rp 700 M, APBD-P Bontang Jadi Rp 2,6 T
Rapat Paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 dilakukan melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, APBD-P 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 700 miliar dari APBD murni. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang 2023 setelah Perubahan ditetapkan sebesar Rp 2,6 triliun.

“Alhamdulillah sudah kami sahkan tadi dengan nominal Rp 2,6 triliun dan itu ada penambahan dari anggaran murni. Kenaikannya itu bersumber dari pendapatan transfer,” ungkapnya, Jumat (18/8/2023).

Namun begitu, terdapat pengurangan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekira Rp 30 miliar. Hal ini lantaran retribusi daerah dan pajak yang menurun.

“Kalau dari retribusi daerah itu pasar, uji kir, rumah potong hewan, pokoknya ada beberapa capaian yang menurun termasuk pajak air tanah, pajak penerangan jalan. Tapi kalau penerangan jalan ada penyesuaian, sehingga proyeksi penerangan jalan nanti tahun 2024 baru akan mengalami kenaikan,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa APBD perubahan ini dibagi ke tiap OPD dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dengan harapan tidak ada SiLPA negatif di akhir tahun nanti.

“Sekarang ini tinggal kewajiban tiap OPD untuk menyerap anggaran tersebut secara maksimal,” ujarnya. (adv/al)

Panasnya Rapat Paripurna: Ketua DPRD ‘Semprot’ Kadis Sering Mangkir Rapat Dewan

0
Panasnya Rapat Paripurna: Ketua DPRD ‘Semprot’ Kadis Sering Mangkir Rapat Dewan
Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang III di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (18/8/2023). (Yusva Alam)

BONTANG – Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang III di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (18/8/2023) sore tadi berlangsung ‘panas.’ Anggota DPRD Bontang geram dengan OPD dan lurah yang sering mangkir saat ada panggilan rapat dari dewan.

Ungkapan kekecewaan tersebut awalnya disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina. Atos sapaan akrabnya mengeluhkan sering mengundang OPD terkait untuk menanyakan proses pekerjaan namun jarang yang hadir.

“Kurang lebih 5-6 kali kami mengundang tidak pernah hadir. Melalui rapat yang terhormat ini dapat kami tegaskan agar dapat menghargai kami sebagai Anggota DPRD. Kami ingin kerjasama yang baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut lalu ditimpali oleh Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Andi Faiz pun ‘menyemprot’ para OPD yang hadir. Ia menegaskan kalau kedudukan Anggota DPRD dengan wali kota itu sejajar berdasarkan undang-undang.

“Tolong perlakuan kalian kepada pimpinan kalian itu juga perlakukan kepada kami. Berkali-kali kami mengundang rapat, OPD-OPD pun tidak pernah datang,”ungkapnya.

Ia mengatakan, kalau sampai kepala dinas terkait tidak datang pada saat pembahasan mitra kerja komisi masing-masing untuk pembahasan APBD perubahan, ia akan menyalahkan pemerintah kalau pembahasan ini gagal atau terlambat.

“Kita perlu kolaborasi dengan semua pihak. Waktu kita tidak banyak. Uang Rp 700 M mau dihabiskan di waktu 3 bulan itu saya tidak tau berapa banyak silpanya tahun depan. Kalau lepas tahapan-tahapan kita sekarang ini kalau cuma gara-gara itu sangat disayangkan,” bebernya.

Dirinya juga menyindir adanya ‘lurah politis.’ Kalau bertemu anggota dewan selalu bicara ‘warna.’ Menurutnya di pemerintahan ini bukan warna, bukan politik, tapi pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, serapan anggaran pemerintah daerah sampai hari ini di prognosis 6 bulan pertama hanya 30 persen. Masih ada 70 persen yang belum terserap di hampir semua OPD. Ditambah lagi Rp 300 Miliar di anggaran perubahan.

“Terbayang gak silpanya. Jangan cuma nafsu mau masukkan anggaran tapi harus realistis,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini kembali mengingatkan jangan sampai hal tidak penting seperti ini mengganggu hubungan antara pemerintah dan DPRD. Agar hubungan keduanya lebih baik lagi ke depannya.

Sementara itu Wali Kota Bontang menanggapi keluhan tersebut. Menurutnya jangan sampai keluhan tersebut menggeneralisir semua OPD. Karena tidak semua OPD seperti itu. Jangan sampai satu dinas yang berlaku buruk dapat merusak yang lain.

“Tidak semua kepala dinas seperti itu,” ujarnya.

“Saya akan panggil semuanya. Saya akan beri peringatan terkait hal itu. Saya akan tegur,” tegasnya.

Basri pun juga mengingatkan kepada DPRD agar sistem penganggaran sekarang ini juga harus disikapi dengan baik. Artinya melalui semua tahapan-tahapan dari awal.

“Saya minta kepada DPRD dalam hal menyusun anggaran, kita harus sesuai aturan juga. Sama-sama kita mengatur. Jangan sampai anak buah saya diserahkan dalam hal ini. Kita semua punya forum. Saya juga punya forum,” pungkasnya. (adv/al)

Berikut 3 Nama Komisioner Bawaslu Bontang Terpilih Periode 2023-2028

0
Berikut 3 Nama Komisioner Bawaslu Bontang Terpilih Periode 2023-2028
Daftar nama-nama Komisioner Bawaslu terpilih dari Kalimantan Timur. (ist)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia telah mengumumkan daftar calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota terpilih untuk masa jabatan 2023-2028. Pengumuman ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Setelah melalui proses penilaian berdasarkan Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan, Bawaslu mengumumkan calon anggota terpilih dari beberapa provinsi, termasuk Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Dari Provinsi Kalimantan Timur, berikut daftar kabupaten dan kota yang memiliki calon anggota Bawaslu terpilih sesuai pengumuman Nomor 2sn.l/KP.01.OO/K1/08/2023 yang ditandatangani Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja tertanggal 18 Agustus 2023.

1. Kabupaten Berau:
– Ira Kencana
– Natalis Lapang Wada
– Tamjidillah Noor

2. Kabupaten Kutai Barat:
– Lourensius
– Silvester Sagor
– Tabita

3. Kabupaten Kutai Kartanegara:
– Fahrizal
– Hardianda
– Munir Anshory
– Sri Muliati Ningsih
– Teguh Wibowo

4. Kabupaten Kutai Timur:
– Agustinus Verdi Logo
– Aji Mashyudi
– Aswadi
– Maya Sari
– Musbah Ilham

5. Kabupaten Mahakam Ulu:
– Indra Parda Manurung
– Leonder Awang Ajaat
– Saaludin

6. Kabupaten Paser:
– Fauzan
– Firman
– Nur Khamid

7. Kabupaten Penajam Paser Utara:
– Edwin Irawan
– Moh Khazin
– Rusmansyah

8. Kota Balikpapan:
– Agus Sudirman
– Ahmadi Azis
– Dedi Irawan
– Hamrin
– Wasanti

9. Kota Bontang:
– Aldy Artrian
– Ismail Usman
– Syahriah

10. Kota Samarinda:
– Abdul Muin
– Imam Sutanto
– Padlansyah
– Sugeng Prasetyo
– Tumenggung Udayana

Para calon anggota tersebut akan mengikuti proses pengangkatan dan pelantikan dengan menggunakan pakaian adat/daerah masing-masing di Jakarta. Rencananya pelantikan akan dilaksanakan, Sabtu, 19 Agustus 2023. (RB)

Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna

0
Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna
Pelantikan satgas anti narkoba di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan Satgas (satuan tugas) Anti Narkoba di Kelurahan Loktuan dilaksanakan di halaman Kelurahan Loktuan, Jumat (18/8/2023). Pelantikan satgas tersebut dalam rangka menjadi pilot project pemerintahan menekan kasus narkoba.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya mengatakan, pada tahun 2021 lalu, satgas anti narkoba sudah pernah dibentuk dan selama beberapa tahun mengalami penurunan.

“Dilihat dari tahun 2021 sampai 2022 memang terdapat penurunan preventif,  sehingga kami mencari strategi baru lagi untuk membentuk keterlibatan oleh seluruh tokoh masyarakat,” jelasnya.

Yusep menjelaskan, masyarakat masih takut untuk melaporkan pelaku narkoba. Padahal jika ada peran aktif dari masyarakat untuk melapor sebelum polisi menangkap, polisi akan merekomendasikan untuk melakukan rehabilitasi dengan pengawasan tokoh masyarakat.

“Dengan melibatkan masyarakat, bisa menumbuhkan kepedulian dan tidak memandang pecandu sebagai sesuatu yang menyeramkan,” bebernya.

Hanya pelaporan pengguna narkoba yang  akan direhabilitasi, untuk bandar dan jaringan akan tetap dijerat dengan proses hukum.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menambahkan, saat menjadi satgas anti narkoba tentu setidaknya mereka harus mengetahui jenis-jenis serta ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba. Ilmu-ilmu dasar harus dimiliki.

“Nantinya para satgas akan diberikan pengetahuan-pengetahuan dan bimbingan, bisa dari Bhabin atau Bhabinkamtibmas,” ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada BNN karena telah membantu pemkot untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan kepada seluruh dinas, demi lingkungan kerja yang produktif bebas narkoba.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi

0
Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyayangkan masih banyak pengangguran di Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim).

Dikatakannya, kondisi ini tidak semestinya terjadi. Mengingat Bontang merupakan pusat daerah industri dan tenaga di Indonesia.

“Bermacam zona industri semacam migas, petrokimia, dan pupuk sudah tumbuh di kota ini. Tapi sayangnya angka pengangguran masih tertinggi,” ujarnya, Rabu (16/8/2023).

Salahsatu solusi yang ditawarkan Politisi Gerindra itu adalah meminta pemerintah lebih giat mengadakan program pelatihan dunia usaha atau industri, untuk meningkatkan skill atau kemampuan masyarakat. Hal itu agar pengangguran bisa ditekan, lantaran masyarakat memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

“Sebaiknya buka pelatihan, kan ada APBD. Bisa menekan angka pengangguran,” timpalnya.

Solusi berikutnya yang ia tawarkan adalah menggaet investor. Upaya ini perlu gencar dilakukan gencar mengingat beberapa tahun ke depan Bontang bakal mengalami pasca migas, yang mana perusahaan besar seperti Badak LNG akan berakhir masa operasinya pada tahun 2025. Begitupun Pupuk Kaltim, kini sedang melebarkan sayapnya ke Provinsi Papua. Kebutuhan bahan dasar gas menjadi sebab dibangunnya pabrik di sana.

“Pemkot harus memikirkan itu dari sekarang. Jangan sampai angka pengangguran semakin tinggi,” terangnya.

Diketahui, Kota Bontang menjadi kota yang memiliki pengangguran terbuka terbanyak di Kaltim. Tingkat pengangguran di kota industri itu mencapai 7,81 persen. Sementara pengangguran paling kecil terdapat di Penajam Paser Utara (PPU) dengan persentase 2,12 persen.

Sementara, jumlah pencari kerja mulai Januari hingga Maret 2023 berjumlah 2.015 orang dengan lapangan pekerjaan hanya tersedia untuk 365 orang. Lowongan tersebut tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja di wilayah Kota Taman. (adv/al)

Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!

0
Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!
Peresmian Kampung Bersinar di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang mengadakan launching kampung bebas dari narkoba di Kelurahan Loktuan tepatnya kantor halaman kelurahan, Jumat (18/8/23).

Progam ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung bersih narkoba (bersinar) yang digunakan sebagai pilot project adalah Kelurahan Loktuan.

Dalam hal ini Polres Bontang juga bekerjasama dengan BNN, Kodim, seluruh perusahaan dan stakeholder untuk bekerjasama dalam menangani narkoba.

Pemilihan Kelurahan Loktuan sebagai Kampung Bersinar, selain karena berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Bontang, lantaran mayoritas hasil-hasil penangkapan dan pengungkapan narkoba berada di daerah tersebut.

Sesuai dengan rilisan Sat Resnarkoba Polres Bontang sampai pada 16 Agustus 2023, polisi berhasil menangani 49 kasus dengan 69 tersangka. Dengan Barang bukti antara lain berupa sabu seberat 1479,19 gram, ekstasi 8,6 gram, tembakau sintetis 10,98 gram.

“Walaupun ini pilot project, tapi nantinya kita akan membentuk satgas-satgas anti narkoba di seluruh kelurahan,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kebanyakan warga binaan di lapas adalah seorang pelaku narkoba.

“Sekitar 80 persen ibu-ibu di lapas merupakan pelaku narkoba, sama halnya dengan yang ada di Polres, sekitar 70 persen itu kasus narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memerangi narkoba merupakan hal yang sulit, sehingga walaupun tidak bisa memusnakan setidaknya jumlahnya harus ditekan, agar persentase kasus narkoba di Bontang berkurang.

Cara kerja pemberantasan juga harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, agar tidak ada celah. Karena jika bekerja hanya karena beberapa tahun kemudian ada jeda, kasus narkoba akan bisa naik kembali.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka

0
HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka
Hapidah, Ketua PKK Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase turut memeriahkan HUT RI ke-78. Ia menggunakan salah satu baju adat jawa, di mana hal tersebut salah satu cara menjujung tinggi rasa nasional masyarakat.

Ia bangga lantaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) menyarankan seluruh pejabat menggunakan pakaian adat, karena dengan banyaknya pakaian adat yang disewa akan membantu pebisnis penyewaan baju adat.

“Dengan banyak orang yang mencari tempat sewa baju adat kita ikut memberdayakan mereka juga,” ungkapnya saat ditemui redaksi, Kamis (17/8/23)

Lebih lanjut, Hapidah menjelaskan kemerdekaan dalam sebuah keluarga, di mana peran orang tua sangat penting dalam masa depan anak. Anak berhak mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan, selain itu anak juga harus merdeka dalam mencari ilmu.

“Merdeka itu, anggota keluarga bisa menjalankan kegiatan kekeluargaan yang sifatnya membimbing, baik sesama orang dewasa maupun anak-anak,” jelasnya.

Untuk anak yang mulai beranjak dewasa, kebebasan anak harus dijunjung tinggi, karena anak berhak untuk memilih dan menentukan masa depannya, namun tentu orang tua harus tetap memantau pilihan-pilihan mereka dan bertukar pikiran.

“Kota Bontang harus tumbuh dengan keluarga yang sehat dan hebat, sehingga pendidikan, gizi, dan perhatian harus dioptimalkan agar generasi bangsa bisa cemerlang,” harapanya. (sya/adv)

3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP

0
3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP
Pemberian KTP kepada anak yang berulang tahun saat HUT RI (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG –  Dalam rangka merayakan HUT RI ke-78, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) langsung memberikan KTP kepada anak yang genap berusia 17 tahun bertepatan dengan HUT RI ke-78.

Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil, Muhammad Thamrin mengatakan, terdapat sepuluh anak di Bontang yang lahir pada tanggal 17 Agustus 2006.

“Dari 10 anak tersebut, 3 yang dapat kami cari lokasi mereka bersekolah dimana. Ketiga anak itu saja yang kami serahkan langsung, sisanya sudah kami cetak untuk mereka ambi di Disdukcapil,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Tiga anak yang diundang yakni, Muhammad Dimas Agusti dari SMAN 1, Inaya Widia Aristy Nabila dari SMA YPK dan Much Ikhsan Riyadi dari SMAN 3.

Thamrin menambahkan, program penyerahan KTP kepada anak yang bertepatan lahir 17 Agustus ini dinamai ‘Kadoku KTP EL Sweet Seventeen.’

“Saya berharap mereka juga menjadi semangat, karena tahun depan mereka akan menjadi pemilih pemula,” harapnya.

Much Ikhsan Riyadi, salahsatu penerima KTP EL mengatakan, bahwa ia mendapatkan kabar dari sekolahnya untuk menghadiri penerimaan KTP tersebut.

“Saya dikasih tahu sekolah untuk penyerahan KTP. Saya terima kasih dengan program dari disdukcapil, karena tentu saya tidak perlu mengantri untuk pengambilan KTP,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang

0
Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang
Veteran di Kota Bontang, Ahmad Saleh saat menerima bingkisan dari Wali Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Setelah melaksanakan Upacara HUT RI ke-78 di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, seluruh peserta upacara mengikuti syukuran di Rumah Jabatan Pendopo Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Selain peserta upacara, hadir pula seorang veteran kemerdekaan RI dan 4 janda veteran dalam acara tersebut. Para veteran ini menerima bingkisan dan kenang-kenangan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase.

“Kami sangat terhormat dapat menghadirkan veteran yang memperjuangkan Indonesia di tengah-tengah kami,” ucapnya.

Ahmad Saleh, diyakini sebagai veteran terakhir yang ada di Kota Bontang. Ia mengatakan, bahwa teman-teman seperjuangan yang lain sudah berpulang.

“Teman saya dulu yang ketua veteran sudah tidak ada, sisa saya saja,” ucapnya saat ditemui oleh redaksi.

Pria kelahiran tahun 1923 tersebut terlihat masih kuat, sehingga dapat hadir di pendopo tanpa menggunakan alat bantu apapun.

“Saya dulu tugas di Sulawesi, saya aslinya orang sana, kemudian pindah ke Kalimantan tahun 1963,” tuturnya sedikit bercerita.

Ia mengaku senang hingga kini dapat merasakan kemerdekaan hingga ke-78 tahun, ia juga mengungkapkan kebahagiaan karena dapat hadir dalam acara syukuran tersebut.

“Kemerdekaan dulu sama sekarang tidak terlalu berbeda, hanya sekarang sudah canggih. Saya ingat sekali dengar pengumuman kemerdekaan masih lewat radio, saya juga terima kasih sama yang ada di sini,” ungkapnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang

0
Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Para petugas upacara pengibaran bendera merah putih sedang melaksanakan tugasnya. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78, dengan melaksanakan pengibaran bendera merah putih di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, Kamis (17/8/23).

Para petugas upacara melibatkan pelajar-pelajar SMA se-Bontang. beberapa petugas di antaranya pembawa baki bendera merah putih adalah Syabilla Dwi Kinanti Suwandi dari SMAN 2 dan Desty Aura Nisa siswi SMA Negeri 1 Bontang. Lalu petugas pengerek bendera adalah Hendera Lutfy Andika Sugiarto dari SMAN 1, dan Muhammad Dafa Hirzi dari SMAN 1. Sementara petugas pembentang bendera ialah Dwi Rizqy Tsaqif dari SMA DHBS.

Wali Kota Bontang didapuk sebagai inspektur upacara. Dalam tugasnya kali ini, Basri Rase mengenakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris.

Meski cuaca sangat terik, hal ini tak menyurutkan semangat dan konsentrasi para pengibar bendera, sehingga penaikan bendera berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan.

Upacara HUT RI,  Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Petugas upacara mengibarkan bendera merah putih. (Syakurah)

Para peserta upacara juga terlihat tetap semangat mengikuti pengibaran sang saka merah putih. Tidak hanya itu, warga Bontang juga turut memenuhi sekeliling lokasi kenaikan bendera untuk menyaksikan upacara tersebut.

Basri Rase mengungkapkan, bahwa paskibraka serta pejabat-pejabat Bontang merupakan kualitas SDM yang sangat berpotensi, sehingga upacara dapat terlaksana dengan baik.

“Warga Bontang ini memiliki banyak potensi bakat, kegiatan kemerdekaan RI terlaksana luar biasa, saya lihat walaupun kita berbeda tentu tetap satu bangsa Indonesia,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam