Beranda blog Halaman 610

Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir

0
Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi. (ist)

BONTANG – Berdasarkan Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang berpotensi curah hujan tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi.

Memasuki Bulan Mei 2024, Bontang memiliki curah hujan yang tinggi. Sehingga, BPBD Kota Bontang mengimbau masyarakat untuk waspada bencana hidrometeorologi.

“Dari pantauan BMKG cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang yang berpotensi curah hujan tinggi, masyarakat harus siaga,” ujarnya.

Ia mengungkap seperti tahun lalu, beberapa wilyah Bontang selalu jadi langganan banjir dan tanah longsor. Bahkan, berpotensi angin puting beliung. Walaupun, penanggulangan banjir telah menjadi program pemerintah, namun beberapa titik banjir tetap melanda daerah tersebut.

“Kalau banjir rob di daerah Bontang Kuala dan Kelurahan Api-api mungkin tidak bisa dihindari. Jadi tetap awas diri,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat bisa melakukan pembersihan lingkungan dan memperbaiki saluran air dari tumpukan sampah. Sebab, dampak dari musim penghujan ini, ditambah genangan sampah adalah timbul wabah penyakit Demam Berdarah (DBD).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada

0
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN. (ist)

BONTANG – Sigit Alfian memantapkan dirinya untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu ia ungkapkan saat dihubungi redaksi, Selasa (7/5/24).

Ia resmi mengundurkan diri per 3 Mei lalu. Mantan Kepala Kesbangpol yang sempat di non aktifkan sebagai ASN ini memilih pensiun dini. Ia telah menerima SK Wali Kota dan persetujuan BKN (Badan Kepegawaian Negara).

“Saya kan di non aktifkan sebagai ASN setahun, sementara tahun depan saya sudah pensiun, jadi saya pensiun dini dan fokus untuk pilkada,” ujarnya.

Dengan keputusan ini Sigit merasa lebih leluasa dalam berpolitik. Meski telah mempersiapkan secara independen melalui Ikapakarti, dirinya dengan pihak partai juga makin intens berkomunikasi. Karena Ikapakarti merupakan pendukung pertama yang ingin Sigit menjadi wali kota.

Dilanjutkan Sigit, bahwa ia benar-benar memikirkan tentang masa depan Kota Bontang. Ia mengaku sudah mempersiapkan visi misi untuk maju membangun Bontang.

“Bagaimana demografi kita, angka pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, bagaimana Indonesia emas bisa terwujud, itu yang terpenting sekarang,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kakek Penerima Rantang Kasih di Telihan Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Kakek Penerima Rantang Kasih di Telihan Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Proses evakuasi AS disaksikan warga sekitar. (Dok).

BONTANG – Seorang pria lanjut usia berinisial AS (71) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, yang beralamat di Jalan Tarakan, RT.14, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (6/5/2024) kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Ismoyo menjelaskan, kondisi meninggalnya lansia itu saat seorang kurir ingin mengantarkan makanan ke rumahnya. Namun sudah menemukan AS dalam keadaan kondisi terlentang dan tidak bergerak.

Selanjutnya, dari pihak kecamatan langsung menghubungi puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pas diperiksa, ternyata sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Kemudian dari pihak keluarga almarhum merasa tidak keberatan dan tidak menolak untuk dilakukan otopsi.

“Ternyata selama ini almarhum sudah sakit,” jelasnya.

Perlu diketahui, AS merupakan penerima program rantang kasih. AS tinggal hanya seorang diri. Pihak keluarga pun membawa almarhum pulang ke rumahnya untuk dimandikan dan dikuburkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Minim Sarana dan Prasarana, BPBD Bontang Ingin Miliki Drone dan Mobil Tangki

0
Minim Sarana dan Prasarana, BPBD Bontang Ingin Miliki Drone dan Mobil Tangki
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang merasa masih sangat minim memiliki sarana dan prasarana, sebagai penunjang ketika bertugas di lapangan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi mengungkapkan, untuk saat ini petugas sangat memerlukan peralatan yang lengkap saat bertugas, sehingga BPBD Bontang membuat pengajuan ke Pemerintah Kota (Pemkot) untuk penambahan alat seperti drone, selang, dan juga mobil tangki.

“Kami masih banyak kekurangan untuk alat pemadaman. Maka dari itu, kami mengajukan untuk penambahan alat,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (6/5/2024).

Menurutnya saat ini drone sangat dibutuhkan, ketika selang sulit menjangkau jarak yang cukup jauh dan mobil tangki tidak bisa masuk ke lokasi lahan terbakar, dengan adanya drone bisa untuk menyiramkan cairan kimia agar mengurangi asap dan kobaran api.

“Setidaknya jika ada drone, bisa mengurangi kebakaran lahan yang sulit dijangkau. Ketika sudah bisa mengurangi asap dan api, barulah petugas masuk ke lokasi untuk pemadaman total,” paparnya.

Selain drone mobil tangki menjadi kebutuhan kedua, dimana Petugas BPBD Bontang masih kewalahan saat kehabisan air, mau tidak mau harus bolak-balik untuk melakukan pengisian ulang.

“Sampai saat ini pun, kami tidak memiliki mobil tangki yang bisa tetap stay, saat mobil tangki yang lain melakukan pengisian ulang. Jadi kami masih harus bolak-balik pengisian,” tambahnya.

Bahkan tak segan-segan saat petugas BPBD tidak mampu menghandle kebakaran lahan, mereka meminta bantuan kepada Disdamkartan untuk membackup. Karena selain peralatan mereka yang banyak, jumlah personel pun mencukupi.

“Selain kami keterbatasan alat, petugas kami juga tak sebanyak damkar. Dimana kami hanya beranggotakan kurang lebih 40 orang saja,” jelasnya.

Eko sangat berharap untuk pengajuan alat yang dibutuhkan segera direalisasikan oleh pemkot, agar saat bertugas tidak mengalami kendala dan kekurangan saat di lapangan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketahuan Mengetap BBM di SPBU KM 3, Warga Loktuan Diamankan Polisi

0
Ketahuan Mengetap BBM di SPBU KM 3, Warga Loktuan Diamankan Polisi
Barang bukti yang bèrhasil diamankan polisi. (ist)

BONTANG – Satreskrim Polres Bontang kembali berhasil mengamankan pelaku pengetap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Pelaku diketahui seorang pria berinisial Hu (46), salah satu warga Loktuan. Diamankan usai kedapatan mengantri di SPBU KM 3 Bontang, Jalan Arif Rahman Hakim, Minggu (5/5/2024) kemarin, sekitar pukul 18.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto menjelaskan, saat pihaknya patroli telah mencurigai mobil Avanza yang mengisi BBM. Setelah keluar dari SPBU KM 3, anggota Unit II Tipidter melakukan pembuntutan.

Saat supir Avanza itu sedang melakukan pengetapan di sebuah warung yang berada di Jalan Kapal Layar, Gang III, RT.21, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, anggota Unit II Tipidter langsung mendatangi dan menginterogasi pelaku.

“Saat ketahuan, pelaku langsung kami amankan,” ucapnya.

Barang bukti yang telah diamankan berupa satu jerigen kapasitas 30 liter, satu jerigen kapasitas 5 liter, satu jerigen kosong kapasitas 5 liter, satu baskom berukuran besar, satu baskom berukuran sedang, satu barcode MyPertamina, satu handphone merek Samsung, tiga corong, dan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi KT 1185 DR.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang,” tambahnya.

Tersangka dikenakan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU RI nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Gelar Kajian Risiko Bencana, Himpun Data Bencana yang Terjadi di Bontang

0
BPBD Bontang Gelar Kajian Risiko Bencana, Himpun Data Bencana yang Terjadi di Bontang
BPBD Kota Bontang gelar KRB, di Aula Dispopar. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menggelar Kajian Risiko Bencana (KRB), yang berlangsung di Aula Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), pada Senin (6/5/2024).

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi menyatakan, kegiatan ini berlangsung untuk menghimpun bencana yang sering terjadi di Bontang. Nantinya akan dihimpun oleh rekan-rekan dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk dibuatkan KRB sekaligus peta, bahkan hasilnya nanti akan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pusat.

“Nantinya pasti akan dikoordinasikan lagi dengan pusat, apakah layak untuk diterbitkan atau ada tambahan berdasarkan dari rekomendasi BNPB,” ucapnya.

Ini merupakan dokumen induk yang sangat penting, jika tidak ada dokumen ini secara otomatis indeks ketahanan daerah kota akan turun. Dimana indeks ketahanan daerah Bontang merupakan indikator utama pembangunan pemerintahan.

“Jadi hasil KRB ini sebagai dasar untuk perencanaan, kajian lingkungan hidup strategis, serta pemetaan potensi daerah mana yang bahaya akan bencana. Contoh seperti di Guntung, dimana sering mengalami banjir. Jadi kita akan menyiapkan kesiapsiagaan apa yang diperlukan dan sarana prasarana apa saja,” jelasnya.

Dokumen ini akan disusun selama 6 bulan, agar dokumen benar-benar valid dan bisa digunakan. Tidak hanya asal membuat dokumen saja untuk memenuhi kewajiban, akan tetapi ingin membuat dokumen yang bisa dimanfaatkan.

“Kita tidak mau membuat dokumen yang asal-asalan, karena dokumen ini akan berlaku selama 5 tahun, jadi sama seperti perencanaan pembangunan menengah daerah yang mengacu di dalam dokumen ini. Anggaran yang digunakan sekitar 300-400 juta,” paparnya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang termasuk dalam pembuatan KRB meliputi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum (PU), bahkan kecamatan dan kelurahan.

“Kecamatan dan kelurahan itu penting dan wajib, karena mereka yang mempunyai sumber daya di wilayahnya,” tambahnya.

Kajian ini sangat penting sebagai acuan, dimana jika sedang ada bencana dan mau melakukan sesuatu pastinya semua mempunyai acuan. Bisa dijadikan sebagai dasar penganggaran, bahkan dasar kolaborasi dengan daerah lain, seperti membuat MOU dasarnya termasuk dokumen ini.

“Jika kita tidak mempunyai dokumen ini, kita mau berbuat apa, hanya bisa bernarasi saja. Perlunya dokumen ini sebagai acuan, kemudian sebagai dasar landasan membuat kebijakan termasuk juga nanti didalam pembuatan perwali atau perda,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

MA Tolak Gugatan Batas Wilayah Sidrap, Begini Upaya Pemkot Bontang Berikutnya

0
MA Tolak Gugatan Batas Wilayah Sidrap, Begini Upaya Pemkot Bontang Berikutnya
Kampung sidrap. (ist)

BONTANG – Gugatan Pemkot Bontang ke Mahkamah Agung (MA) terkait batas wilayah Kampung Sidrap beberapa waktu lalu resmi ditolak.

Kampung Sidrap masuk dalam wilayah Kutai Timur (Kutim), yang mana putusan tersebut dikeluarkan Permendagri mengenai Tapal Batal Wilayah yang diumumkan tahun 2023 kemarin.

Pemkot Bontang melalui Kuasa Hukumnya, Hamdan Zoelva, sebelumnya telah menggugat ke MA terkait Permendagri Nomor 25 tahun 2005 tentang Tapal Batas Kampung Sidrap serta Undang-Undang Nomor 47 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutim, dan Kota Bontang.

Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah Kota Bontang, Andi Kurniawan menjelaskan, bahwa pasca penolakan itu, pemkot kini telah melayangkan kembali gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait wilayah Kampung Sidrap.

“Kami sudah masukkan gugatan lagi ke MK dan sekarang sedang berproses,” jelasnya saat dihubungi, Senin (6/5/24).

 

Pasalnya, masyarakat Sidrap sendiri ber KTP di Kota Bontang, sementara wilayahnya masuk dalam Kecamatan Teluk Pandan, Desa Martadinata. Wilayah tersebut seluas 174 hektar yang dihuni lebih dari 3000 warga dengan total 7 RT.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diikuti 164 Peserta, Pemkot Bontang Gelar Bimtek Penataan Taman Kota

0
Diikuti 164 Peserta, Pemkot Bontang Gelar Bimtek Penataan Taman Kota
DLH gelar Bimtek Penataan Taman Kota, di Auditoriun Tiga Dimensi, Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penataan Taman Kota untuk pekerja pertanaman, yang berlangsung di Auditorium Tiga Dimensi, Senin (6/05/2024).

Kegiatan Bimtek Penataan Taman Kota, dilaksanakan selama dua hari dan diikuti sebanyak 164 peserta, yang terbagi menjadi 2, dan masing-masing terdiri dari 82 peserta.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengapresiasi sangat luar biasa kepada DLH Kota Bontang, yang telah menginisiasi kegiatan bimtek bagi Pekerja Harian Lepas (PHL) di Kota Bontang. Sehingga Kota Bontang telah meraih penghargaan sebanyak 11 kali, dan 3 di antaranya adalah Adipura Kencana.

“Keberhasilan untuk mendapatkan penghargaan Adipura tersebut tidak lain adalah kerja sama atas semua pihak, termasuk dukungan pekerja harian lepas DLH Kota Bontang,” ucapnya.

Dengan diadakannya Bimtek Penataan Taman, sangat diharapkan kepada seluruh peserta untuk dapat berpikir kreatif, dapat berbagi pengalaman dan mengemukakan gagasan-gagasan inovatif, untuk bisa membuat Kota Bontang menjadi lebih baik dan tertata sebagai kota yang sangat layak mendapatkan penghargaan.

“Saya percaya dan yakin, dengan semangat dan komitmen yang tinggi, kita akan mampu mencapai hasil yang lebih optimal, untuk nantinya dapat meraih kembali penghargaan Adipura di tahun-tahun berikutnya,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Berikan Rasa Aman ke Pengunjung, BPBD Pemantauan di Beras Basah

0
Berikan Rasa Aman ke Pengunjung, BPBD Pemantauan di Beras Basah
Petugas BPBD Kota Bontang lakukan pemantauan di Pulau Beras Basah. (Dok. BPBD Bontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, melakukan pemantauan para pengunjung yang berada di Pulau Beras Basah, Minggu (5/5/2024), sekitar pukul 07.30 Wita.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman mengatakan, pemantauan ini dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung yang berdatangan, dan juga berjaga-jaga jika nantinya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti adanya potensi bencana bisa langsung memberi bantuan serta pertolongan.

“Kegiatan ini selalu kami adakan secara rutin, untuk antisipasi kejadian di tempat wisata,” ucapnya.

Saat melakukan pemantauan, anggota BPBD yang bertugas selalu terus mengawasi kegiatan dan aktivitas para pengunjung di pelabuhan atau dermaga yang terdapat di Pulau Beras Basah.

“Seperti tadi, ada 3 orang korban yang terluka akibat terkena goresan ikan sembilan. Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap pengunjung untuk penanganan korban yang terluka,” jelasnya.

Dalam pemantauan kegiatan rutin ini, dikerahkan sebanyak 10 petugas BPBD yang terjun langsung ke lokasi. Seluruh petugas berusaha semaksimal mungkin agar tempat wisata yang berada di Pulau Beras Basah tersebut, menjadi tempat yang aman bagi setiap pengunjungnya.

“Untuk hari ini tadi, ada sebanyak 325 pengunjung dari berbagai macam kota, seperti Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kukar, Kutim, bahkan PPU,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Najirah Hadiri Puncak Perayaan HUT ke-23 PIKA PKT

0
Wawali Najirah Hadiri Puncak Perayaan HUT ke-23 PIKA PKT
Najirah menghadiri acara puncak HUT 23 PIKA PKT. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri acara puncak HUT ke- 23 Persatuan Istri Karyawan (PIKA) Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Sabtu (04/05/24) malam di GOR PKT Bontang. Kegiatan ini dihadiri pula jajaran pengurus PIKA PKT.

Dalam sambutannya ia menyampaikan harapannya, agar PIKA PKT dapat menjadi salah satu pilar utama pemersatu, serta dapat menjadi perempuan yang berkualitas dalam pembangunan nasional.

Peringatan hari ulang tahun PIKA PKT ke- 23 tahun 2024 ini hendaknya bukan hanya sebagai kegiatan seremonial semata, namun harus dimaknai sebagai momentum untuk melangkah kedepan, menegakkan komitmen di bidang kemasyarakatan terutama untuk merangsang kepekaan dan kepedulian sosial dalam mengembangkan potensi kaum perempuan guna mencapai kualitas yang diharapkan.

Lebih lanjut, PIKA PKT menurutnya dapat berperan ekstra demi kemajuan bangsa dan negara, tanpa harus melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Peran serta dan partisipasi anggota PIKA PKT sebagai istri dari karyawan PT. Pupuk Kaltim sangatlah penting, dalam membantu pelaksanaan program-program perusahaan, juga Pemerintahan Kota Bontang.

“Program perusahaan bersama Pemkot Bontang di lapangan, dapat mewujudkan visi dan misi Kota Bontang dapat cepat terwujud,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam