Beranda blog Halaman 739

Resmi Luncurkan Program Bontang Berwolbachia Serentak untuk Kendalikan DBD

0
Launching Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Program Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) secara resmi diluncurkan di halaman parkir Bontang Kuala pada Selasa (5/9/23).

Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwo.

Maxi Rein Rondonuwo menjelaskan bahwa tahap-tahap implementasi program ini akan dijalankan dengan baik, melibatkan pemerintah kota hingga masyarakat, termasuk upaya edukasi.

“Kerjasama lintas sektor dalam program ini sangat baik. Proses sosialisasi dan tahap-tahap lainnya telah dirancang dengan baik, bahkan penentuan lokasi penempatan ember-ember nyamuknya telah dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi,” ungkapnya.

Pemilihan Kota Bontang sebagai pilot project Wolbachia dianggap tepat karena kota ini mengalami kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) setiap tahunnya. Selain itu, pemerintah kota juga serius dalam melaksanakan proyek ini dan dianggap sangat memahami konsepnya.

“Di Indonesia, kematian akibat DBD biasanya mencapai lebih dari 1000 kasus dalam setahun, dan karena nyamuk tidak mungkin dapat diberantas, Wolbachia menjadi solusi yang efektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, program ini akan diperluas ke kota lain, termasuk Kota Denpasar, Bali. Awalnya, program ini ditujukan hanya untuk 5 kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, melaporkan tahap-tahap penerapan Wolbachia yang telah dilakukan sejak akhir tahun 2022. Proses ini melibatkan pelantikan koordinator lapangan atau kader Wolbachia sebanyak seratus orang.

“Dengan kerjasama yang berkelanjutan, saya berharap teknologi Wolbachia ini dapat membantu kami menekan kasus DBD dan angka kematian di Kota Bontang,” ujarnya.

Dalam kesuksesan program ini, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah. Dukungan tidak hanya harus datang dari kalangan pemerintahan, melainkan juga dari masyarakat umum.

Rahman, perwakilan dari B2P2VRP Salatiga, memberikan penjelasan singkat tentang tahapan perkembangan nyamuk berwolbachia. Nyamuk-nyamuk ini akan “diternak” dalam ember, di mana telur nyamuk yang ditempatkan dalam air akan berkembang menjadi jentik nyamuk dalam 1 hingga 2 hari, dan selanjutnya berkembang menjadi pupa dan nyamuk dewasa dalam beberapa minggu.

“Setiap dua minggu, air dalam ember akan diganti dan telur baru akan ditempatkan selama enam bulan. Dari telur hingga menjadi nyamuk membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, oleh karena itu, setiap dua minggu proses ini akan diperbarui,” tutupnya. (yah)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus Susanto

Anggaran Wolbachia Nasional Rp 10 Miliar, Dirjen P2P Akan Tambah Kota dengan Insiden Rate Tinggi

0
Anggaran Wolbachia Nasional Rp 10 Miliar, Dirjen P2P Akan Tambah Kota dengan Insiden Rate Tinggi

BONTANG – Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwo meluncurkan program pelepasan nyamuk berwolbachia di Kota Bontang pada Selasa (5/9/2023). Maxi Rein mengungkapkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk implementasi wolbachia secara nasional mencapai Rp 10 miliar. Setiap daerah yang menjalankan program wolbachia juga harus menganggarkan dana secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa anggaran ini telah disiapkan di tingkat nasional dan mencerminkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat bertanggung jawab untuk menyediakan telur nyamuk, logistik, dan pelatihan, sementara daerah bertanggung jawab atas operasional kader-kader wolbachia.

“Anggaran kita ini kan kerja sama dengan daerah. Ada tanggung jawab pusat dan tanggung jawab daerah. Kita memfasilitasi telur nyamuk, logistik, dan pelatihan lainnya. Daerah bertanggung jawab atas operasional kader-kader wolbachia,” jelasnya kepada awak media pada Selasa (5/9/2023).

Selanjutnya, Maxi menyatakan bahwa implementasi wolbachia akan terus dievaluasi, dengan fokus pada persentase nyamuk berwolbachia di Kota Bontang.

“Jika efektivitasnya sudah terbukti seperti di Jogjakarta, di mana insiden ratenya turun secara signifikan setelah enam tahun pelaksanaan, kami akan melanjutkannya. Bontang melaksanakannya secara serentak, dan kami akan terus mengevaluasinya,” kata Maxi.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus melakukan produksi telur nyamuk berwolbachia secara nasional dengan menggunakan teknologi baru.

“Kami akan menambah kota-kota lainnya berdasarkan data terbaru. Kami akan melihat data insiden rate di bulan Desember dan menentukan kota mana yang akan menjadi prioritas berikutnya,” tambah Maxi. (yah)

Penulis: Yahya Yabo
Editor: Nicha Ratnasari

Lomba Karaoke di Halaman Parkir Masjid Terapung, Jamaah Keluhkan Lokasi Pelaksanaan Kurang Tepat

0
Panggung perayaan hari nelayan nasional di lapangan parkir masjid terapung (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Perayaan Hari Nelayan Nasional 2023 di Bontang mendapatkan beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para jamaah masjid Darul Irsyad Al-Muhajirin di Kelurahan Loktuan. Kritik tertuju pada lokasi panggung yang berada di halaman parkir masjid tersebut.

Kegiatan ini telah dimulai sejak Senin (4/9/23) kemarin dan akan berlangsung hingga Rabu (6/9/23) besok. Beberapa jamaah mulai mempertanyakan mengenai lomba karaoke yang diadakan di sana.

Kritik muncul karena karaoke yang diadakan bukanlah pengisi lagu-lagu religi, kasidah, atau araupun rabana. Bahkan, pada acara puncak rencananya akan ada bintang tamu, yakni artis dangdut Bintang Pantura.

“Kami juga tidak menyangka acara sebesar ini, dan ternyata banyak warga dan jamaah yang bertanya-tanya terkait kegiatan yang diadakan di halaman parkir masjid,” jelas Jumadi, Sekretaris Ta’mir Masjid.

Sebelumnya, dinas terkait telah diberitahu agar memberikan pemberitahuan tertulis jika ingin menggunakan halaman parkir tersebut. Namun, karena acara sudah berjalan, pihak masjid memutuskan untuk memperingatkan bahwa selama acara berlangsung, pengunjung dan peserta lomba harus menggunakan pakaian yang sopan.

“Kalau memang ada karaoke dan dangdutan seperti yang dilombakan, sebaiknya ke depan dapat memilih lokasi yang lebih tepat, karena jamaah masjid juga merasa kurang nyaman saat harus melewati keramaian setelah shalat isya,” tambahnya.

Meskipun demikian, Jumadi sebenarnya mendukung acara semacam ini, terutama karena kegiatan pemerintahan seperti ini penting untuk menghargai masyarakat, khususnya para nelayan di Bontang.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3, Idhamsyah, menjelaskan bahwa acara yang diselenggarakan oleh DKP3 telah diberi peringatan bahwa selama acara di sana, waktu-waktu sholat harus dihormati dan semua peserta lomba karaoke serta pengisi acara harus berbusana yang rapi.

“Alhamdulillah, semalam semuanya berjalan lancar. Para peserta secara kebetulan mengenakan busana yang sopan, dan kami sangat mematuhi aturan waktu agar jamaah yang akan melakukan shalat tidak terganggu,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus Susanto

Resmi Dilantik, Adrofdita Gantikan Mar’uf Effendi, Siap Berkontribusi di Komisi I DPRD Bontang 

0

BONTANG – Ir. H. Adrofdita resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang pada Selasa (5/9) di gedung DPRD Bontang.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Gubernur Kaltim, Isran Noor, mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Bontang sisa masa jabatan Periode 2019-2024.

Setelah resmi dilantik, Adrofdita, langsung ditempatkan di Komisi 1 dan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal, menyatakan, bawah selain menjadi anggota Komisi 1,  Adrodita juga ditempatkan sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bontang.” Perubahan ini berlaku efektif sejak  5 September 2023,” katanya.

Sehingga saat ini terjadi perubahan anggota Komisi 1 DPRD Bontang terdiri dari Ketua Muslimin, Wakil Ketua Raking, Sekretaris Irfan, Maming (anggota), Abdul Haris (anggota), Rusli (anggota) dan Adrofdita (anggota).

Sementara untuk Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Bontang terdiri dari Ketua Nursalam, Wakil Ketua Ridwan, Sekretaris Yessy Waspo Prasetyo, Bahtiar Wakang (anggota), Siti Yara (anggota), Raking (anggota), Irfan (anggota)
Maming (anggota), dan Adrofdita (anggota).

Sementara itu, Adrofdita mengucapkan terima kasih dan memohon dukungan agar bisa mengemban amanah dengan baik dan terhindar dari mudharat yang memberatkan. ”Saya siap untuk berkontribusi dan mohon masukan dari teman-teman media,” katanya.

Untuk diketahui, pelantikan Adrofdita ini menyusul adanya Surat Keputusan Gubernur Kaltim yang dikeluarkan pada tanggal 30 Agustus 2023 merespons usulan PAW Anggota DPRD dari PKS yang diajukan oleh Ketua DPRD Bontang dan juga surat serupa dari Walikota Bontang.

Maruf Effendi, yang sebelumnya menjabat Anggota DPRD Bontang dari Fraksi PKS, mendapat penghormatan atas kontribusinya sebelumnya.

Pengambilan sumpah jabatan l Adrodita sebagai anggota DPRD Bontang juga disertai dengan pemberian hak-hak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelantikan ini dilakukan melalui Rapat Paripurna ketiga dalam Masa Sidang I DPRD Bontang dan merupakan upacara pengucapan sumpah pengganti antar waktu anggota DPRD Bontang untuk sisa masa jabatan tahun 2019-2024.

Hadir dalam acara Rapat Paripurna ini adalah Walikota Bontang, Basri Rase, Wakil DPRD Bontang, Junaidi, unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan undangan lainnya.

Penulis/Editor: Agus Susanto

PAMA Gelar Media Gathering Tahun 2023, Beber Program CSR 

0

BALIKPAPAN – PT PAMAPERSADA NUSANTARA (PAMA), perusahaan terkemuka dalam industri pertambangan di Indonesia, menggelar acara Media Gathering Tahun 2023 di Four Points Hotel, Balikpapan, Kaltim, pada Senin, 4 September 2023.

Acara ini merupakan bentuk apresiasi PAMA kepada media yang telah berperan penting dalam mempublikasikan kegiatan dan prestasinya serta mempererat hubungan dengan media.

PAMA menjalankan kegiatan ini bekerja sama dengan Kalimantan Prima Persada (KPP) sebagai salah satu mitra mereka.

Tema dari Media Gathering tahun ini, “Road to 30 Years PAMA – Sustainability Growth,” mencerminkan semangat perusahaan untuk terus tumbuh dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Acara dimulai dengan sambutan dari para pemimpin PAMA, antara lain Sulasman sebagai Project Manager PAMA Site BPOP, Gunawan Setiadi sebagai Kepala Departemen Keamanan & Hubungan Eksternal PAMA, dan Daniel sebagai Kepala Seksi CSR KPP.

Kegiatan selanjutnya melibatkan pemaparan materi dari dua narasumber utama, yaitu Bayu Handoko S. – Kepala Seksi CSR PAMA Site Kideco, dan Bangkit Pratama – Pejabat Pengelolaan Komunikasi KPP.

Mereka membahas tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan program CSR di PAMA Site Kideco (KIDE), yang mencakup lima pilar utama: ekonomi, kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan budaya sosial.

Dalam pilar ekonomi, PAMA Site KIDE telah berhasil membina 142 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitas pembiayaan seperti KUR dan LKM.

Di bidang kesehatan, PAMA aktif dalam program penanggulangan stunting di Kabupaten Paser, di mana tahun 2023 ini, PAMA Site KIDE menjadi ayah asuh untuk 10 balita stunting di Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu, serta melaksanakan program penyuluhan gizi melalui posyandu binaan, yang saat ini berjumlah enam.

Pilar pendidikan tidak ketinggalan, dengan program pelatihan guru sekolah adiwiyata, peningkatan kapasitas calon sekolah adiwiyata hingga tingkat nasional, dan seminar guru yang bertujuan mewujudkan pendidikan yang merdeka.

Di lingkungan, PAMA Site KIDE terlibat dalam Program Pranaraksa Center (Penanaman Buah Langka) dan pembangunan nurseri serta penanaman pohon yang bekerja sama dengan DLH Kabupaten Paser.

Di bidang budaya sosial, CSR PAMA Site KIDE memberikan bantuan dan santunan melalui bazaar Ramadhan, mendukung perkembangan sanggar tari, serta memberikan pelatihan kepada gugus tugas tanggap bencana, semua ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.

Media Gathering ini dihadiri 28 media, baik tingkat nasional maupun lokal, menjadikannya sebagai acara terbesar di provinsi dengan wilayah operasional PAMA yang terbanyak.

Dengan suksesnya acara ini, PAMA berharap hubungan yang sudah terjalin dengan media selama ini akan semakin erat dan kuat, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. (dar)

Bakal Calon Ketua Umum HIPMI, Adipt Maraja Mengundurkan Diri

0

BONTANG – Verifikasi telah dilakukan kepada para pendaftar calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bontang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum HIPMI, Syahril saat konferensi pers, Senin (4/9/23).

Setelah verifikasi tersebut didapatkan kabar bahwa salah satu calon ketua umum mengundurkan diri, artinya saat akan dilaksanakan musyawarah pemilihan ketua umum Selasa (5/9/23) besok hanya ada satu calon ketua umum.

Ia menjelaskan, bahwa calon yang mengundurkan diri tersebut sudah memiliki visi dan misi yang sama dengan yang satunya. Sekalipun hanya ada satu calon, tapi calon rapat pleno tetap harus dilaksanakan dalam musyawarah.

“Total yang daftar sebagai calon hanya ada dua, dan perhari ini salah satunya mengundurkan diri,” jelasnya.

Syahril berharap musyawarah yang dilakukan besok, akan berlangsung kondusif serta berjalan dengan lancar.  Karena selama HIPMI berdiri di Bontang tidak pernah menggunakan voting, selalu menggunakan musyawarah dan mufakat.

“Prinsip kami persaudaraan, persahabatan, bertanding untuk bersatu dan itu dipegang teguh oleh HIPMI,” bebernya

HIPMI memiliki batasan umur yakni 41 tahun, dan biasanya mereka sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). HIPMI juga Road Show ke kampus-kampus atau universitas untuk mengajak anak-anak yang baru lulus kuliah dapat membuka usaha sehingga menciptakan lowongan kerja.

“Kami harap anak-anak muda tidak hanya mencari kerja, tapi bisa menciptakan lapangan kerja, karena dengan populasi yang sebanyak ini lapangan kerja masih terbatas,” ujarnya.

Bakal Calon Ketua Umum HIPMI, Adipt Maraja Mengundurkan Diri
Bakal calon Ketua Umum Hipmi, Adipt Maraja. (Syakurah/Radar Bontang)

Calon Ketua Umum yang menyatakan telah mengundurkan diri, Adipt Maraja menjelaskan, beberapa alasan ia mengundurkan diri, yakni yang pertama rundown acara yang singkat, karena dalam musyawarah tentu memakan waktu yang cukup lama.

“Musyawarah besok hanya dari jam 9 pagi hingga jam 1, sedangkan pengalaman saya dalam organisasi waktu tersebut dirasa terlalu mepet,” jelasnya.

Kemudian terkait lama kepengurusan dalam HIPMI, Adipt merasa satu periode kepengurusan dirasa tidak cukup untuk melanjutkan ke ketua umum, sementara itu calon ketua umum lainnya, Winardi sudah melakukan kepengurusan selama dua periode.

“Dia sudah dari anggota hingga menjadi sekretaris umum, pengalaman lebih banyak dan pasti lebih mengerti,” tambahnya.

Yang terakhir, tagline HIPMI yang terkait dengan sinergi. Setelah melakukan beberapa kali diskusi visi dan misi yang sinergi menjadi pertimbangan Adipt untuk mengundurkan diri. Dan sebelum harus ada minimal 20 orang yang mendukung.

“Sebelumnya ada 23 yang mendukung saya, tapi beberapa juga mengundurkan diri sehingga tidak bisa,” imbuhnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Meriahkan Hari Nelayan, DKP3 Bikin Talkshow dan Lomba untuk Nelayan Lokal

0
Meriahkan Hari Nelayan, DKP3 Bikin Talkshow dan Lomba untuk Nelayan Lokal
Suasana pembukaan Hari Nelayan di Halaman Parkir Masjid Terapung Darul Irsyad Al-Mujahirin. (ist)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3)  Bontang merayakan Hari Nelayan yang diperingati pada 6 April lalu. Namun baru sempat dilaksakan Senin (4/9/23).

Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Parkir Masjid Terapung Darul Irsyad Al-Mujahirin, berlangsung hingga tanggal 6 September 2023 mendatang.

Kegiatan ini dihadiri Kepala DKP Provinsi Kaltim, Irhan Hukmaidy. Sekaligus dalam rangka mengapresiasi pemenuhan pangan kepada nelayan di Kota Bontang.

Adapun kegiatan di hari pertama ini, adalah talk show program dan kebijakan direktorat perikanan tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirangkai dengan launching Forum Petani Kuat, diikuti oleh 150 nelayan.

Kemudian tanggal 4 sampai 5 September, akan dilaksanakan lomba karaoke yang diikuti oleh nelayan dan keluarga nelayan sebanyak 26 peserta. Di tanggal yang sama, yakni 5 September akan dilaksanakan pula lomba memancing di sekitar Dermaga Kampung Selambai yang diikuti oleh 50 pasang peserta.

Dilanjut pada tanggal 6 September 2023, akan dilaksanakan lomba ketinting yang berlangsung di Dermaga Kampung Selambai, diikuti 30 peserta. Pada hari yang sama sekaligus akan dilaksanakan penutupan dan pengumuman untuk para pemenang.

“Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan oleh DKP3. Tentu harapannya akan terus berlanjut. Peserta-peserta juga sudah dipastikan dari nelayan yang ada di Kota Bontang. Ke depannya diharapkan kegiatan ini dapat melibatkan nelayan dari tempat lain untuk ikut meramaikan,” jelas Kepala Dinas DKP3, Eddy Forestwanto.

Ditambahkan Kepala DKP Provinsi Kaltim, Irhan Hukmaidy, bahwa nelayan-nelayan di Kota Bontang harus tetap peduli kebersihan laut dengan juga membawa sampah saat pergi melaut. Karena tingginya isu mikro plastik yang terdapat dalam tubuh ikan.

“80 persen sampah plastik disumbangkan dari sampah rumah tangga, dimana Indonesia menyumbang 8 juta ton sampah plastik pertahunnya,” jelas Irhan.

Indonesia menjadi negara kedua terbesar penyumbang sampah sebesar 168 juta ton pertahunnya, dengan peringkat penyumbang sampah terbanyak pertama adalah China yakni sebesar 262 juta ton pertahun.

Gerakan zero waste telah dilakukan nelayan Balikpapan. Hal tersebut membuat nelayan Balikpapan berada di peringkat ketiga di Indonesia sebagai pengumpul sampah plastik terbanyak.

Irhan berharap, warga Bontang dapat menerapkan juga zero waste tersebut, sehingga sampah plastik di perairan Bontang dapat terkendali.

“Dari penelitian yang saya baca, di tahun 2050 jika sampah plastik tidak bisa dikendalikan, jumlah sampah di laut akan lebih banyak dari jumlah ikannya,” bebernya.

Ikan merupakan lauk yang sangat penting, terutama warga Indonesia yang angka stuntingnya cukup tinggi, sehingga ikan akan sangat penting di masa pertumbuhan. Oleh sebab itu peran nelayan untuk membersihkan laut juga sangat penting untuk berkehidupan ke depannya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Libatkan 52 Personil, Operasi Zebra Mahakam 2023 Kembali Digelar

0
Libatkan 52 Personil, Operasi Zebra Mahakam 2023 Kembali Digelar
Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Mahakam 2023. (ist)

BONTANG – Polres Bontang menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Mahakam 2023. Operasi kepolisian kali ini bertema ‘Keamanan, Keselamatan dan Ketertiban dalam Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcarlantas) Menuju Pemilu 2024.’

Dipimpin Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, apel gelar pasukan dilaksanakan di halaman Mako Polres Bontang, Senin (4/9/2023) pukul 07.30 Wita.

Dalam sambutannya Kapolres Bontang menyampaikan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang gelaran Operasi Mantap Brata 2023 – 2024, serta untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.

Lebih lanjut beliau menyebutkan, Operasi Zebra Mahakam tahun 2023 ini digelar selama 14 hari mulai tanggal 4 sampai dengan 17 September 2023. Kegiatan ini diharap berjalan dengan optimal, sesuai dengan tujuan amanat undang – undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan:

  1. Mewujudkan dan memelihara Kamseltibcarlantas.
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas.
  4. Meningkatkan Kualitas pelayanan publik.

 

“Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting, kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah,” ungkapnya.

Dengan adanya operasi ini diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunnya angka fatalitas korban laka lantas dan pelanggaran lalu lintas.

“Mari sama-sama kita niatkan kegiatan operasi ini, sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kegiatan ini dapat kita lakukan dengan ikhlas dan maksimal. Dalam rangka memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam berlalu lintas di jalan,” harapnya.

Adapun jumlah personil Polres Bontang yang terlibat dalam Operasi Kepolisian Zebra Mahakam 2023 berjumlah 52 orang.

Editor: Yusva Alam

Optimalkan PAD, Bapenda Luncurkan Inovasi ‘Si Janda Manis’

0
Optimalkan PAD, Bapenda Luncurkan Inovasi ‘Si Janda Manis’
Soft Launching Connecting Strategy melalui Si JanDa MaNIS di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), menggelar Soft Launching Connecting Strategy melalui Sistem Pajak Daerah menggunakan GIS (Si JanDa MaNIS) Pada Senin (04/09/2023) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang ini, dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang Basri Rase. Selain itu, turut hadir pada kegiatan tersebut di antaranya Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, Kepala OPD, lurah dan camat, serta Ketua RT dan perwakilan karang taruna se-Kota Bontang.

Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Bapenda, Rafidah, Si JanDa MaNIS (Sistem Jaringan Data Berbasis Geospasial) merupakan inovasi dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami melakukan Kerjasama dengan instansi terkait di perangkat daerah maupun eksternal, dan melakukan beberapa perbaikan dalam pemutakhiran database yang ada di bapenda berbasis geospasial,” ungkapnya.

Senada dengan itu Wali Kota Bontang Basri Rase mengungkapkan, bahwa pendapatan daerah menjadi pendorong utama, untuk mewujudkan pembangunan yang mencerminkan prioritas dan kepentingan masyarakat lokal.

Ia juga menyinggung terkait fenomena ketergantungan kota bontang terhadap dana transfer. “Pertumbuhan penduduk maupun ekonomi sejatinya dibarengi dengan realisasi penerimaan pajak daerah yang juga meningkat, namun fakta justru sebaliknya,” ucap Basri.

Lebih lanjut ia menegaskan, semangat mendorong kemandirian fiskal harus menjadi political will seluruh pihak, pemerintah, DPRD bahkan masyarakat Kota Bontang. Bukan semata tanggungjawab Bapenda maupun perangkat daerah pemungut retribusi saja. Namun, harus menular ke seluruh perangkat daerah.

“Karena itu saya menginstruksikan kepada seluruh pihak perorangan, lembaga maupun badan, agar bekerjasama dengan petugas -petugas pajak dan retribusi daerah di lapangan sebagai komitmen bersama peningkatan PAD di Kota Bontang,” tukasnya.

Editor: Yusva Alam

Menakar Urgensi Vaksin HPV untuk Anak SD

0
Menakar Urgensi Vaksin HPV untuk Anak SD
Ninis. (ist)

Oleh:

Ninis

Aktivis Muslimah Balikpapan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang Kaltim baru-baru ini melaksanakan launching vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23). Penerima vaksinasi HPV ditargetkan untuk anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total penerima vaksin bagi pelajar perempuan kelas 5 SD sebanyak 1300 siswa. Namun ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Selain itu, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, Adi Permana menjelaskan bahwa vaksinasi HPV ini untuk mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi. (radarbontang.com).

Patut diketahui, dilansir dari laman biofarma hampir semua kasus kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Human papillomavirus (HPV) adalah nama kelompok virus yang sangat umum, biasanya menginfeksi kulit atau mukosa. HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual; termasuk melalui kontak kulit genital.

Jika ditelisik lebih jauh, penularan virus itu lebih banyak melalui hubungan seksual. Apakah sudah tepat pemberian vaksin sejak dini? Apakah cukup dengan pemberian vaksin untuk mencegah peningkatan penyakit kanker serviks?

Tidak Tepat Sasaran

Dengan dalih pentingnya mencegah kanker serviks pemerintah memberikan vaksin HPV pada anak kelas 5 SD. Seolah pergaulan bebas kini sudah tidak bisa dicegah lagi, sehingga perlu sejak dini diberikan HPV. Mengapa bukan pergaulan anak-anak saja yang dicegah agar tidak kebablasan?

Aneh, anak SD yang masih usia dini divaksin tapi para penjaja seks di tempat-tempat prostitusi dibiarkan. Padahal potensi besar terkena kanker serviks adalah mereka. Inilah buktinya kita hidup di bawah aturan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, wajar akhirnya muncul berbagai masalah.

Terlebih, media kini lebih banyak berisi konten-konten yang berbau pornografi dan pornoaksi. Alhasil pergaulan bebas tak bisa lagi terbendung, karena makin masifnya stimulan yang membangkitkan syahwat. Inilah yang seharusnya dicegah bukan memberikan vaksin sejak dini.

Sejatinya, pemberian vaksin pada anak SD tidaklah tepat sasaran bahkan tidak penting. Justru terkesan membuang-buang anggaran untuk menyediakan vaksin HPV. Selain itu, kebijakan pemberian vaksin tidaklah menyentuh permasalahan yakni meningkatnya penderita kanker serviks dikarenakan arus liberalisme yang memuja kebebasan. Telebih untuk penyakit kanker tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS dan berbiaya tinggi.  Tidak akan pernah tuntas jika hanya memberikan vaksin tanpa memutus mata rantai penyebab persoalan itu.

Butuh Support System

Munculnya penyakit kanker serviks dan penyakit kelamin lainnya merupakan problem sistemik. Sehingga untuk menuntaskannya dibutuhkan support system dari individu atau keluarga yang bertakwa, masyarakat yang peka dan negara yang menerapkan aturan. Selain itu, sistem pergaulan, sosial, pendidikan dan hukum wajib diatur dengan syari’at Islam secara totalitas.

Dalam sistem pergaulan dan sosial diatur larangan berduaan yang bukan mahrom, larangan bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa uzur syar’i. Pakaian yang dipakai ketika keluar rumah wajib menutup aurat secara syar’i. Media juga dilarang menayangkan hal-hal yang mengandung unsur sensualitas dan kepornoan. Sehingga tercipta kehidupan sosial yang aman dan nyaman jauh dari unsur pornoaksi dan pornografi.

Dalam sistem pendidikan, sejak dini ditanamkan pada anak didik agar menjadikan halal dan haram sebagai standar perbuatannya. Kurikulum pendidikan wajib berbasis akidah Islam. Sehingga lahirlah generasi yang bertakwa, faqqih fiddin (mumpuni dalam ilmu agama) dan tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang melanggar syari’at.

Dalam sistem hukum juga diterapkan sanksi yang tegas bagi pelaku yang melanggar aturan Islam. Bagi pezina dihukum cambuk atau dirajam, bagi yang membuka tempat maksiat yang menjual miras, prostitusi mendapatkan hukuman ta’zir dari Khalifah. Dengan hukuman tegas itu akan menjadi penebus dosa (jawabir) sekaligus pencegahan (zawajir).

Demikian upaya preventif negara dalam mencegah terjadinya marak penyakit kelamin. Selain itu, juga dibutuhkan upaya kuratif yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk mengobati penyakit kanker. Negara akan menyediakan tenaga ahli, obat untuk menyembuhkannya secara optimal dengan gratis. Hanya dengan penerapan Islam secara totalitas akan mampu mencegah remaja melakukan gaul bebas dan terhindar penyakit kelamin termasuk kanker serviks.

Wallahu A’lam.