Beranda blog Halaman 610

Tanggapan Wawali Terkait Pembukaan Jalur Laut bagi Warga Pesisir saat Darurat

0
Tanggapan Wawali Terkait Pembukaan Jalur Laut bagi Warga Pesisir saat Darurat
Kampung Malahing. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Keperluan pembukaan jalur kapal bagi warga pesisir untuk keadaan darurat telah lama dibahas, namun tak kunjung direalisasikan lantaran perlunya persetujuan pihak provinsi.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyatakan, meskipun hal tersebut sangat diperlukan, pihaknya tidak bisa serta merta mengambil keputusan jika menyangkut wilayah laut, dimana kewenangannya adalah provinsi.

Ia paham betul, DPRD telah mendorong atas realisasi tersebut, “Kita akan koordinasi, kira-kira bisa nggak dari kami (Pemkot) yang mengubah struktur atau alurnya, kita akan segera koordinasi,” pungkasnya, Minggu (15/6/2025).

Dengan adanya pembukaan jalur kapal yang baru, tentu akan merusak ekosistem tanaman seperti rumput laut dan lamun. Tanaman tersebut seringkali ditemukan pada perairan laut dangkal.

“Harus ada penilaian dari aspek lingkungan, penilaian lingkungan terkait ekosistem lautnya, karena ekosistem bisa terganggu,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua RT 30 Kampung Malahing, Nasir Lakada mengeluhkan jalur kapal yang sering kali sulit digunakan saat keadaan surut. Apalagi jika ada orang sakit maupun melahirkan mereka harus berjalan jauh ke tengah laut dengan membopong pasien, hingga dapat mengendarai kapal menuju darat.

Kemudian, Anggota DPRD Bontang, meminta pemkot untuk tidak terlalu bergantung pada provinsi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diundang Dewan Rapat Bahas Kejelasan Status Mahasiswanya, Pihak Unijaya Mangkir

0
Suasana Rapat gabungan pembahasan terkait kejelasan mahasiswa Universitas Trunajaya. (Syakurah/Radarbontang

BONTANG – Terkait status kejelasan mahasiswa Universitas Trunajaya (Unijaya), Pemerintah Kota Bontang mengalami kendala atas tidak adanya wewenang dalam hal tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki menyebutkan pemerintah tidak mendapatkan terbukaan informasi dari pihak universitas, lantaran merasa pemkot tidak berada dalam lini tersebut.

“Kita hanya bisa masuk dalam aspek sosial atau dampak sosial,” pungkasnya dalam rapat gabungan komisi A dan C terkait kejelasan status mahasiswa Unijaya, Senin (16/6/2025).

Ia menyebutkan, bahwa wali kota telah memerintahkan untuk melakukan koordinasi ke LLDIKTI langsung, dan mereka telah melakukan kunjungan pada Maret 2025 lalu. Bukan untuk mencampuri urusan dari universitas, tapi lebih kepada efek yang juga berpengaruh pada pemerintah.

Pihaknya juga sempat berkoordinasi dengan Dirjen Dikti terkait hal tersebut. Dijelaskan bahwa mereka memiliki sifat pembinaan dan penilaian, selanjutnya akan diteruskan ke kementerian yang kemudian akan menurunkan tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi (EKPT) dalam waktu dekat.

“Namun, sekali lagi kami Pemkot Bontang tidak diberitahu apapun terkait siapa dan kapan akan dilaksanakan, informasi itu tidak ada,” katanya.

Dalam rapat tersebut, DPRD telah mengundang pihak dari universitas, namun tidak hadir. Padahal mereka berharap dalam rapat tersebut skema-skema yang telah pemerintah siapkan dapat dibahas mengingat keberlanjutan kampus.

Untuk itu, Ketua Komisi A DPRD, Heri Keswanto meminta kepada Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) serta mahasiswa Unijaya yang mewakili dalam rapat tersebut, untuk membantu pemerintah berkomunikasi ke internal yayasan.

“Nanti dibuatkan berita acara untuk menjadi dasarnya,” ungkapnya

Kemudian melakukan rapat bersama, yang akan difasilitasi oleh asisten 1 sebagai pembahasan langkah konkret mahasiswa Trunajaya bersama Yayasan Trunajaya, “Karena pemerintah tidak bisa masuk maka kami minta tolong kepada mahasiswa serta HMB untuk menghubungkan,” pintanya.

Terakhir, dalam 2 sampai 3 bulan ke depan akan dilakukan rapat kembali, dengan seluruh mahasiswa terdampak yang bisa hadir untuk memberikan kejelasan sepenuhnya hasil dari teman-teman HMB dan hasil rapat asisten bersama dengan Yayasan Trunajaya.

Diketahui, Unijaya terkena pelanggaran standar akademik berupa ketidaklengkapan dokumen mahasiswa, data akademik yang tidak memadai, hingga konflik internal pengelolaan yayasan yang menyebabkan Universitas itu berpotensi dibekukan bahkan ditutup.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemilik Ganti Filter Bensin Rusak, Mobil Espassnya Malah Hangus Terbakar

0
Petugas Disdamkartan padamkan api pada mobil yang terbakar di wilayah Kelurahan Belimbing, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Terjadi kebakaran mobil jenis Espas di Jalan Brigjen Katamso, RT.44, Gang Nuri, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Utara, Senin (16/6/2025) pagi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Sarkani mengatakan, bahwa awal mula terjadi mobil terbakar saat sang pemilik mengalami perbaikan.

Sebelumnya pemilik mobil, Sudarno bersama dengan anaknya melakukan perbaikan pada mobil tersebut. Saat perbaikan berlangsung tiba-tiba saja muncul percikan api yang diduga berasal dari dekat filter bensin, terlebih lagi posisi filter bensin berdekatan dengan aki.

“Jadi pemilik mobil ini ingin memperbaiki filter bensin. Akan tetapi tiba-tiba saja muncul percikan api saat perbaikan berlangsung,” jelasnya usai dikonfirmasi.

Petugas Disdamkartam yang telah tiba di lokasi kejadian, dengan cepat langsung segera memadamkan api yang berada di mobil tersebut. Petugas memadamkan api membutuhkan waktu, sekitar kurang lebih 30 menit.

“Ada sekitar 40 personel yang turun langsung, kami juga menurunkan ada satu mobil fire truck, dan satu unit mobil supply, serta mobil ambulans. Mobilnya hangus terbakar,” jelasnya.

Adanya insiden ini, terdapat satu korban yang mengalami luka bakar bagian lengan saat hendak membantu memadamkan api menggunakan pasir dan asbes.

Beruntungnya, tim medis Disdamkartan langsung siaga membantu untuk mengobati korban yang mengalami luka bakar.

“Kami belum tahu kerugiannya berapa yang ditafsirkan, jadi masih di tahap penyelidikan sama yang berwajib,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Padahal Baru Selesai Diperbaiki dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar, Pelataran BK Rusak Lagi

0
Kondisi kayu pelataran di BK yang alami kerusakan. (Ist).

BONTANG – Pelataran Bontang Kuala (BK), baru saja selesai dari pengerjaan perbaikan beberapa waktu lalu, dengan menelan anggaran Rp 12,4 miliar.

Akan tetapi ada beberapa papan kayu yang sudah mulai rusak, seperti kondisi kayu yang telah bolong, atau kayu yang mulai patah di bagian sisinya.

Hal ini memicu banyaknya pendapat dari masyarakat sekitar dan pengunjung, dimana mereka menanggapi kejadian ini dengan khawatir. Bisa saja saat tidak sengaja anak-anak ketika lagi bermain, atau pengunjung lain terinjak di kayu yang rusak, berdampak memakan korban.

“Bisa bahaya kalau ada kayu yang rusak, padahal setahu saya ini baru selesai perbaikan ya. Apalagi saya membawa anak-anak, takut kakinya terperosok saat lagi main,” ucapnya saat diwawancarai, Minggu (15/6/2025) sore.

Dikonfirmasi secara terpisah, Plt Lurah Bontang Kuala, Taufik mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi segera mungkin dengan pihak pelaksana atau pengerja di proyek tersebut.

Untuk bisa melakukan perbaikan pada kayu, atau papan yang sudah mulai rusak. Terlebih lagi, nantinya pihak kelurahan juga akan meminta ke pengelola untuk bisa memastikan secara keseluruhan di tiap papan pelataran.

“Nantinya kami akan meminta perbaikan pada kayu yang rusak, untuk segera diganti secepat mungkin,” ungkapnya.

Ia akan menjadwalkan untuk bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, untuk bisa menindaklanjuti.

“Saat ini kan pihak swakelola sedang menurunkan material untuk pembangunan kios UMKM, jadi nanti sekalian bisa dikomunikasikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sejumlah Fasilitas Taman Mulai Rapuh, Pemkot Segera Lakukan Pembahasan di 2026

0
Taman Adipura Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sejumlah fasilitas di Taman Kota Bontang, seperti Taman Adipura, mulai mengalami kerusakan, mulai dari permainan anak yang sudah lapuk hingga alat-alat olahraga yang berkarat dan tidak lagi dapat digunakan.

Salah satu pengunjung, Jerry warga Berbas Pantai sesekali mengunjungi Taman Adipura. Ia mengatakan bahwa perlu adanya perbaikan fasilitas umum, apalagi tempat tersebut seringkali dijadikan tempat refreshing bersama keluarga.

“Penting adanya perbaikan kalau menurut saya, takutnya banyak yang keropos malah bahaya,” katanya, Minggu (15/6/2025).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pihaknya tentu akan melakukan revitalisasi di taman-taman yang ada. Apalagi Kota Bontang menuju peningkatan Kota Layak Anak (KLA), sehingga dengan melakukan perbaikan fasilitas tentu akan menunjang.

“Tentu sudah kami rencanakan, apalagi tempat itu sekaligus tempat edukasi untuk anak, bahkan tempat silaturahmi untuk orang-orang,” pungkasnya.

Keberadaan taman dinilai dapat menyeimbangkan antara kegiatan anak-anak di luar daripada jam belajar. Serta menjadi kepentingan orang tua untuk menyatukan anak-anak mereka ke kegiatan di ruang terbuka.

“Saya pikir di 2026 itu menjadi konsentrasi kita lebih memaksimalkan program pemerintah soal anak kepada masyarakat,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalin Silaturahmi, Forum RT Gunung Elai Laksanakan Jalan Sehat

0
Kegiatan jalan sehat forum RT Gunung Elai. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Forum RT Gunung Elai kembali menggelar jalan sehat. Kini mereka melaksanakan jalan sehat yang ketiga kalinya. Bertempat di Asrama Polres Bontang, Minggu (15/6/2025).

Sekretaris Forum RT Gunung Elai, Joko Sugianto mengatakan bahwa sebelumnya kegiatan ini sudah dilangsungkan di wilayah beberapa wilayah dengan mencakup beberapa RT.

“Misal di asrama polisi ini, tidak hanya RT 10 saja, jadi beberapa RT juga bergabung,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, tiap dua pekan kegiatan ini akan dilaksanakan. Ia menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan guna saling mengenal tiap ketua RT, apalagi baru-baru ini banyak RT yang berganti sehingga perlu adanya perkenalan lagi.

Ditambahkan Lurah Gunung Elai, Sulistyo menjelaskan pentingnya kegiatan ini agar saling mengetahui kondisi wilayah tertentu. Mereka juga bisa saling berkoordinasi jika membutuhkan sesuatu.

“Sekaligus sambang lingkungan di RT lain,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. Ia mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu pelengkap dalam program kepala daerah untuk terus menjaga kebugaran tiap masyarakat.

“RT ini kan sibuk, untuk itu badan tetap harus bugar. Untuk itu, kegiatan sederhana seperti ini dapat membantu menjaga kebugaran,” katanya.

Kapolres Bontang, Alex Frestian Lumban Tobing menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di wilayahnya tersebut. Apalagi perlu saling mengenal untuk menjaga silaturahmi terutama sesama warga Gunung Elai.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Libatkan 60 Penjahit Lokal, Pemkot Kucurkan Rp 22 Miliar untuk Perlengkapan Sekolah Gratis

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, akan melibatkan sebanyak 60 penjahit lokal untuk pembuatan seragam gratis.

Pemkot akan kucurkan anggaran hingga Rp 22 miliar, untuk pengadaan perlengkapan seragam sekolah gratis tingkat Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan, bahwa pengadaan seragam gratis tersebut, untuk di tahun ajaran baru 2025/2026 mendatang.

Saparuddin menjelaskan, jika pihaknya menjalankan arahan sesuai dengan penuturan Wali Kota Bontang, dimana penjahit lokal harus diberdayakan sebagai salah satu langkah untuk membangun perekonomian.

“Pastinya nanti para penjahit akan mencari tenaga tambahan atau bantuan, untuk membantu dalam pengadaan seragam gratis ini. Tidak bisa kalau hanya sendiri,” ucapnya, Sabtu (14/6/2025).

Perlu diketahui, dari anggaran yang dikucurkan, telah mencakup dari tiga peralatan sekolah, seperti sepatu, tas, hingga seragam baru. Siswa-siswi yang nantinya akan mendapatkannya pun dari siswa-siswi kelas 1-5 SD, serta kelas 7-8 SMP.

“Anggaran untuk sepatu SD sekitar Rp 4,6 miliar, kalau SMP Rp 2,2 miliar. Untuk tas sekolah SD Rp 3,4 miliar, SMP Rp 1,6 miliar. Serta seragamnya SD Rp 7 miliar dan SMP Rp 3,8 miliar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemutusan Kontrak Honorer Turut Berimbas di Disdikbud, 39 Guru dan Tenaga Kependidikan Terancam Dirumahkan

0
Plt Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Para tenaga honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, ter-ikut serta dalam pengurangan tenaga kerja di lingkungan Pemkot Bontang.

Ada sebanyak 39 guru dan tenaga kependidikan, yang terancam akan dirumahkan akibat adanya pemutusan kontrak honorer, yang masa kerjanya kurang dari dua tahun.

Padahal sebelumnya, pengangkatan tersebut berlangsung untuk memenuhi kebutuhan tenaga di sekolah, yang masih sangat membutuhkan tenaganya.

Hingga saat ini, untuk jumlah pengangkatan masih terbilang sangat minim ketimbang dengan yang pensiun. Terlebih lagi, tenaga dari mereka yang terdampak pengurangan masih sangat dibutuhkan.

“39 itu bukan hanya guru saja, akan tetapi juga termasuk dengan tenaga kebersihan dan keamanan,” ucap Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, saat dikonfirmasi, Sabtu (14/6/2025).

Adapun terkait dengan pemakaian skema outsourcing, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Outsourcingnya tidak melalui dari badan usaha, akan tetapi dari orang yang bersangkutan langsung. Kalau secara aturan pun, dari kami sudah menyiapkannya,” paparnya.

Disdikbud Bontang pun telah mengurus terkait dengan nomor induknya, seperti halnya yang dilakukan di wilayah Paser.
Bahkan, seperti penawaran paket pengadaan barang dan jasa. Nantinya akan muncul di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Kami masih menunggu aturannya lagi, sebab percuma saja nantinya jika kita dilakukan, akan tetapi tidak bisa menggunakan anggarannya,” jelasnya.

Di berita sebelumnya, kebijakan ini ditulis dalam Surat Sekretaris Daerah Kota Bontang nomor B/800.1.2.2/519/BKPSDM/2025 yang ditandatangani 3 Juli 2025, dimana Pemkot Bontang akan memutuskan kontrak honorer terhitung 30 Juni 2025 mendatang dengan masa kerja di bawah dua tahun.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Job Fair Bontang Bukan Sekadar Seremoni, Disnaker Siapkan Ribuan Tenaga Siap Kerja

0
Kepala Bidang pelatihan Produktivitas Dan Penempatan Kerja, Lukmanul Hakim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Job fair sempat menjadi perbincangan, lantaran dianggap sebagai kegiatan formalitas yang sedang viral di media-media sosial.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang Abdu Safa Muha melalui Kepala Bidang pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja, Lukmanul Hakim mengatakan, kegiatan tahunan tersebut tidak pernah memaksakan perusahaan ikut dalam kegiatan tersebut jika memang tidak memiliki peluang.

Dia menerangkan, job fair pada tahun 2024 lalu, membuka 312 lowongan, 69 pemagangan, 160 pelatihan kerja dan sebanyak 146 sudah dilakukan penempatan kerja.

“Kami memang bersurat ke perusahaan-perusahaan, kalau mereka memang siap pasti mereka ikut andil di sana,” terangnya, Jumat (13/6/2025).

Ia menjelaskan, bahwa program ini sangat terukur lengkap dengan data penempatan, pelatihan, hingga pelaporan dari perusahaan. Pihaknya juga menyarankan untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi, jika memang perusahaan tersebut sedang tidak membuka lowongan.

“Laporan peserta job fair, penempatan status kerja hingga durasi kontrak semua kami pantau, kami minta semuanya dari perusahaan,” tambahnya.

Bahkan mereka meminta kepada PT Pupuk Kaltim untuk membuka rekrutmen pabrik soda ash yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Dengan adanya proyeksi tersebut diperkirakan dapat menyerap sekitar 800 tenaga kerja.

Pihaknya juga mengirimkan data 5.425 pencari kerja yang telah memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri langsung ke perusahaan. Strategi jemput bola ini diharapkan lebih efisien daripada hanya menunggu lowongan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan di Segendis Rusak Parah, Perbaikan Tahun Ini Kucurkan Anggaran Rp 47 Miliar

0
Kondisi jalanan di wilayah Segendis, Bontang Lestari, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kondisi jalanan yang terdapat di wilayah Segendis, Bontang Lestari, Kota Bontang, sangat memperihatinkan. Kondisi tersebut sudah langsung di dengar oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Menanggapi hal tersebut, Neni mengatakan jalan rusak tersebut sudah masuk di kewenangan provinsi. Sebab, jalanan tersebut adalah jalanan provinsi.

Akan tetapi, dirinya tidak hanya berdiam. Neni meminta agar bisa segera mungkin jalanan tersebut dapat diperbaiki. Sebab, beberapa hari lalu ada truk yang terguling masuk ke dalam lobang jalan, saat sedang melintas.

“Sepertinya di tahun ini dapat diperbaiki jalanan itu, dengan anggaran sekitar Rp 47 miliar. Kasian juga kemarin, infonya ada yang sempat masuk ke lobang kendaraannya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/6/2025).

Saat Redaksi Radar Bontang menuju ke lokasi, jalanan tersebut berlubang cukup besar dan juga dalam. Kondisi jalanan pun dipenuhi dengan lumpur, serta genangan air.

Terlebih lagi, jika cuaca sedang masuk di musim hujan. Maka kondisi jalan nampak licin saat pengendara melintas, ada pula batu-batuan yang lumayan besar di lokasi jalanan rusak tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam